Obat TBC seperti isoniazid dan rifampisin umumnya tetap dapat digunakan saat menyusui karena hanya masuk ke dalam ASI dalam jumlah rendah. Isoniazid juga biasanya disertai anjuran konsumsi vitamin B6 untuk ibu menyusui.
Meski begitu, bayi tetap perlu dipantau terhadap kemungkinan efek samping, seperti kuning atau jaundice. Kadar obat yang masuk ke ASI juga tidak cukup untuk mengobati TBC pada bayi, sehingga si Kecil tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan sesuai anjuran dokter.
Memiliki TBC bukan berarti Mama harus langsung berhenti menyusui si Kecil. Mama tetap boleh menyusui, tetapi kondisi setiap ibu dan bayi bisa berbeda sehingga penting untuk memperhatikan risiko penularan, pengobatan yang dijalani, serta kondisi kesehatan bayi.
Jika Mama sedang mengalami TBC dan masih ragu untuk menyusui, jangan khawatir dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar mendapat penanganan yang paling aman.