Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ibu ODGJ Melahirkan Prematur di Buleleng, Pemerintah Jamin Perawatan

Ilustrasi melahirkan
Freepik/freestockcenter
Intinya sih...
  • Mama dirawat di ruang khusus kejiwaan untuk memastikan kondisi kesehatan mentalnya pasca persalinan.
  • Kadek TAS memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak remaja dan kondisinya kambuh saat hamil.
  • Keluarga melapor ke Dinas Sosial karena kehamilan masuk kategori berisiko tinggi, namun bayi laki-laki lahir dengan kondisi stabil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seorang perempuan dengan status Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diketahui baru saja menjalani proses persalinan dan melahirkan bayi prematur di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (2/1/2026).

Ibu bernama Kadek TAS (26) ini kini tengah mendapatkan perawatan intensif, sementara si Kecil juga menjalani penanganan medis khusus. 

Berikut Popmama.com akan menjelaskan bagaimana peristiwa kelahiran Mama dengan riwayat ODGJ, melansir dari akun Youtube @DinsosBuleleng.

Table of Content

1. Mama menjalani perawatan di ruang khusus kejiwaan

1. Mama menjalani perawatan di ruang khusus kejiwaan

Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Saat ini, Kadek TAS dirawat di Ruang Akasia RSUD Buleleng, yaitu ruang khusus bagi pasien dengan gangguan kejiwaan.

Perawatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mental Mama tetap terpantau pasca persalinan.

2. Riwayat gangguan kejiwaan sudah dialami sejak remaja

Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Diketahui, sejak usia 16 tahun Kadek pernah menjalani perawatan di RSJ Manah Shanti Mahottama, Bangli.

Kondisinya sempat membaik dan ia kembali ke lingkungan keluarga sebelum akhirnya menikah.


3. Kondisi kejiwaan kambuh saat memasuki masa kehamilan

Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Memasuki fase kehamilan, kondisi kejiwaan Mama kembali kambuh.

Ia menolak mengonsumsi obat dan vitamin kehamilan, sehingga pemantauan kondisi janin menjadi tidak optimal dan berisiko bagi kesehatan Mama maupun bayi.


4. Keluarga melapor ke Dinas Sosial demi keselamatan Mama dan bayi

 Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, pihak keluarga akhirnya melapor ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan evaluasi dan keputusan membawa Mama ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.


5. Kehamilan masuk kategori berisiko tinggi

 Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menyebutkan bahwa kehamilan yang dijalani Kadek termasuk dalam kehamilan berisiko tinggi, sehingga membutuhkan pendampingan dan pengawasan ekstra dari tenaga medis dan pihak terkait.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kandungan dan kejiwaan, tim medis menyatakan kehamilan berisiko tinggi. Karena itu, pada usia kehamilan tujuh bulan dilakukan operasi caesar, sekaligus tindakan steril berdasarkan pertimbangan medis,” ujar Kepala Dinas Sosial Buleleng dalam akun Youtube @DinsosBuleleng.

6. Bayi laki-laki lahir dengan kondisi stabil

 Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Meski lahir prematur, bayi laki-laki yang dilahirkan dilaporkan dalam kondisi sehat dengan berat badan sekitar 2,7 kilogram.

Saat ini, bayi sang Ibu dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Buleleng sebagai langkah antisipasi.

7. Pendampingan intensif terus dilakukan pasca persalinan

 Ilustrasi Ibu ODGJ Melahirkan Prematur
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Mulai dari sebelum hingga setelah persalinan, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng melakukan pendampingan intensif terhadap Mama dan si Kecil.

Petugas dijadwalkan secara khusus untuk memastikan kebutuhan keduanya terpenuhi selama masa perawatan.

Hingga kini, pemerintah daerah masih menjalin komunikasi dengan pihak keluarga untuk membahas rencana pengasuhan dan masa depan si Kecil, agar tumbuh kembangnya dapat berlangsung dengan aman.

“Nanti akan kami koordinasikan apakah ibu bisa merawat bayinya, diserahkan ke keluarga suami, atau ditangani negara. Semua akan diputuskan dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Kepala Dinas Sosial Buleleng dalam akun Youtube @DinsosBuleleng.

itulah kronologi proses persalinan Kadek Tas, peristiwa ini mengajarkan bahwa pentingnya pendampingan kesehatan fisik dan mental bagi Mama, terutama selama masa kehamilan hingga pasca persalinan, demi memastikan keselamatan dan tumbuh kembang si Kecil tetap terjaga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

7 Cara Mengatasi Telinga Berdenging saat Hamil Tua, Kurangi Kafein

10 Jan 2026, 19:18 WIBPregnancy