Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Penyebab ASI Tidak Keluar saat IMD, Apa yang Terjadi?

5 Penyebab ASI Tidak Keluar saat IMD, Apa yang Terjadi?
Pexel/Blond Fox
Intinya Sih
  • ASI yang belum keluar saat IMD merupakan hal umum, dipengaruhi oleh adaptasi hormon prolaktin dan oksitosin yang belum optimal setelah persalinan.
  • Intervensi medis seperti operasi caesar, anestesi, atau induksi dapat menunda stimulasi menyusui dan menghambat keluarnya ASI pada awal kelahiran.
  • Faktor emosional, stres, kelelahan, serta perlekatan bayi yang kurang tepat turut memengaruhi refleks pengeluaran ASI meski kolostrum sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan awal bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) menjadi salah satu momen penting setelah persalinan karena membantu memperkuat bonding antara Mama dan bayi sekaligus merangsang produksi Air Susu Ibu (ASI).

Namun, tidak semua proses IMD berjalan mulus. Sebagian Mama mungkin merasa cemas ketika ASI belum juga keluar atau hanya sedikit saat bayi mulai menyusu untuk pertama kalinya.

Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi Mama yang baru pertama kali melahirkan. Padahal, ASI yang belum keluar saat IMD merupakan hal yang cukup umum terjadi dan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Lantas, apa saja penyebab ASI tidak keluar saat IMD? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

Table of Content

1. Proses hormon laktasi yang belum optimal

1. Proses hormon laktasi yang belum optimal

ilustrasi hormon
Freepik/freepik

Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin yang bekerja setelah plasenta lahir. Pada sebagian Mama, proses aktivasi hormon ini membutuhkan waktu sehingga ASI belum langsung keluar saat IMD.

Hal ini bukan berarti Mama tidak bisa menyusui, melainkan tubuh masih beradaptasi dengan perubahan setelah persalinan. Selain itu, hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI juga dipengaruhi kondisi emosional.

Jika Mama merasa tegang, takut, atau tidak nyaman setelah melahirkan, refleks let-down bisa terhambat sehingga ASI belum mengalir meski bayi sudah mulai menyusu.

2. Persalinan dengan intervensi medis

Pexels/Hannah Barata
Pexels/Hannah Barata

Persalinan yang melibatkan intervensi medis seperti operasi caesar, penggunaan obat anestesi, atau induksi dapat memengaruhi awal produksi ASI.

Efek obat tertentu bisa membuat Mama mengantuk, kurang responsif, atau menunda kontak kulit ke kulit dengan bayi, sehingga stimulasi payudara tidak terjadi secara optimal.

Selain itu, proses pemulihan pasca tindakan medis sering membuat Mama membutuhkan waktu istirahat lebih lama.

Keterlambatan melakukan IMD atau terbatasnya posisi menyusui pada awal kelahiran dapat mengurangi rangsangan alami yang membantu memicu keluarnya ASI.

3. Stres, kelelahan, dan kondisi emosional Mama

Pexels/Kaboompics.com
Pexels/Kaboompics.com

Melahirkan merupakan pengalaman fisik dan emosional yang besar. Rasa lelah, nyeri, hingga kecemasan terhadap kondisi bayi dapat memicu stres pada Mama.

Kondisi ini dapat menurunkan pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI, sehingga ASI terasa belum keluar saat IMD berlangsung.

Selain itu, tekanan psikologis seperti kekhawatiran tidak bisa menyusui atau pengalaman persalinan yang traumatis juga dapat menghambat proses laktasi awal.

Dukungan pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk membantu Mama merasa tenang dan percaya diri saat menyusui pertama kali.

4. Perlekatan bayi yang belum tepat

ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/Tamilles Esposito)
Pexels/Tamilles Esposito

Perlekatan atau latch yang belum benar menjadi salah satu penyebab umum ASI terasa tidak keluar saat IMD.

Jika posisi mulut bayi tidak mencakup areola dengan baik, stimulasi pada payudara menjadi kurang efektif, sehingga refleks pengeluaran ASI tidak terpicu secara maksimal.

Selain membuat ASI sulit keluar, perlekatan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan puting terasa nyeri atau lecet.

Oleh karena itu, bantuan bidan atau konselor laktasi saat proses IMD sangat bermanfaat untuk memastikan posisi dan teknik menyusui sudah sesuai.

5. Produksi kolostrum yang sedikit tetapi normal

Freepik/pikisuperstar
Freepik/pikisuperstar

Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, payudara menghasilkan kolostrum, yaitu cairan kental berwarna kekuningan dengan volume kecil.

Banyak Mama mengira ASI tidak keluar karena jumlahnya sedikit, padahal kolostrum memang diproduksi dalam jumlah terbatas namun sangat kaya nutrisi dan antibodi.

Ukuran lambung bayi baru lahir yang masih kecil membuat kebutuhan cairannya pun belum banyak. Beberapa tetes kolostrum sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan awal bayi.

Seiring stimulasi menyusui yang rutin, produksi ASI biasanya akan meningkat dalam 2–5 hari setelah persalinan.

Nah, itu dia beberapa penyebab ASI tidak keluar saat IMD. Dengan memahami penyebabnya, Mama dapat lebih tenang dan fokus memberikan stimulasi menyusui yang konsisten.

Yang terpenting, tetap lakukan kontak kulit ke kulit, susui bayi sesering mungkin, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan atau konselor laktasi. Semoga informasinya membantu ya, Ma.

FAQ Penyebab ASI Tidak Keluar saat IMD

1. Apakah normal jika ASI belum keluar saat IMD?

Ya, kondisi ini normal terjadi pada banyak Mama. Pada 1–3 hari pertama setelah melahirkan, payudara biasanya menghasilkan kolostrum dalam jumlah sedikit sehingga Mama merasa ASI belum keluar. Produksi ASI umumnya akan meningkat secara bertahap seiring stimulasi menyusui.

2. Berapa lama ASI biasanya mulai keluar setelah melahirkan?

ASI transisi biasanya mulai keluar sekitar hari ke-2 hingga ke-5 pasca persalinan. Namun, waktunya bisa berbeda pada setiap Mama tergantung kondisi tubuh, jenis persalinan, dan frekuensi menyusui bayi.

3. Apakah operasi caesar membuat ASI lebih lama keluar?

Persalinan caesar dapat menyebabkan keterlambatan awal produksi ASI karena efek obat, rasa nyeri, serta terbatasnya mobilitas Mama. Meski begitu, dengan IMD, kontak kulit ke kulit, dan menyusui rutin, produksi ASI tetap bisa optimal.

4. Apa yang bisa dilakukan jika ASI belum keluar saat IMD?

Mama dapat tetap melakukan kontak kulit ke kulit, menyusui bayi sesering mungkin, memijat payudara dengan lembut, serta menjaga hidrasi dan istirahat cukup. Dukungan tenaga kesehatan juga membantu memastikan teknik menyusui sudah tepat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More