Yuk Permudah Persalinan dengan ‘Birthing Ball’, Apa Itu?

Pernahkah Mama mencoba latihan ini saat hamil?

19 Desember 2018

Yuk Permudah Persalinan ‘Birthing Ball’, Apa Itu
Pixabay/ArtCoreStudios

Ada beberapa cara yang diyakini bisa membantu mempermudah proses persalinan. Salah satunya adalah latihan dengan menggunakan birthing ball.

Bola besar ini sama seperti bola yang bisa dipakai untuk pilates atau latihan gym lainnya, namun karena mulai populer digunakan oleh ibu hamil jelang persalinan, bola ini pun kini dikenal pula dengan nama birthing ball.

Jika Mama terbiasa mengikuti kelas yoga prenatal, birthing ball menjadi salah satu benda yang biasanya akan digunakan untuk berlatih. Beberapa rumah sakit tertentu juga biasanya sudah mulai menyiapkan birthing ball ini di ruang bersalinnya.

Mama bisa menyiapkannya sendiri juga kok, jika memang ingin mencobanya namun tidak tersedia di ruang rawat rumah sakit.

Nah, berikut informasi lengkap tentang manfaat birthing ball bagi ibu hamil jelang persalinan:

1. Manfaat birthing ball

1. Manfaat birthing ball
Freepik

Saat Mama duduk di atas birthing ball, upayakan agar postur punggung berada dalam posisi yang tegak sempurna dan jangan membungkuk.

Ketika melakukan hal ini, penggunaan birthing ball pun dapat mengurangi risiko terjadinya nyeri punggung lho, Ma.

Selain itu, duduk di atas birthing ball saat kontraksi mulai terjadi juga disebut-sebut dapat mengurangi sensasi nyerinya.

Apabila posisi janin belum berada di tempat yang seharusnya, duduk dan memutar pinggul di atas birthing ball dapat membantu memindahkan janin ke posisi yang tepat, sehingga proses persalinan pun akan berjalan lebih mudah.

2. Mirip seperti latihan yoga

2. Mirip seperti latihan yoga
Pexels/Jessica Monte

Secara efektif, latihan dengan birthing ball sama seperti latihan yoga prenatal. Beberapa gerakan yang dilakukan menggunakan birthing ball biasanya juga dilakukan dengan tempo yang lambat.

Ini supaya otot-otot dalam tubuh Mama terlatih lebih baik dan akan menjadi lebih lentur, terutama otot panggul dan otot pinggang.

Jika Mama ragu tentang gerakan yang bisa dilakukan dengan menggunakan birthing ball, cobalah tanyakan kepada pelatih yoga prenatal Mama. Gerakan yang dilakukan biasanya sederhana dan tidak terlalu sulit, kok.

Baca juga: 5 Posisi Yoga Terbaik untuk Ibu Hamil

Editors' Picks

3. Ukuran birthing ball yang aman digunakan

3. Ukuran birthing ball aman digunakan
Freepik

Birthing ball dijual dalam ukuran yang berbeda-beda. Mama pun bisa memilihnya sesuai dengan ukuran tubuh Mama, sehingga lebih mudah saat digunakan.

Bidan dari program serial televisi ‘One Born Every Minute’, Hana Pauls, menjelaskan bahwa apabila ukuran bola Mama sudah sesuai, seharusnya Mama bisa duduk dengan nyaman di atasnya.

Saat duduk pula, telapak kaki Mama bisa menapak sempurna di atas permukaan lantai. Jika yang bisa menyentuh lantai hanya ujung jari kaki Mama, maka itu berarti bola terlalu besar.

Begitu juga sebaliknya, yakni ketika posisi tubuh Mama terlalu jongkok sehingga lutut menjadi tampak lebih tinggi dibandingkan perut Mama.

Ini berarti bola tersebut terlalu kecil.

Selain itu, pastikan juga bola bisa kuat menahan berat badan Mama. Biasanya di kotak kemasan akan tertulis berapa berat badan maksimum yang bisa digunakan pada bola tersebut.

Menurut Hana, idealnya lutut Mama harus sekitar 4 inci lebih rendah dari pinggul saat Mama dalam posisi duduk di atas birthing ball.

Tak cuma ukuran saja yang penting, Mama juga harus memerhatikan bola tidak licin dan kempes saat digunakan. Ini berarti Mama harus memastikan bola terpompa dnegan sempurna sebelum menggunakannya, ya.

4. Latihan menggunakan birthing ball

4. Latihan menggunakan birthing ball
Pexels/Rawpixel.com

Hana menjelaskan bahwa penggunaan birthing ball bisa membantu membuka panggul. Untuk melakukan latihan ini, pastikan ada seseorang di belakang Mama untuk membantu menstabilkan saat berdiri dan duduk

Setelah itu, cobalah untuk duduk secara perlahan di atas bola, buka kedua kaki Mama dengan posisi kedua kaki mengarah ke luar.

Jaga posisi tubuh bagian atas tetap stabil dan putar pinggul sambil tetap duduk di atas bola. Jika perlu, mintalah bantuan dari Papa atau pendamping agar posisi Mama tetap berada di atas bola.

Pastikan kedua kaki Mama tetap nyaman menopang di atas lantai, sehingga posisi tubuh Mama tetap syabil. Posisi memutar pinggul di atas bola ini dapat membantu mengarahan janin agar berada di jalan lahir. Tekanan pada leher rahim akan membuat posisi kepala janin berada di bawah, Ma.

Lakukan latihan berputar ini selama 10 menit, kemudian lakukan 10 menit lagi dengan mengubah arah putaran.

Apabila kontraksi sudah semakin bertambah, Mama juga bisa bersandar ke bola sambil berlutut agar tetap nyaman. Posisikan tubuh bagian atas Mama untuk maju dan mundur sambil memeluk bola.

5. Perhatikan saat menggunakan birthing ball

5. Perhatikan saat menggunakan birthing ball
Freepik/Onlyyouqj

Agar lebih mudah menggunakan birthing ball saat jelang persalinan nanti, ada baiknya Mama sudah berlatih sejak akhir trimester ketiga kehamilan, Ma.

Ini supaya Mama sudah terbiasa untuk duduk dengan stabil di atas bola. Ingat ya Ma, saat mencoba bola untuk kali pertama, lakukan di atas karpet agar tidak terlalu licin.

Hindari menggunakannya di atas lantai licin tanpa ditemani oleh Papa atau anggota keluarga lainnya. Tanpa pendamping bisa membuat Mama berisiko jatuh.

Ya, ada baiknya Mama selalu meminta ada pendamping untuk berdiri di belakang Mama untuk membantu agar tetap dalam posisi seimbang.