Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASI Seret Sebelah Bikin Cemas, Ini Solusi untuk Mama
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Produksi ASI sebelah dapat berbeda karena struktur jaringan, kapasitas penyimpanan, dan refleks let-down tiap payudara tidak selalu sama.
  • Preferensi posisi bayi atau ibu, termasuk ketidaknyamanan akibat infeksi maupun cedera lahir, bisa membuat satu sisi jarang dihisap sehingga produksinya menurun.
  • Mulai menyusui dari sisi yang seret, tambah pumping dan pijatan, serta coba variasi posisi untuk memberi stimulasi dan membantu bayi nyaman menyusu di kedua sisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa heran karena ASI cuma lancar di satu sisi? Tenang dulu ya, Ma! Kondisi produksi ASI yang tidak seimbang ini sangat umum dialami oleh ibu menyusui.

Melansir dari Medela, struktur anatomi payudara pada dasarnya tidak selalu simetris. Jumlah jaringan kelenjar dan kapasitas penampung ASI di tiap sisi bisa berbeda, sehingga wajar jika ada satu sisi yang lebih produktif.

Mama tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Berikut Popmama.com bagikan penyebab dan solusi saat ASI cuma seret sebelah!

1. Perbedaan struktur jaringan dan refleks let-down

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Ukuran serta jumlah jaringan kelenjar penghasil ASI di kanan dan kiri tidak selalu sama persis. Hal ini secara alami memengaruhi kapasitas simpanan dan volume ASI di tiap sisi.

Kekuatan refleks let-down (LDR) pada kedua payudara juga bisa berbeda. LDR yang terlalu deras atau lambat sering membuat bayi frustrasi dan enggan menyusu di sisi tersebut.

Kombinasi faktor fisik alami inilah yang membuat salah satu payudara memproduksi ASI lebih sedikit.

2. Preferensi posisi nyaman dari bayi maupun Mama

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Si Kecil mungkin punya posisi favorit yang membuatnya lebih mudah melakukan pelekatan (latch-on). Rasa tidak nyaman akibat infeksi atau cedera lahir juga bisa membuat bayi menolak sisi tertentu.

Kebiasaan Mama yang lebih sering memangku bayi di satu posisi nyaman juga turut berpengaruh. Sisi yang jarang mendapatkan hisapan otomatis akan memproduksi ASI lebih sedikit.

Penting untuk mengevaluasi kembali kenyamanan posisi Mama dan si Kecil saat menyusui.

3. Rutin mengawali sesi menyusui dari sisi yang seret

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Guna merangsang produksi di area yang seret, biasakan mengawali sesi menyusui dari payudara tersebut. Isapan bayi pada awal sesi biasanya jauh lebih kuat.

Hisapan yang mantap di awal waktu makan akan memberi sinyal efektif pada tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI. Lakukan trik ini secara konsisten.

Cara sederhana ini sangat membantu memberikan stimulasi ekstra pada jaringan kelenjar ASI.

4. Menambahkan jadwal pumping dan pijat payudara

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Menambah sesi memompa pada payudara yang seret merupakan langkah yang sangat disarankan. Menurut panduan Medela, pengeluaran cairan secara berkala memberi sinyal bahwa kebutuhan ASI meningkat.

Mama juga bisa melakukan pijatan lembut dari pangkal ke arah puting sebelum memompa. Pijatan ini efektif membantu melancarkan aliran ASI.

Semakin sering cairan dikeluarkan, sinyal pembentukan ASI baru akan terkirim lebih cepat.

5. Bereksplorasi dengan variasi posisi menyusui

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jika si Kecil enggan menyusu di sisi yang kurang produktif, cobalah posisi football hold atau menyusui miring. Variasi posisi bisa membantu bayi merasa lebih nyaman.

Waktu terbaik menawarkan payudara yang kurang disukai adalah saat bayi mulai mengantuk. Dalam kondisi setengah tertidur, biasanya si Kecil tidak terlalu pemilih.

Kesabaran dalam mencoba berbagai posisi akan membantu si Kecil terbiasa menyusu di kedua sisi.

Perjalanan menyusui memang butuh waktu dan penyesuaian, jadi tetap bersabar ya, Ma! Percayalah pada prosesnya dan terus berikan kasih sayang terbaik agar momen menyusui terasa makin menyenangkan!

Curated For You

Editorial Team

Related Article