Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Panduan Cara Pijat Oksitosin Sebelum Melahirkan agar ASI Lebih Lancar

Panduan Cara Pijat Oksitosin Sebelum Melahirkan agar ASI Lebih Lancar
Freepik/pch.vector
Intinya Sih

  • Pijat oksitosin membantu merangsang hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI, sekaligus membuat tubuh ibu lebih rileks menjelang dan setelah persalinan.
  • Teknik pijat dilakukan di sepanjang punggung dengan tekanan lembut dan ritmis untuk menciptakan rasa tenang, sehingga pelepasan hormon oksitosin berjalan optimal.
  • Efektivitas pijat meningkat bila dikombinasikan dengan inisiasi menyusu dini, kontak kulit ke kulit, serta frekuensi menyusui rutin sesuai anjuran WHO.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang hari persalinan, wajar banget kalau Mama mulai memikirkan banyak hal, mulai dari proses melahirkan hingga kesiapan memberikan ASI untuk si Kecil. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Nanti ASI aku lancar nggak, ya?”

ASI memang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi di awal kehidupannya. Karena itu, banyak Mama mulai mencari berbagai cara agar produksi ASI bisa lebih optimal, baik sejak sebelum maupun setelah melahirkan. Selain menjaga pola makan sehat dan cukup istirahat, salah satu metode alami yang cukup populer adalah pijat oksitosin.

Pijat oksitosin merupakan teknik pijat yang dilakukan pada area punggung untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks sekaligus merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini berperan penting dalam proses menyusui, terutama untuk membantu refleks pengeluaran ASI atau let-down reflex. Secara medis, oksitosin memang berfungsi memicu keluarnya ASI saat bayi mulai menyusu.

Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa pijat oksitosin bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kelancaran ASI. Menurut rekomendasi WHO, keberhasilan menyusui juga sangat dipengaruhi oleh inisiasi menyusu dini, kontak kulit ke kulit, serta frekuensi menyusui yang rutin.

Nah, supaya Mama lebih paham dan bisa melakukannya dengan tepat, berikut Popmama.com ungkap cara pijat oksitosin menjelang persalinan agar ASI lebih lancar dan deras.

Table of Content

1. Kenali dulu fungsi hormon oksitosin dalam menyusui

1. Kenali dulu fungsi hormon oksitosin dalam menyusui

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 2.jpg
Freepik/freepik

Sebelum melakukan pijat oksitosin, Mama perlu memahami terlebih dahulu peranan hormon ini dalam proses memberikan susu. Oksitosin adalah hormon yang berperan dalam pengeluaran ASI dari payudara, bukan dalam pembuatan atau produksinya.

Berdasarkan informasi dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), hormon oksitosin berfungsi merangsang kontraksi sel-sel yang ada di sekitar kelenjar penghasil ASI, sehingga ASI dapat dikeluarkan. Proses ini dinamakan refleks let-down.

Menariknya, hormon ini sangat dipengaruhi oleh keadaan emosional seseorang. Ketika Mama berada dalam keadaan tenang dan nyaman, pelepasan oksitosin akan terjadi lebih mudah. Di sisi lain, stres dapat menghambat proses keluarnya ASI. Itulah sebabnya pijat oksitosin dapat berperan sebagai suatu bentuk relaksasi.

2. Pahami bahwa pijat oksitosin membantu tubuh lebih rileks

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 3.jpg
Popmama.com/Nadya Juyanti/AI

Pijat oksitosin pada dasarnya berfungsi untuk membantu tubuh merasakan lebih rileks. Ini merupakan hal yang penting, karena kondisi emosional Mama sangat memengaruhi kelancaran produksi ASI.

Menurut systematic review yang dipublikasikan di PubMed (2024), tindakan relaksasi terbukti dapat meningkatkan produksi ASI dan keberhasilan dalam menyusui. Ketika tubuh merasa lebih tenang, pelepasan hormon oksitosin juga akan lebih lancar, sehingga ASI bisa keluar dengan lebih baik.

Jadi, keuntungan utama dari pijat oksitosin bukanlah secara langsung “menambah” jumlah ASI, melainkan membantu menciptakan suasana yang memungkinkan refleks pengeluaran ASI berfungsi lebih optimal.

3. Fokus pijatan di area punggung atas

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 4.jpg
Popmama.com/Nadya Juyanti/AI

Pijat oksitosin dilakukan di sepanjang tulang belakang, dimulai dari punggung tengah sampai area bahu serta tulang belikat. Wilayah ini terhubung dengan serabut saraf yang dapat berkontribusi pada pelepasan hormon oksitosin.

Secara medis, stimulasi di area punggung dapat membantu tubuh mencapai keadaan lebih rileks, sehingga otak Mama bisa mempermudah pelepasan hormon oksitosin dan mendukung proses keluarnya ASI.

Lakukan pijatan dengan gerakan lembut dari bawah ke atas secara berirama selama sekitar 3 hingga 5 menit, atau sampai 10 menit sesuai dengan kenyamanan. Agar mendapatkan hasil terbaik, pijatan ini dapat melibatkan pasangan supaya Mama merasa lebih tenang.

4. Gunakan tekanan lembut dan ritmis

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 5.jpg
Popmama.com/Nadya Juyanti/AI

Saat melakuakn pijat oksitosin, penting untuk Mama memastikan tekanan yang diberikan tidak terlalu berlebihan. Gunakan sentuhan lembut dengan gerakan yang stabil dan berirama agar Mama benar-benar merasa rileks.

Berdasarkan penelitian, pijat oksitosin dapat merangsang refleks pengeluaran ASI dengan membuat tubuh lebih tenang dan nyaman. Keadaan rileks tersebut sangat penting, karena hormon oksitosin lebih mudah keluar ketika Mama tidak sedang stres.

Hal ini juga didukung oleh tinjauan systematic review yang menunjukkan bahwa intervensi yang memberikan relaksasi, termasuk sentuhan seperti pijatan, dapat berkaitan dengan peningkatan volume ASI dan kualitas menyusui Mama.

5. Ciptakan suasana nyaman saat pijat dilakukan

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 6.jpg
Popmama.com/Nadya Juyanti/AI

Saat melakukan pijat oksitosin, maka Mama harus berada dalam lingkungan yang nyaman dan damai. Contohnya, dengan keadaan tubuh yang santai, ruangan yang tenang, atau ditemani pasangan untuk merasakan rasa aman yang lebih.

Menurut World Health Organization (WHO), keadaan emosional seorang ibu sangat berpengaruh pada refleks oksitosin. Rasa nyaman, dukungan dari orang-orang terdekat, serta suasana yang positif dapat meningkatkan efektivitas hormon oksitosin dalam proses menyusui.

Sebaliknya, jika Mama mengalami stres, kecemasan, atau ketidaknyamanan, refleks keluarnya ASI dapat terhambat meskipun sebenarnya jumlah produksi ASI sudah memadai.

6. Kombinasikan dengan inisiasi menyusu dini (IMD)

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 7.jpg
Popmama.com/Nadya Juyanti/AI

Apabila Mama menginginkan hasil pijat oksitosin yang lebih baik, disarankan juga untuk melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) setelah kelahiran bayi. IMD merupakan proses menyusui yang terjadi dalam satu jam pertama setelah bayi lahir.

Menurut World Health Organization (WHO), kontak kulit antara ibu dan bayi setelah kelahiran dapat merangsang produksi hormon oksitosin secara alami. Hal ini tidak hanya mempercepat keluarnya ASI, tetapi juga memperkuat hubungan antara Mama dan bayi.

Selain itu, IMD telah terbukti meningkatkan keberhasilan proses menyusui dan membantu bayi mendapatkan kolostrum, jenis ASI awal yang kaya akan gizi dan antibodi.

7. Susui bayi secara rutin setelah lahiran

Cara Pijat Oksitosin Menjelang Persalinan agar ASI Deras 8.jpg
Freepik/rawpixel.com

Selain teknik pijat oksitosin, aspek penting untuk memastikan kelancaran ASI adalah menyusui bayi secara teratur. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang akan dihasilkan.

Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO), produksi ASI beroperasi berdasarkan hukum penawaran dan permintaan. Ini berarti, ketika ASI dilepaskan secara rutin, baik dengan menyusui langsung atau memerah, tubuh akan menghasilkan lebih banyak ASI untuk memenuhi kebutuhan si bayi.

Maka itu, teknik pijat oksitosin akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan frekuensi menyusui yang cukup, terutama pada hari-hari awal setelah melahirkan.

Jadi, pijat oksitosin dapat menjadi salah satu metode alami yang membantu Mama menjadi lebih tenang dan sekaligus mendukung kelancaran ASI. Namun, penting untuk diingat bahwa metode ini bukan satu-satunya faktor penentu, tetapi merupakan bagian dari persiapan menyusui yang lebih menyeluruh.

Menggabungkan pijat oksitosin dengan IMD, kontak kulit dengan kulit, serta menyusui secara teratur akan memberikan hasil yang lebih baik untuk Mama dan si Kecil.

Jadi, apakah Mama sudah siap mencoba pijat oksitosin sebagai salah satu langkah persiapan menjelang kelahiran? 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More