7 Penyebab Lamanya Waktu Pembukaan saat Melahirkan Normal

Kenapa bukaan nggak nambah-nambah ya?

7 Oktober 2020

7 Penyebab Lama Waktu Pembukaan saat Melahirkan Normal
pixabay/StockSnap

Proses persalinan adalah momen yang dinanti sekaligus menegangkan, khususnya jika momen ini merupakan kelahiran anak pertama mama. Jika Mama akan menjalani persalinan normal, pastikan Mama sudah mengetahui istilah fase pembukaan.

Pembukaan adalah fase untuk membuka jalan lahir si Kecil. Dibutuhkan pembukaan yang sempurna agar kepala dan tubuh bayi bisa melewati jalan lahir tersebut. Mama harus melalui hingga pembukaan 10 sebelum boleh mengejan untuk melahirkan bayi. Namun ada beberapa kasus yang menyebabkan pembukaan ini berlangsung lama dan menyakitkan.

Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh penyebab lamanya waktu pembukaan saat melahirkan normal:

1. Rongga panggul sempit

1. Rongga panggul sempit
pixabay/ Rainer Maiores

Sebelum melahirkan secara normal, bayi memang harus melewati rongga panggul. Jika rongga panggul terlalu sempit, Mama akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melalui masa pembukaan dan melahirkan bayi secara normal.

2. Ukuran bayi terlalu besar

2. Ukuran bayi terlalu besar
pixabay/Free-Photos

Biasanya bayi dengan berat badan lebih dari 3,5 kilogram, akan menyebabkan proses persalinan menjadi lebih lama karena bayi membutuhkan jalan lahir yang lebih besar. Namun jika pembukaannya sudah sempurna, dokter mungkin akan melakukan tindakan episiotomi untuk membantu agar kepala bayi lebih mudah melewati jalur lahir.

Editors' Picks

3. Posisi bayi

3. Posisi bayi
pixabay/ Madlen Deutschenbaur

Agar proses pembukaan bisa berjalan lebih lancar, seharusnya posisi kepala bayi sudah berada di bawah sehingga bisa melewati jalur lahir dengan mudah. Jika posisi bayi sungsang dan Mama ingin tetap melahirkan normal, perlu dilakukan upaya sebelumnya agar bayi kembali ke posisi yang seharusnya.

4. Memiliki riwayat bedah serviks

4. Memiliki riwayat bedah serviks
pixabay/rawpixel

Apabila Mama pernah menjalani bedah serviks, proses pembukaan ini akan lebih sulit dan lebih sakit. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara Mama mendapat rangsangan dari Papa seperti sentuhan, usapan, dan dukungan yang akan membantu Mama merasa lebih tenang.

5. Merasa stres dan kelelahan

5. Merasa stres kelelahan
pixabay/ Suchart Sriwichai

Saat melalui proses persalinan, Mama mungkin akan merasa lebih lelah dan stres. Padahal kedua kondisi ini akan menghambat produksi hormon oksitosin, di mana hormon ini bisa merangsang agar pembukaan bisa berlangsung lebih cepat.

Untuk itu penting sekali mempersiapkan diri menjelang proses persalinan agar bisa tetap tenang meski rasa nyeri datang.

6. Plasenta previa

6. Plasenta previa
pixabay/Charlotte Paltrinieri

Plasenta yang seharusnya keluar setelah bayi berhasil dilahirkan namun kali ini posisi plasenta berada di bawah tubuh bayi. Dengan kata lain, plasenta ini menghalangi jalan lahir bayi. Kelainan plasenta ini dikenal dengan istilah plasenta previa.

Pastikan Mama melakukan pemeriksaan teratur agar kondisi plasenta previa bisa diatasi terlebih dulu sebelum proses persalinan.

7. Bayi kembar

7. Bayi kembar
pixabay/ esudroff

Mama dengan bayi kembar juga akan mengalami kondisi ini. Hal ini karena perut mama mengembang terlalu besar sehingga menghambat terjadinya kontraksi alami.

Sudah tahu kan, Ma, penyebab lamanya waktu pembukaan saat persalinan normal?

Mama yang berencana menjalankan persalinan normal sebaiknya mempersiapkan diri dengan pengetahuan seputar persalinan. Sehingga Mama bisa menghadapi persalinan dengan lebih tenang.

Agar proses persalinan lancar, Mama juga sebaiknya melakukan konsultasi rutin ke dokter kandungan mengenai pilihan dan persiapan untuk persalinan mama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.