Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Jenis Pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya!

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya!.jpg
Freepik/pressphoto
Intinya sih...
  • Bifosfonat adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati osteoporosis, bekerja dengan memperlambat proses pengeroposan tulang.
  • Modulator reseptor estrogen selektif (SERM) meniru efek hormon estrogen pada tulang, diberikan kepada perempuan pascamenopause untuk melambatkan laju pengeroposan tulang.
  • Terapi hormon paratiroid seperti teriparatide digunakan pada kasus osteoporosis berat, membantu merangsang pembentukan tulang baru dan meningkatkan kepadatan tulang secara signifikan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Osteoporosis merupakan kondisi ketika tulang menjadi rapuh dan mudah patah akibat penurunan kepadatan tulang. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah mengalami cedera atau patah tulang.

Meski terdengar, osteoporosis bukanlah kondisi yang tidak bisa diatasi. Dengan penanganan yang tepat, risiko patah tulang dapat dikurangi dan kualitas hidup tetap terjaga. Oleh karena itu, penting untuk memahami pilihan pengobatan yang tersedia sejak dini.

Untuk mengetahui apa saja jenis pengobatannya yang tersedia, berikut Popmama.com rangkum berdasarkan sumber NHS.UK.

Table of Content

1. Bifosfonat

1. Bifosfonat

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (1).jpg
Freepik

Bifosfonat merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengobati osteoporosis. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat proses pengeroposan tulang sehingga kepadatan tulang bisa tetap terjaga.

Beberapa jenis bifosfonat umum yang disarankan antara lain asam alendronat, risedronat, asam ibandronat, dan asam zoledronat. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, cairan, maupun injeksi, tergantung kondisi pasien. 

Penggunaan bifosfonat harus sesuai anjuran dokter, misalnya diminum saat perut kosong dan disertai banyak air putih. Setelah minum obat, penderita biasanya dianjurkan untuk tetap duduk atau berdiri selama sekitar 30 menit.

Perawatannya: Pemantauan rutin kepadatan tulang, menjaga asupan kalsium dan vitamin D, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan agar efek obat bekerja maksimal.

2. Modulator reseptor estrogen selektif (SERM)

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (2).jpg
Freepik/freestyle

SERM adalah obat yang meniru efek hormon estrogen pada tulang. Pengobatan ini umumnya diberikan kepada perempuan pascamenopause yang mengalami penurunan kadar estrogen.

Estrogen berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang. Dengan adanya SERMs, laju pengeroposan tulang dapat diperlambat sehingga risiko patah tulang berkurang.

Contoh obat SERM yang sering digunakan adalah raloxifene. Obat ini dapat membantu melindungi tulang belakang, meski tidak selalu direkomendasikan untuk semua pasien.

Perawatannya: Selama menggunakan SERM mencakup kontrol rutin ke dokter, mewaspadai efek samping seperti kram kaki atau hot flushes, serta tetap menjalani pola hidup sehat dan aktif.

3. Terapi hormon paratiroid

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (3).jpg
Freepik

Terapi hormon paratiroid, seperti teriparatide, digunakan pada kasus osteoporosis berat. Berbeda dengan obat lain, terapi ini membantu merangsang pembentukan tulang baru .

Pengobatan ini biasanya ditujukan untuk pasien yang memiliki risiko patah tulang sangat tinggi atau yang tidak merespons pengobatan lain. Teriparatide diberikan melalui injeksi harian dalam jangka waktu terbatas.

Efek terapi ini dapat meningkatkan kepadatan tulang secara signifikan jika digunakan sesuai anjuran medis. Namun, penggunaannya harus membatasi ketat oleh dokter.

Perawatannya: Meliputi pemeriksaan rutin, memastikan asupan nutrisi tulang tetap tercukupi, serta menghindari aktivitas berisiko tinggi yang dapat menyebabkan jatuh atau cedera.

4. Obat biologis (denosumab)

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (4).jpg
Freepik

Denosumab adalah obat biologi yang bekerja dengan cara menghambat sel-sel yang merusak tulang. Obat ini biasanya digunakan pada pasien yang tidak cocok dengan bifosfonat.

Denosumab diberikan melalui injeksi setiap beberapa bulan sekali. Pengobatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

Meski praktis, pengobatan ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika dihentikan tanpa pengawasan medis, risiko patah tulang justru dapat meningkat.

Perawatannya: Kontrol rutin, konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup, serta menjaga kebersihan gigi karena obat ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang rahang.

5. Terapi pengganti hormon (HRT)

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (5).jpg
Freepik

Terapi pengganti hormon atau HRT sering diberikan pada perempuan yang mengalami menopause dini. Terapi ini membantu menggantikan hormon estrogen yang menurun drastis setelah menopause.

Dengan meningkatnya kadar estrogen, kepadatan tulang dapat dipertahankan dan risiko osteoporosis berkurang. HRT juga dapat membantu meringankan gejala menopause lainnya.

Namun, HRT tidak cocok untuk semua orang karena memiliki risiko tertentu, seperti peningkatan risiko kanker payudara atau pembekuan darah.

Perawatannya: Meliputi konsultasi rutin dengan dokter, pemantauan efek samping, serta penerapan gaya hidup sehat agar manfaat terapi lebih besar daripada risikonya.

6. Suplemen kalsium dan vitamin D

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya! (6).jpg
Freepik/shurkin_son

Kalsium dan vitamin D adalah nutrisi utama yang dibutuhkan tulang. Tanpa asupan yang cukup, pengobatan osteoporosis tidak akan bekerja secara optimal.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik, sedangkan kalsium berperan sebagai bahan dasar pembentuk tulang. Kekurangan salah satu dapat mempercepat pengeroposan tulang.

Suplemen biasanya diberikan jika asupan dari makanan dirasa belum mencukupi. Dokter akan menentukan dosis sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Perawatannya: Pola makan seimbang, paparan sinar matahari secukupnya, serta konsumsi suplemen secara teratur sesuai anjuran medis.

7. Olahraga dan perubahan gaya hidup

7 Jenis pengobatan Osteoporosis, Begini Perawatannya!.jpg
Freepik

Selain obat-obatan, perubahan gaya hidup juga memiliki peran besar dalam pengelolaan osteoporosis. Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan tulang dan otot.

Olahraga seperti jalan kaki, latihan beban ringan, dan yoga dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh.

Gaya hidup sehat juga mencakup berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol, karena kedua kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kepadatan tulang.

Perawatannya: Menjaga rutinitas olahraga, menerapkan pola makan sehat, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk mencegah jatuh.

Nah, itulah berbagai jenis pengobatan osteoporosis yang bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kekuatan tulang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Cafe Alam Terdekat di Bandung, Tempat Ideal untuk Lepas Penat

06 Feb 2026, 10:33 WIBLife