Kapan Waktu yang Tepat untuk Beraktivitas setelah Melahirkan?

Pastikan Mama kembali beraktivitas di waktu yang tepat

23 Desember 2020

Kapan Waktu Tepat Beraktivitas setelah Melahirkan
Unsplash/Gabriel Tovar

Perubahan gaya hidup setelah si

i Kecil lahir ke dunia mungkin cukup melelahkan, dan Mama tentu ingin segera kembali melakukan berbagai kegiatan yang membuat Mama lebih bersemangat kembali.

Mulai dari mandi, makan, hingga urusan ranjang, semua sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat untuk menghindari berbagai efek samping yang berpotensi membahayakan kesehatan mama.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas setelah melahirkan? Simak informasi Popmama.com selengkapnya berikut ini!

1. Olahraga

1. Olahraga
Freepik/katemangostar

Apabila melahirkan dengan metode normal melalui vagina dan tanpa komplikasi, Mama bisa berolahraga setidaknya tiga hari setelah persalinan asalkan sudah tidak merasakan sakit pada tubuh bagian tengah ke bawah.

Pastikan untuk melakukan olahraga yang ringan saja terlebih dahulu seperti senam kegel dan pelvic tilt.

2. Makan

2. Makan
Freepik/nensuria
Ī

Tidak perlu khawatir, tidak ada batasan waktu awal untuk Mama mulai makan kembali setelah persalinan. Namun Mama sangat disarankan untuk mengonsumsi daging, sayuran hijau, gandum utuh, air mineral dan jus buah yang kaya akan nutrisi dan efektif untuk menghasilkan energi.

Pastikan untuk menghindari konsumsi alkohol paling tidak 24 jam setelah persalinan dan 2-4 jam sebelum menyusui.

Editors' Picks

3. Mandi

3. Mandi
Freepik/torwaiphoto

Menurut Departemen Obstetri dan Ginekologi Umum Northwestern Medicine, Ibu baru harus menunggu setidaknya tiga hari sebelum mandi setelah melahirkan, itupun dengan catatan untuk menghindari penggunaan sabun mandi berbusa atau cairan minyak apapun terlebih dahulu.

Northwestern Medicine juga merekomendasikan mandi sesuai kebutuhan setelah melahirkan, terutama untuk meredakan nyeri payudara dan bengkak. Pastikan untuk tidak langsung menggunakan sabun beraroma dan hindari menepuk tempat-tempat bekas sayatan hingga benar-benar kering.

4. Berhubungan intim

4. Berhubungan intim
Freepik/Racool_studio

Menurut pernyataan asisten professor klinis dari Departemen Obstetri dan Ginekologi di NYU Langone Health, Dr. Shree Chanchani menyarankan untuk menunggu 4-6 minggu setelah persalinan sebelum melakukan hubungan intim.

Hubungan intim terlalu cepat setelah melahirkan berpotensi menyebabkan infeksi rahim karena serviks mama setelah melahirkan masih dalam keadaan bengkak atau melebar.

5. Berenang

5. Berenang
Pexels/Bruce Mars

Meski berenang termasuk olahraga ringan yang baik untuk dilakukan pasca melahirkan, Mama tetap disarankan untuk menunggu paling tidak 2-4 minggu sembari menunggu cairan nifas maupun keputihan setelah persalinan betul-betul bersih.

Hal ini disarankan untuk mengindari terjadinya infeksi pada organ reproduksi maupun penularan bakteri pada orang lain di kolam renang yang sama.

6. Pompa ASI

6. Pompa ASI
parents.com

Pada dasarnya, minggu-minggu awal menyusui secara langsung sangat krusial karena dengan metode ini, bayi dapat merangsang kelancaran ASI dan Mama dapat menyesuaikan kadar asupan ASI yang sesuai dengan kebutuhan bayi.  

Idealnya, Mama sebaiknya mulai memompa ASI sebulan setelah melahirkan, yaitu ketika kadar dan waktu ASI sudah mulai teratur.

7. Bepergian jalur udara

7. Bepergian jalur udara
Pexels/Pixabay

Dalam enam minggu pertama setelah kehamilan, ada peningkatan risiko penggumpalan darah, jadi disarankan untuk menunggu paling tidak dua minggu sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat lagi.

Jika ada jahitan vagina yang ekstensif, operasi caesar atau komplikasi lainnya, tubuh mama mungkin juga akan terasa sakit dan tidak nyaman duduk di pesawat yang sempit selama beberapa jam. Namun, jika Mama merasa siap, pastikan untuk terbang dalam keaadaan rileks dan minum banyak air.

Nah, itulah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas setelah melahirkan. Apabila Mama memiliki kondisi khusus selama kehamilan, saat melahirkan, maupun pasca persalinan, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada bidan atau dokter kepercayaan yang menangani ya, Ma. Selamat mencoba!

Baca Juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.