Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

IMD Ideal Dilakukan pada Satu Jam Pertama setelah Bayi Lahir

IMD Ideal Dilakukan pada Satu Jam Pertama setelah Bayi Lahir
Unsplash.com/olivialu10
  • Inisiasi menyusui dini atau IMD umumnya dilakukan sesaat setelah bayi lahir dengan menempatkan bayi di dada ibu.
  • Bagi bayi baru lahir, IMD disebut membantu membangun bonding dan membentuk imun tubuh.
  • Menyusu langsung pada payudara saat IMD merangsang produksi ASI yang penting bagi kebutuhan bayi baru lahir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Inisiasi menyusui dini atau yang dikenal IMD biasanya dilakukan sesaat setelah bayi lahir. Di momen persalinan, bayi ditempatkan di dada sang Mama untuk IMD.

IMD telah diketahui bermanfaat untuk ibu dan anak. Bagi bayi yang baru lahir, IMD bisa meningkatkan bonding, membentuk imun tubuh, dan banyak lainnya. Bagi ibu, bayi yang menyusu langsung di payudara merangsang produksi ASI yang penting untuk bayi baru lahir.

Namun, apakah IMD hanya bisa dilakukan sesaat setelah melahirkan. Seperti apa waktu ideal melakukan IMD? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.

  1. 1. Mengenal inisiasi menyusui dini

    Pexels.com/Jonathan Borba
    Pexels.com/Jonathan Borba

    Inisiasi menyusui dini (IMD) adalah proses di mana bayi yang baru lahir mencari puting ibunya sendiri sesaat setelah lahir. Proses ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memudahkan bayi dan ibu dalam proses menyusui, demikian menurut IDAI. 

    Caranya, bayi diletakkan tengkurap di dada atau perut ibu agar terjadi kontak kulit langsung. Proses alami ini penting untuk merangsang produksi ASI dan membangun bonding antara ibu dan anak. 


  2. 2. Manfaat IMD

    Unsplash.com/Gabriel Tovar
    Unsplash.com/Gabriel Tovar

    IMD memiliki banyak manfaat, antara lain meningkatkan bonding, membentuk imun, dan melancarkan proses menyusui. 

    "Diletakkan bayi di atas dada ibu. Hal itu sangat baik karena bayi mendapatkan bakteri-bakteri yang ada di ibu untuk membentuk imun. Juga untuk bonding," ujar Ketua Satgas ASI IDAI Dr. dr. Naomi Esthernita F.D., Sp.A, Subsp.Neo.(K), dalam acara Puncak Perayaan Pekan ASI Sedunia 2026 di RSUI, Depok, Sabtu (8/8/2026) lalu.


  3. 3. Hal terpenting dalam melakukan IMD

    Pexels.com/Lemniscate L
    Pexels.com/Lemniscate L

    Idealnya, IMD dilakukan pada satu jam pertama kehidupan sang bayi. Namun, yang paling penting adalah saat bayi dan ibu dalam keadaan sehat. 

    "IMD memang penting, tapi yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan ibu serta bayinya. Jika keadaan ibunya sedang tidak stabil, atau bayinya belum stabil, maka bisa ditunda terlebih dahulu," kata  Direktur RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, Sp.OG., Subsp.Obginsos dalam kesempatan yang sama. 


  4. 4. Tidak langsung ke puting

    Pexels.com/Jonathan Borba
    Pexels.com/Jonathan Borba

    Banyak yang menyangka kalau IMD yang berhasil adalah yang langsung bisa mencapai ke puting. Padahal, goals utamanya bukanlah itu. 

    Yang terpenting, bayi bisa merasakan kulit ibu, mendengarkan detak jantung ibu, dan terbiasa dengan hangat tubuh serta bau sang ibu. Jadi, kalau bayi tiduran saja tidak masalah. Secara berkala, lanjutkan IMD sampai ia mencapai ke puting. 

    "Bayi yang baru lahir tidak serta merta menghisap puting. Ia akan tiduran di atas dada ibunya, kadang butuh waktu untuk sampai ke puting. Itupun tidak langsung menghisap puting, ada yang hanya membuka mulut, menjilat saja, itu tidak apa, tetap berhasil," ujar dr Naomi. 


  5. 5. Tidak terpatok waktu

    Pexels.com/Jonathan Borba
    Pexels.com/Jonathan Borba

    Jadi, meski tidak dalam waktu yang ideal, Mama bisa tetap melakukan IMD. Kapanpun saat kondisi sudah stabil dan normal, Mama bisa langsung melanjutkan IMD pada bayi. 

    "IMD bisa dilanjutkan perlahan setelah bayi kembali ke ruangan. Bahkan, kalau bayi ada di ruang perina pun, ibu bisa minta IMD dengan mendatangi ruangan tersebut," lanjut dr Naomi. 

    Jadi, tidak perlu terburu-buru dalam melakukan IMD. Sabar dan lakukan perlahan. Serta yang penting, utamakan kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi, ya. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More