Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
istockphoto/wildpixel
Intinya sih...
  • Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang jaringan sendi, menyebabkan nyeri, bengkak, dan kekakuan.
  • Gejala artritis reumatoid meliputi nyeri pada sendi kecil, kekakuan di pagi hari, mudah lelah, dan demam ringan.
  • Faktor penyebab artritis reumatoid termasuk gangguan sistem imun, faktor genetik, lingkungan, dan hormon. Pengobatan meliputi obat-obatan medis, terapi fisik, perubahan gaya hidup, dan tindakan medis lanjutan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama atau Papa pernah mengeluh nyeri sendi yang terasa kaku saat bangun pagi, tapi tidak juga membaik meski sudah istirahat? Banyak orang mengira kondisi ini hanya pegal biasa atau efek bertambahnya usia.

Padahal, menurut Mayo Clinic, nyeri sendi yang berlangsung lama, disertai pembengkakan dan kekakuan di pagi hari, bisa menjadi tanda penyakit autoimun bernama artritis reumatoid.

Artritis reumatoid bukan sekadar gangguan sendi ringan. National Health Service (NHS) Inggris menjelaskan bahwa penyakit ini bersifat kronis dan dapat berkembang perlahan tanpa disadari.

Tak sedikit penderita baru mencari pertolongan medis ketika aktivitas harian seperti menggenggam, menulis, atau berjalan mulai terganggu. Karena itulah, Mama dan Papa penting mengenali kondisi ini sejak dini agar dampaknya bisa ditekan.

Berikut, Popmama.com akan membahas tentang artritis reumatoid, gejala, penjebab hingga pengobatannya. Simak yuk dibawah ini.

Table of Content

Apa itu Artritis Reumatoid?

Apa itu Artritis Reumatoid?

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
istockphoto/peterschreiber.media

Artritis reumatoid (rheumatoid arthritis/RA) adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh keliru menyerang jaringan sendi yang sehat. Menurut Mayo Clinic, serangan ini terjadi pada lapisan sendi yang disebut sinovium dan memicu peradangan berkepanjangan.

Akibatnya, sendi menjadi nyeri, bengkak, terasa hangat, dan kaku, terutama setelah tidak digunakan dalam waktu lama.

Berbeda dengan osteoartritis yang disebabkan oleh keausan sendi, Centers for Disease Control and Prevention (CDC)menyebutkan bahwa artritis reumatoid bisa menyerang siapa saja, termasuk usia produktif.

Penyakit ini juga sering menyerang sendi secara simetris, misalnya kedua tangan atau kedua lutut sekaligus. Inilah salah satu ciri khas RA yang membedakannya dari nyeri sendi biasa.

Lebih lanjut, Arthritis Foundation menjelaskan bahwa artritis reumatoid bersifat sistemik. Artinya, peradangannya tidak hanya terbatas pada sendi, tetapi juga dapat memengaruhi organ lain seperti paru-paru, jantung, mata, dan pembuluh darah.

Karena dampaknya luas, artritis reumatoid membutuhkan penanganan medis jangka panjang dan pemantauan rutin.

Gejala Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
istockphoto/Toa55

Gejala artritis reumatoid bisa muncul perlahan dan berbeda pada tiap orang. Namun, ada beberapa tanda umum yang perlu Mama dan Papa waspadai:

  1. Nyeri, bengkak, dan rasa hangat pada sendi

Sendi kecil seperti jari tangan, pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki sering menjadi area pertama yang terdampak. Nyeri biasanya muncul di kedua sisi tubuh secara bersamaan.

  1. Kekakuan sendi di pagi hari

Menurut NHS, kekakuan pada artritis reumatoid biasanya berlangsung lebih dari 30–60 menit setelah bangun tidur. Ini menjadi pembeda utama antara RA dan nyeri sendi biasa.

  1. Mudah lelah dan badan terasa tidak bertenaga

Peradangan kronis membuat tubuh bekerja lebih keras, sehingga Papa atau Mama bisa merasa cepat lelah meski tidak beraktivitas berat.

  1. Demam ringan dan penurunan berat badan

Beberapa penderita mengalami demam ringan, nafsu makan menurun, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas akibat proses inflamasi dalam tubuh.

Penyebab Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
istockphoto/Nopphon Pattanasri

Hingga kini, penyebab pasti artritis reumatoid belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli medis menyebutkan beberapa faktor yang berperan:

  1. Gangguan sistem imun

Menurut CDC, sistem kekebalan tubuh pada penderita RA salah mengenali jaringan sendi sebagai ancaman, lalu menyerangnya secara terus-menerus.

  1. Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan artritis reumatoid dapat meningkatkan risiko, meskipun tidak semua orang dengan faktor genetik akan mengalami penyakit ini.

  1. Faktor lingkungan dan gaya hidup

Arthritis Foundation menyebutkan bahwa merokok, obesitas, dan paparan infeksi tertentu dapat memicu atau memperparah RA.

  1. Faktor hormon

Artritis reumatoid lebih sering terjadi pada perempuan, sehingga perubahan hormon diduga ikut memengaruhi risiko terjadinya penyakit ini.

Pengobatan Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid: Definisi, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
istockphoto/hyume

Sampai saat ini, artritis reumatoid belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, pengobatan bertujuan untuk mengendalikan peradangan, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

  1. Obat-obatan medis

Dokter biasanya meresepkan obat antiinflamasi, kortikosteroid, dan DMARDs (disease-modifying antirheumatic drugs) untuk menekan aktivitas sistem imun.

  1. Terapi fisik dan latihan sendi

Fisioterapi membantu menjaga fleksibilitas sendi dan kekuatan otot, sehingga Mama atau Papa tetap bisa bergerak dengan nyaman.

  1. Perubahan gaya hidup

Menjaga berat badan ideal, rutin olahraga ringan, mengelola stres, dan berhenti merokok sangat membantu mengontrol gejala RA.

  1. Tindakan medis lanjutan

Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi biologis atau tindakan operasi jika sendi sudah mengalami kerusakan berat.

Artritis reumatoid bukan nyeri sendi biasa yang bisa diabaikan, Ma dan Pa. Penyakit ini bersifat kronis dan dapat berdampak luas jika tidak ditangani dengan tepat.

Karena kondisi ini nggak cuma soal rasa sakit, tapi juga soal fungsi sendi ke depannya. Ditunda terlalu lama, aktivitas sederhana bisa ikut terdampak tanpa disadari. Lebih cepat dicek, lebih besar peluang sendi tetap “kerja normal” lebih lama.

Dengan memahami artritis reumatoid, mulai dari gejala, penyebab, sampai cara penanganannya, Mama dan Papa jadi lebih peka membaca sinyal tubuh sendiri.

Kalau Mama atau Papa mulai merasakan nyeri sendi berkepanjangan, terutama disertai kekakuan di pagi hari, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

12 Daftar Obat Eksim Basah di Apotek, Lengkap Harganya

06 Feb 2026, 08:03 WIBLife