Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penyebab Kulit Kering setelah Melahirkan, Pemicunya Perubahan Hormon

Penyebab Kulit Kering setelah Melahirkan, Pemicunya Perubahan Hormon
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Kulit kering setelah melahirkan terutama dipicu penurunan drastis estrogen dan progesteron, yang mengurangi produksi minyak alami serta kelembapan kulit.
  • Sering mencuci tangan, paparan air hangat, dan hand sanitizer dapat merusak lapisan pelindung kulit, membuat tangan pecah-pecah; pelembap sebaiknya dioleskan segera setelah dibersihkan.
  • Kulit kering juga dapat berkaitan dengan gangguan tiroid, kambuhnya eksim, atau rendahnya cadangan zat besi, yang dapat memperlambat regenerasi dan pemulihan kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perubahan hormon, kurang tidur, serta kesibukan merawat si Kecil di rumah sering kali membuat kondisi tubuh ibu baru mengalami banyak penyesuaian. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan adalah kulit yang terasa jauh lebih kering, kencang, hingga bersisik dari biasanya.

Melansir dari Vitals Vault Team, kondisi ini biasanya dipicu oleh kombinasi perubahan hormon yang cepat serta rusaknya lapisan pelindung kulit akibat terlalu sering mencuci tangan atau terpapar air hangat. Memahami akar masalahnya tentu menjadi langkah awal yang sangat penting agar Mama bisa memberikan perawatan yang paling tepat.

Supaya Mama tidak salah langkah dalam merawat kelembapan kulit di masa pemulihan ini, berikut Popmama.com bagikan penyebab kulit kering setelah melahirkan.

  1. 1. Penurunan hormon yang mengurangi minyak alami

    Penurunan hormon yang mengurangi minyak alami
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Setelah proses persalinan selesai, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh mengalami penurunan yang cukup drastis. Perubahan yang terjadi secara cepat ini membuat produksi minyak alami kulit berkurang, sehingga kelembapannya ikut menghilang.

    Akibatnya, kulit mama bisa tiba-tiba terasa kering dan tipis, terutama di area wajah, tangan, serta tulang kering. Fokus utama dalam merawat kulit saat ini adalah mengembalikan kelembapannya secara konsisten setiap hari.

    Perawatan yang tepat akan membantu mengembalikan kenyamanan kulit Mama tanpa harus menggunakan produk yang terlalu rumit.

  2. 2. Terlalu sering mencuci tangan dan pakai hand sanitizer

    Terlalu sering mencuci tangan dan pakai hand sanitizer
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Merawat bayi baru lahir menuntut Mama untuk lebih sering mencuci tangan, menyiapkan perlengkapan, hingga memakai hand sanitizer berbasis alkohol. Kebiasaan harian ini lama-kelamaan dapat melunturkan lipid atau lemak pelindung alami di permukaan kulit.

    Tidak heran jika area buku-buku jari tangan menjadi terasa perih, pecah-pecah, serta sangat kering saat disentuh. Menyiasatinya bisa dilakukan dengan langsung mengoleskan krim pelembap lembut setiap selesai mencuci tangan.

    Perhatian kecil pada kebiasaan praktis ini sangat membantu melindungi kulit tangan Mama agar tetap lembut.

  3. 3. Penurunan fungsi tiroid yang memengaruhi kulit

    Penurunan fungsi tiroid yang memengaruhi kulit
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Sebagian perempuan bisa mengalami fluktuasi atau peradangan pada kelenjar tiroid beberapa bulan setelah melahirkan. Ketika fungsi tiroid menurun, proses regenerasi sel kulit dan produksi minyak alami tubuh akan melambat secara signifikan.

    Kondisi ini biasanya juga disertai dengan rasa lelah berlebihan, sering merasa kedinginan, hingga rambut yang semakin mudah rontok. Jika kulit kering dirasa sangat parah, berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan darah bisa menjadi langkah yang bijak.

    Penanganan yang bersumber dari dalam tentu akan membantu memulihkan kesehatan kulit Mama secara menyeluruh.

  4. 4. Kambuhnya masalah eksim atau dermatitis atopik

    Kambuhnya masalah eksim atau dermatitis atopik
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Stres fisik, kelelahan akibat kurang tidur, dan kondisi pelindung kulit yang melemah dapat memicu timbulnya eksim. Kulit kering akibat kondisi ini biasanya terasa jauh lebih gatal, kasar, serta memerah di beberapa bagian tubuh.

    Mama perlu memberikan perhatian ekstra agar tidak sering menggaruk area kulit yang gatal tersebut demi mencegah luka. Penggunaan krim pelembap khusus yang menenangkan sangat dibutuhkan untuk meredakan peradangan secara bertahap.

    Menjaga ketenangan pikiran dan istirahat cukup juga berperan besar dalam mencegah eksim datang kembali.

  5. 5. Rendahnya cadangan zat besi dalam tubuh

    Rendahnya cadangan zat besi dalam tubuh
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Proses persalinan yang melibatkan kehilangan darah serta kebutuhan nutrisi tinggi selama hamil dapat menurunkan cadangan zat besi. Meskipun kadar hemoglobin tampak normal, rendahnya simpanan zat besi bisa memperlambat proses pemulihan jaringan kulit.

    Hal ini membuat kulit yang pecah-pecah dan mengalami iritasi menjadi lebih lama untuk kembali pulih seperti sediakala. Memenuhi asupan nutrisi seimbang dari makanan kaya zat besi sangat penting untuk mendukung pemulihan ini.

    Perawatan dari dalam tubuh tentu akan melengkapi hasil perawatan kulit yang Mama lakukan sehari-hari.

  6. 6. Waktu penggunaan pelembap yang kurang tepat

    Waktu penggunaan pelembap yang kurang tepat
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Banyak orang mengira jenis merek produk adalah segalanya, padahal waktu pengaplikasian pelembap jauh lebih menentukan keefektifannya. Pelembap bekerja paling maksimal saat dioleskan untuk mengunci air yang masih menempel di kulit setelah mandi atau mencuci tangan.

    Jika Mama melewatkan jeda emas ini, kelembapan alami kulit akan lebih cepat menguap ke udara bebas. Cukup biasakan mengoleskan krim pelembap dalam waktu satu menit setelah kulit dibersihkan secara rutin.

    Kebiasaan sederhana ini terbukti ampuh mengembalikan kekenyalan kulit kering dalam waktu singkat.

    Tetap semangat merawat diri dan kesehatan kulit ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More