Kapan Waktu Tepat untuk Mulai Berhubungan Intim setelah Melahirkan?

Sesuaikan dengan kondisi fisik dan psikis Mama juga, ya

5 Juni 2020

Kapan Waktu Tepat Mulai Berhubungan Intim setelah Melahirkan
Freepik

Masih menjadi perdebatan kapan sebenarnya waktu yang ideal untuk pasangan suami istri kembali bisa melakukan hubungan intim setelah istri melahirkan. Semua harus disesuaikan dengan beberapa keadaan.

Mulai dari kondisi fisik dan psikis istri, terutama pemulihan organ intim, hingga beberapa kondisi lainnya.

Oleh sebab itu, suami perlu lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri untuk segera melakukan hubungan intim setelah melahirkan. Tubuh perempuan memerlukan waktu untuk bisa kembali pulih dan aktif secara seksual.

Selain proses pemulihan, hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah pola istirahat. Mengurus bayi baru lahir memerlukan tenaga yang cukup banyak, bukan?

Jadi, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk bisa kembali berhubungan intim setelah melahirkan, ya? Yuk simak rangkuman informasi dari Popmama.com berikut ini, Ma:

1. Waktu ideal untuk berhubungan intim setelah melahirkan

1. Waktu ideal berhubungan intim setelah melahirkan
Freepik/Aircoolsa

Dilansir Medical News Today, pasangan suami istri sebaiknya menghindari dulu hubungan intim setidaknya empat minggu setelah persalinan, baik persalinan secara normal maupun operasi caesar.

Beberapa kondisi tertentu disebut-sebut juga bisa membuat jeda waktu untuk melakukan hubungan intim menjadi lebih lama, yakni minimal enam minggu.

Misalnya ketika istri menjalani operasi caesar, atau persalinan normal dengan robekan perineum atau episiotomi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Andrea DeMaria, asisten profesir di Purdue University College of Health and Human Sciences. DeMaria menyebutkan bahwa jeda minimal enam minggu sebenarnya tak bisa dijadikan patokan murni, semua disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Pengalaman pascapersalinan setiap perempuan berbeda-beda, misalnya bagi perempuan yang menjalani proses persalinan normal yang disertai dengan penyulit dan lebih banyak jahitan, waktu enam minggu mungkin saja akan terasa terlalu cepat.

Tetapi ada juga perempuan lain yang memiliki proses persalinan lebih mudah, sehingga hubungan intim sangat mungkin dilakukan dengan jeda kurang dari enam minggu. Demikian dilansir Web MD.

Editors' Picks

2. Perubahan tubuh perempuan setelah melahirkan

2. Perubahan tubuh perempuan setelah melahirkan
Freepik/Zilvergolf

Setelah melahirkan, tubuh perempuan memasuki fase penyembuhan dimulai ketika perdarahan berhenti dan leher rahim menutup. Melakukan hubungan intim terlalu dini, terutama dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, dapat meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan atau bahkan infeksi rahim.

Beberapa faktor yang menentukan apakah seseorang siap untuk melakukan hubungan intim setelah melahirkan di antaranya seperti tingkat nyeri, kelelahan, gairah seksual, pemulihan vagina, serta depresi pascapersalinan.

Setiap perempuan pun memiliki waktu berbeda-beda bagi tubuhnya untuk bisa kembali pulih setelah melahirkan. Perbedaan ini bisa karena faktor gizi, sulit atau tidaknya proses persalinan, sampai faktor pendukung lain seperti support system serta faktor psikis.

3. Keluhan melakukan hubungan intim setelah melahirkan

3. Keluhan melakukan hubungan intim setelah melahirkan
Freepik/spukkato

Tidak semua perempuan akan bisa langsung kembali merasakan kenyamanan melakukan hubungan intim atau aktif secara seksual seperti sebelum melahirkan. Bahkan, hubungan intim setelah melahirkan bisa benar-benar akan terasa berbeda.

Hal ini secara alami bisa dikarenakan oleh rendahnya tingkat sirkulasi estrogen selama periode pascapersalinan, yang mengakibatkan terjadinya kekeringan pada vagina. Kondisi ini sangat mungkin berlanjut sampai waktu sekitar 4-6 minggu setelah melahirkan.

Seiring dengan adanya penurunan hormon estrogen, robekan perineum atau episiotomi, juga dapat membuat hubungan intim terasa menyakitkan, bahkan sampai selama beberapa bulan setelah persalinan.

Selain itu, bagi Mama yang menyusui si Kecil setelah melahirkan, aktivitas ini juga bisa berdampak pada penurunan gairah seksual. Terutama jika menyusui dilakukan secara eksklusif, yang mungkin akan membuat Mama kelelahan dan kurang tidur.

4. Tips mengurangi nyeri saat berhubungan intim setelah melahirkan

4. Tips mengurangi nyeri saat berhubungan intim setelah melahirkan
Freepik/Maksymiv-yura

Jika nyeri pada vagina saat berhubungan intim setelah melahirkan menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan mama, ada beberapa tips yang bisa dilakukan guna mengatasinya. Beberapa di antaranya seperti:

  • Diskusikan pada suami tentang pengendalian kedalaman penetrasi.
  • Pertimbangkan penggunaan pelumas tambahan pada vagina.
  • Mengosongkan kandung kemih sebelum berhubungan intim.
  • Mandi air hangat supaya tubuh lebih rileks.

Penggunaan pelumas dapat bermanfaat untuk mengatasi vagina yang kering saat berhubungan intim setelah melahirkan. Jika Mama menggunakan kontrasepsi berupa kondom, pertimbangkan untuk memilih kondom yang berpelumas ekstra.

Pada intinya, perlu dipahami bahwa hubungan intim setelah melahirkan mungkin akan terasa berbeda karena tonus otot vagina berkurang dan kapasitas peregangan menjadi terbatas.

Faktor-faktor lain seperti ukuran bayi saat lahir, serta sulit atau tidaknya proses persalinan, dapat memengaruhi proses pemulihan vagina setelah melahirkan. Pun demikian dengan faktor hormonal dan psikis dari perempuan itu sendiri.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan juga ya, terutama jika Mama merasakan ada keluhan tak biasa setelah melahirkan. Misalnya seperti perdarahan atau nyeri yang tak kunjung hilang pada vagina.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai hubungan seksual setelah persalinan. Pastikan Mama dan Papa berkomunikasi dan saling terbuka mengenai keluhan yang dialami dan menyepakati kapan waktu yang nyaman untuk kembali berhubungan intim.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.