Cara Nyaman Berhubungan Seks Setelah Persalinan Caesar

Ini yang harus Mama perhatikan sebelum berhubungan intim!

8 Oktober 2019

Cara Nyaman Berhubungan Seks Setelah Persalinan Caesar
Freepik/ijeab

Meski kita tahu persalinan caesar tidak meninggalkan trauma luka pada area vagina, Mama pasti merasa ragu ketika ingin memulai kembali aktivitas seks dengan pasangan.

Apa pun proses persalinannya, tubuh Mama tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.

Terlebih pasca operasi caesar yang cenderung membutuhkan proses penyembuhan lebih lama. Belum lagi lelahnya mengurus si Kecil yang baru lahir. Gairah Mama pun cenderung masih menurun.

1. Kapan Mama bisa memulainya?

1. Kapan Mama bisa memulainya
Freepik/bearfotos

Tidak ada waktu yang pasti untuk memulai. Namun, rata-rata perempuan merasa siap kembali bercinta setelah 6 minggu pasca melahirkan atau setelah masa nifas berhenti.

Enam minggu adalah waktu rahim untuk kembali ke ukuran normal, serta menutup kembali lebih rahimnya. Kondisi serviks perlu menutup  agar aktivitas seksual dapat dilakukan dengan aman. 

Jika setelah 6 minggu Mama masih ragu, konsultasikan pada dokter kandungan untuk memastikan apakah kondisi tubuh Mama sudah siap untuk kembali berhubungan dengan pasangan.

Beberapa Mama ada yang mengalami masalah pada luka operasi sehingga membuat mereka belum siap untuk berhubungan intim. Biasanya, dokter akan menyarankan sampai tubuh Mama benar-benar nyaman untuk kembali memulai aktifitas seks.

2. Coba posisi yang nyaman

2. Coba posisi nyaman
Freepik/nikitabuida

Area di sekitar luka sayatan operasi mungkin akan membuat Mama tidak nyaman ketika pertama kali berhubungan intim. Cobalah posisi seksual yang tidak memberi tekanan pada perut, seperti posisi  spooning.

Bicarakan juga dengan pasangan mengenai kesiapan Mama untuk memulai seks kembali.

Lakukan juga beberapa foreplay yang bisa membangkitkan gairah Mama, seperti pijat untuk membantu Mama lebih rileks.

Editors' Picks

3. Latih otot vagina dengan senam kegel

3. Latih otot vagina senam kegel
Americanpregnancy.org

Senam kegel bukan hanya untuk Mama yang melewati persalinan normal, latihan ini pun direkomendasikan untuk Mama yang melahirkan melalui persalinan caesar.

Selain untuk melatih otot vagina, senam kegel juga melatih otot di seluruh bagian panggul. Ketahanan otot tersebut dapat mempengaruhi performa Mama saat bercinta.

Senam kegel sendiri bisa dimulai sebelum melahirkan sebagai persiapan fisik menjelang persalinan. Otot panggul yang kuat dan elastis dapat membuka jalan lahir dengan mudah. Untuk melakukannya,  Mama hanya perlu berbaring dan melakukan tahapan berikut:

  1. Cari otot panggul bawah dengan cara mencoba seperti menghentikan keluarnya urin saat buang air kecil. Otot itulah yang disebut otot panggul bawah.
  2. Kencangkan otot panggul bawah hingga kurang lebih 5 detik, kemudian lepaskan. Kemudian ulangi 3-5 kali. Mama bisa meningkatkan durasi dari 5 hingga 10 detik.
  3. Saat melakukan latihan, bernapaslah seperti biasa.

Mama bisa lakukan latihan ini sebanyak 3 kali sehari untuk hasil yang optimal.

4. Peka dengan tubuh Mama

4. Peka tubuh Mama
Freepik/nensuria

Santai dan jangan terburu-buru! Jika dibandingkan dengan perempuan lainnya, mungkin masa penyembuhan tubuhmu membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Jangan memaksakan hubungan seks yang menyakitkan.

Tubuh juga perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Hal yang penting, komunikasikan secara terbuka kepada pasangan agar ia mengerti apa yang Mama rasakan.

5. Mama harus temui dokter bila mengalami ini!

5. Mama harus temui dokter bila mengalami ini
Freepik/ijeab

Periksakan kondisi Mama segera ke dokter kandungan jika mengalami rasa sakit tak tertahankan atau perdarahan saat berhubungan intim pasca persalinan caesar.

Perlu diingat, berhubungan seks untuk pertama kalinya pasca persalinan memang akan terasa sedikit tidak nyaman, terutama jika Mama menyusui, dan siklus haid belum kembali normal.

Hal tersebut bisa menyebabkan sekresi vagina alami Mama berkurang. Perhatikan juga luka sayatan! Temui dokter jika luka sayatan terasa sakit terus menerus atau bengkak. Kemungkinan Mama mengalami infeksi.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!