Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cuti Melahirkan Meningkatkan Angka ASI Eksklusif Sebanyak 52%
Pexels.com/Jonathan Borba
  • Cuti melahirkan bagi ibu bekerja disebut dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif hingga 52%.
  • Indonesia memberikan cuti melahirkan selama tiga bulan agar ibu dapat memulihkan diri setelah persalinan sambil fokus menyusui.
  • ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi terus dikampanyekan sebagai upaya membangun masa depan yang lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyusui secara eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan bayi menjadi kampanye yang terus digaungkan untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Menariknya, cuti melahirkan pada ibu bekerja bisa meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif sampai 52%.

Indonesia memiliki kebijakan untuk memberikan cuti pada ibu melahirkan sebanyak 3 bulan lamanya. Di waktu tersebut, ibu diharapkan bisa memulihkan diri pasca melahirkan sembari fokus mengASIhi.

Cuti tersebut telah terbukti memiliki efek positif karena bisa meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif bahkan hingga lebih dari 50%. Seperti apa efeknya? Popmama.com akan menjabarkannya untuk Mama.

1. Bagaimana aturan cuti melahirkan di Indonesia

Pexels.com/Alena Darmel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan cuti melahirkan selama 18 minggu atau sekitar 6 bulan. Di Indonesia sendiri, berdasarkan UU KIA tahun 2024, diatur bahwa ibu yang bekerja berhak mendapatkan cuti melahirkan selama 6 bulan. 

Cuti ini terdiri dari 3 bulan pertama yang wajib diberikan oleh pemberi kerja dan 3 bulan berikutnya bisa diberikan jika terdapat kondisi khusus. Hal ini merupakan perbaikan kebijakan yang cukup baik, mengingat sebelumnya, cuti melahirkan hanya diberikan pada 3 bulan pertama saja. Walau pada kenyataannya, belum banyak yang bisa dengan mudah mendapatkan cuti 3 bulan lanjutannya. 

Meski begitu, peraturan di Indonesia masih cukup baik. Mengingat di Vietnam, cuti melahirkan hanya berlangsung selama 180 hari saja. 

2. Efek cuti melahirkan bagi keberhasilan ASI

Magnific.com/freepik

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka pemberian ASI eksklusif meningkat tajam, dari 32% di tahun 2007, jadi 74,73% di tahun 2024. Hal ini tidak bisa didapat begitu saja. Karena kebijakan dari pemerintah pun berpengaruh besar untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Pada faktanya, pemberian cuti internal bisa meningkatkan angka keberhasilan tersebut.

"Cuti internal berbayar mampu meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif sebesar 52%," demikian menurut Ketua Satgas ASI IDAI Dr. dr. Naomi Esthernita F.D., Sp.A, Subsp.Neo.(K), dalam acara Puncak Perayaan Pekan ASI Sedunia 2026 di RSUI, Depok, Sabtu (8/8/2026).

3. Hambatan yang mungkin terjadi

Pexels.com/Sarah Chai

Menurut studi yang dilakukan di tahun 2018, terbukti bahwa ibu yang cuti melahirkan selama 6 bulan atau lebih memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, dibandingkan dengan ibu yang mendapatkan cuti melahirkan kurang dari 6 bulan. 

Selain itu, keberhasilan pun berpengaruh dari bagaimana kebijakan yang berlaku di kantor sang Mama. Sayangnya, kembali ke kantor menjadi salah satu sumber kegagalan keberlangsungan ASI eksklusif juga. 

"Ibu yang bekerja banyak yang memutuskan untuk stop ASI karena kurangnya dukungan dari tempatnya bekerja," lanjut dr Naomi.  Kebijakan yang tidak pro ibu menyusui, hambatan karier, menumpuknya pekerjaan menjadi beberapa penyebab terhentinya ASI eksklusif pada ibu dan anak di 6 bulan pertama. 

4. Apa yang bisa dilakukan?

Freepik.com/cookie

Terputusnya ASI eksklusif pada ibu yang bekerja bisa dihindari dengan dukungan yang tepat. Dukungan bisa didapat dari keluarga, lingkungan, dan tempat kerja. 

"Dukungan di tempat kerja bukan hanya menyediakan ruangan laktasi saja, tapi juga memberikan kesempatan untuk pumping dan dukungan seperti loker ASI, freezer ASI. Kalau tidak, ya angka keberhasilannya tidak bisa meningkat," tutup dr Naomi. 

Jadi, keberhasilan menyusui memang butuh bantuan dan dukungan dari semua pihak. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article