Ibu Menyusui Terinfeksi Virus Corona, Apakah Boleh Memberikan ASI?

Boleh, asal ibu menyusui memerhatikan beberapa ini!

17 Maret 2020

Ibu Menyusui Terinfeksi Virus Corona, Apakah Boleh Memberikan ASI
pixabay/PublicDomainPictures

Persebaran virus Corona atau Covid-19 kian masif. Situasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi, pemerintah sudah menyerukan warga untuk melakukan aktivitas di rumah saja dan melakukan social distancing.

Bagi ibu menyusui, berita soal virus ini tentu menambah beban kecemasan baru. Bukan hanya berpikir soal diri sendiri, tetapi juga bagaimana kondisi bayi yang selalu bersama setiap saat.

Pertanyaan paling mendasar, apakah ibu menyusui yang terjangkit virus Covid-19 masih boleh menyusui?

Berikut penjelasan Popmama.com seperti dirangkum dari laman The Centers for Disease Control (CDC) US Department of Health & Human Services dan UNICEF, sebagaimana dilansir pula oleh AIMI ASI.

1. Ibu hamil kecil kemungkinan menularkan virus pada bayi dalam kandungan

1. Ibu hamil kecil kemungkinan menularkan virus bayi dalam kandungan
Pexels/Daniel Reche

Saat ini memang belum ada penelitian terbaru yang meneliti apakah ibu hamil pengidap Covid-19 bisa menularkan virus pada janin dalam kandungannya.

Namun, beberapa kasus di luar Amerika Serikat menunjukkan, bayi yang terlahir dari ibu pengidap virus tidak terbukti positif menderita hal sama.

Dalam pemeriksaan sampel cairan amniotik atau ASI pun virus itu tidak terdeteksi.  

Hanya saja, perlu digarisbawahi ibu hamil harus tetap membangun kewaspadaan untuk melindungi diri dari paparan virus.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami simtom yang mengarah pada virus tersebut, seperti demam, batuk, dan sesak nafas.

Editors' Picks

2. Zat antibodi mampu melindungi kekebalan tubuh bayi

2. Zat antibodi mampu melindungi kekebalan tubuh bayi
Freepik

CDC belum menemukan virus itu bisa bertransmisi melalui ASI. Serangkaian zat antibodi yang melindungi bayi dari Covid-19 memang ditemukan dalam sampel ASI.

Artinya, tubuh ibu – melalui ASI, menciptakan antibodi yang diteruskan kepada bayi saat menyusui. Suatu kabar yang melegakan ya, Ma?

3. Tetap menyusui sambil waspada

3. Tetap menyusui sambil waspada
parents.com

Di sisi lain, meski Mama tetap boleh menyusui bayi walau mengidap COVID-19, tetap ada risiko bayi tertular, Ma.  

Maka, penting bagi ibu menyusui yang menderita gejala virus ini bersikap lebih waspada guna menghindari penularan virus pada bayi.

Beberapa hal yang bisa Mama lakukan adalah:

  • Memakai masker ketika sedang menggendong bayi dan dekat anak-anak, khususnya ketika menyusui
  • Selalu mencuci tangan, bersihkan puting dan kulit payudara sebelum dan sesudah menyusui maupun memerah ASI
  • Tetap memerah ASI seperti biasa, dengan memperhatikan kebersihan alat pompa (baik manual maupun elektrik)
  • Jika memungkinkan, minta orang lain dalam kondisi sehat untuk memberikan ASIP kepada bayi

4. Hati-hati pada percikan ludah batuk atau bersin

4. Hati-hati percikan ludah batuk atau bersin
Freepik

Sebetulnya percikan ludah saat Mama batuk atau bersin lebih mudah terhirup bayi, yang membuatnya terpapar risiko virus.

Artinya, penularan melalui percikan ludah batuk atau bersin jauh lebih berisiko ketimbang melalui menyusui, yang jelas-jelas terjadi skin-to-skin contact dengan bayi.

Sebab, memang tipikal Covid-19 menular lebih cepat melalui tetesan hasil pernapasan, yaitu saat pengidapnya batuk maupun bersin.

Itulah mengapa, penderita perlu mengenakan masker, mencuci tangan sesudah dan sebelum menyusui atau memerah ASI.

5. Jaga jarak, isolasi diri, dan segera periksakan diri

5. Jaga jarak, isolasi diri, segera periksakan diri
Freepik

Jika Mama termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), penting untuk menjaga jarak sebisa mungkin dengan anggota keluarga lain.

Mempraktikkan semua cara di atas adalah cara tepat mencegah persebaran virus meluas. Plus, lakukan isolasi diri di rumah jika baru pulang bepergian dari daerah yang sudah terjangkit virus.

Tetap menyusui atau memerah ASI. Pertimbangkan anggota keluarga yang sehat untuk meminumkan ASIP pada bayi bisa jadi opsi paling bijak guna memastikan imunitas bayi terjaga.

Ingat, gejala infeksi virus bisa muncul pada rentang 2-14 hari sejak terjangkit. Variasi gejala pun mulai dari ringan hingga berat, seperti:

  • Demam
  • Batuk kering atau berdahak
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Sesak napas
  • Nyeri tenggorokan

Ketika gejala tadi tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai dampak Covid-19 pada ibu menyusui dan bayi memang masih minim. Namun, lakukan upaya pencegahan infeksi dengan maksimal lewat menjaga kebersihan diri saat berdekatan dengan bayi.

Semoga Mama sehat selalu!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.