hanco

Kenali dengan Baik, Ini Ciri-Ciri ASI Basi yang Tak Boleh Diminum Bayi

Perhatikan dengan seksama kondisi ASI sebelum memberinya pada si Kecil

17 Juli 2019

Kenali Baik, Ini Ciri-Ciri ASI Basi Tak Boleh Diminum Bayi
Unsplash/Jens Johnsson

Mengandung berbagai nutrisi, air susu ibu (ASI) menjadi makanan terbaik untuk bayi terutama di 6 bulan pertama kehidupannya. Selain nutrisi, ASI juga mengandung antibodi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.

Jika Mama tidak bisa terus-menerus menyusui secara langsung dan harus menyimpan ASI, tetaplah berhati-hati dalam proses penyimpanannya, ya.

Sebab jika tidak disimpan dengan baik, ASI juga bisa mengalami perubahan komposisi yang kemudian menjadi kurang layak untuk dikonsumsi si Kecil. Kenali dengan baik ciri-ciri ASI basi guna memaksimalkan manfaatnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkum informasi tentang ciri-ciri ASI basi:

1. Memiliki rasa yang tidak enak

1. Memiliki rasa tidak enak
Unsplash/Kelly Sikkema

Jika Mama ragu saat ingin memberikan ASI, salah satu ciri yang harus diperhatikan adalah rasanya. Dikutip dari Parenting First Cry, lebih baik cicipi dulu ASI untuk mengetahui apakah masih layak dikonsumsi atau tidak.

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi rasa ASI, Ma. Salah satunya yakni pola makan Mama. Selain karena terlalu lama disimpan, rasa ASI uga bisa berubah bergantung pada makanan atau obat yang dikonsumsi oleh Mama.

Proses pembekuan dan pencairan ASI yang kurang tepat juga bisa menyebabkan rasa ASI berubah.

Untuk memeriksa perubahan rasa ASI, cicipi dulu, Ma. Rasa ASI yang sudah tidak layak dikonsumsi bisa sangat berbeda, yakni seperti asam atau tengik. Jika sudah demikian, lebih baik dibuang saja karena mungkin sudah tidak layak dikonsumsi.

2. Ada perubahan warna pada ASI

2. Ada perubahan warna ASI
Freepik/Valeria_Aksakova

Selain rasa, perhatikan juga baik-baik tampilan dan warna ASI yang terlihat. Misalnya warnanya menjadi terlalu kuning atau bahkan mungkin berwarna lain.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi perubahan warna ASI di antaranya kesalahan pada teknik penyimpanan. Hal ini dapat memiliki dampak besar pada perubahan tampilan dan warna ASI.

Untuk mengetahui perubahan tampilan ASI, perhatikan perpisahan kadar lemak dan air pada ASI. Jika setelah Mama putar botolnya, kemudian perpisahan kadar lemak dan air ini bercampur serta membentuk satu massa maka ini kemungkinan ASI masih layak dikonsumsi.

Sebaliknya, apabila pisahan ini tidak bercampur atau justru ada semacam gumpalan susu yang mengapung di dalamnya, buang segera karena ini berarti ASI sudah tidak layak konsumsi alias sudah basi.

Editors' Picks

3. Muncul bau tidak sedap

3. Muncul bau tidak sedap
Freepik/Rawpixel.com

Sebelum Mama memberikan ASI pada si Kecil, perhatikan juga bau dan aroma dari susu tersebut, ya. Seharusnya ASI yang masih layak dikonsumsi memiliki bau khas susu, namun jika sudah tidak layak akan muncul bau asam atau bau tidak sedap.

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi aroma ASI, di antaranya konsumsi obat dan penyimpanan ASI yang sudah terlalu lama.

Menyimpan ASI di tempat dan suhu yang tidak tepat juga bisa mempercepat ASI menjadi basi, Ma. Seperti diketahui, jika ingin disimpan dalam waktu lama sebaiknya disimpan di suhu dingin seperti di freezer. Demikian dikutip dari Baby Gaga.

4. Bayi sulit naik berat badan dan sering tampak kesal

4. Bayi sulit naik berat badan sering tampak kesal
Freepik/user6014584

Selain melalui penampilan fisik dari ASI, Mama juga perlu memerhatikan respons anak terhadap kualitas ASI yang dikonsumsi. Di antaranya seperti sulit naik berat badan. Jika demikian, maka ini bisa menjadi pertanda ASI yang disimpan mungkin tidak layak dikonsumsi.

Bayi yang kurang kenyang juga seringkali menjadi lebih mudah kesal, jadi perhatikan ya respons si Kecil setelah minum ASI.

Selain itu, amati warna urine anak. Jika warna urine gelap dan pekat, ini bisa menjadi pertanda ia tidak mendapatkan cukup cairan dari ASI.

Jadi, apabila ASI yang dikonsumsi masih berkualitas dan layak, maka bisa dilihat dari kondisi anak, Ma. Ia akan menjadi cepat kenyang, berat badannya naik secara teratur dan frekuensi buang air kecilnya terkontrol.

5. Tips mencegah ASI supaya tetap terjaga dan tidak cepat basi

5. Tips mencegah ASI supaya tetap terjaga tidak cepat basi
Freepik/domestudio

Nah, supaya ASI tetap terjaga kualitasnya, Mama perlu memahami bagaimana cara menyimpan, membekukan dan mencairkan ASI yang tepat. Perhatikan hal-hal berikut ini ya, Ma:

  • Gunakan wadah penyimpanan yang tepat dan bersih

Saat hendak menyimpan ASI, gunakan botol yang pasti bersih. Siapkan stiker sebagai penanda tanggal, supaya Mama tahu sudah berapa lama usia penyimpanan dari ASI tersebut. Pastikan botol atau plastik bisa tertutup rapat dan kedap udara. Hindari penggunanan botol atau plastik tidak kedap udara karena bisa membuat ASI bocor atau bahkan tumpah.

  • Taati panduan penyimpanan

Jika Mama menggunakan tas pendingin untuk menyimpan ASI, pastikan ASI dihabiskan dalam waktu kurang dari 24 jam. Jika disimpan di lemari es, upayakan tidak dekat dengan makanan lain seperti daging. Lama penyimpanannya maksimal 3 hari, ya.

  • Jangan asal dibekukan

Saat membekukan ASI, harus ada ruang setidaknya satu inci antara bagian atas wadah dan ASI untuk memungkinkan ekspansi. Wadah ASI sebaiknya juga disimpan di bagian belakang freezer, alias yang paling dingin. Lama penyimpanan ASI di freezer maksimal 3 bulan.

Demikian informasi tentang ciri ASI basi dan cara menjaga kualitas ASI yang perlu Mama ketahui. Jangan lupa selalu amati warna, rasa dan bau ASI sebelum memberikannya pada si Kecil, ya.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!