5 Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui, Selain Dapat Pahala

- Puasa bagi ibu menyusui diperbolehkan jika kondisi kesehatan baik dan telah dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menjalankannya selama Ramadan.
- Manfaat puasa meliputi pengaturan pola makan, penurunan risiko diabetes dan kolesterol, serta peningkatan kesehatan jantung yang turut mendukung produksi ASI.
- Selain manfaat fisik, puasa juga membantu menetralkan racun dalam tubuh dan menstabilkan emosi akibat perubahan hormon saat menyusui.
Sebagian besar ibu menyusui mungkin masih ragu untuk berpuasa di bulan Ramadan. Mereka khawatir asupan nutrisi untuk si Kecil akan terganggu ketika memutuskan untuk berpuasa.
Di sisi lain, ibu menyusui juga ingin menjalankan ibadah puasa Ramadan yang hanya bisa dilakukan setahun sekali.
Saat Mama ragu, tak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Dokter umumnya memperbolehkan Mama untuk berpuasa apabila tidak ada riwayat penyakit tertentu. Perlu diketahui, puasa ternyata bisa memberikan manfaat bagi ibu menyusui.
Apa saja manfaat puasa bagi ibu menyusui? Di bawah ini Popmama.com telah rangkum lima manfaat puasa bagi ibu menyusui.
Table of Content
Kumpulan Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui
1. Mencegah penyakit diabetes

Ketika menyusui, nafsu makan mama mungkin bertambah karena Mama harus membagi nutrisi makanan dengan si Kecil. Nafsu makan yang meningkat bisa menyebabkan pola makan yang berlebihan. Itulah sebabnya, berpuasa bisa membantu Mama mengatur pola makan yang baik.
Pola makan yang teratur bisa memperkecil risiko terserang penyakit diabetes. Namun, perlu diingat, Mama juga harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa. Saat sahur, Mama sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan serat.
Kemudian, saat berbuka puasa, Mama bisa menambah makanan yang mengandung lemak, vitamin, dan mineral. Walaupun pola makan menjadi lebih teratur, Mama tetap harus membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, ya.
2. Menurunkan kadar kolesterol

Pada bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat tarawih. Ketika Mama rutin melakukannya, maka secara otomatis tubuh mama akan membakar kalori dari makanan yang disantap saat berbuka puasa.
Jika tubuh mama aktif bergerak setelah berbuka puasa, maka peredaran darah menjadi lebih lancar dan kadar kolesterol pun bisa turun. Penurunan kadar kolesterol juga dapat mencegah dari penyakit berbahaya seperti penyumbatan pembuluh darah dan gangguan jantung.
3. Menjaga kesehatan jantung

Telah disinggung sebelumnya bahwa berpuasa bisa menurunkan kadar kolesterol. Apabila kadar kolesterol turun, maka itu memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Ibu menyusui yang memiliki jantung sehat, maka secara otomatis produksi ASI juga meningkat. Mama pun tak perlu khawatir dengan asupan nutrisi untuk bayi ketika produksi ASI melimpah.
4. Menetralkan racun

Manfaat puasa selanjutnya adalah menetralkan racun. Saat berpuasa, bisa menjadi kesempatan bagi Mama untuk mengurangi asupan makanan tidak sehat yang masuk ke tubuh.
Artinya, Mama membatasi jumlah asupan kalori kosong dan lemak jenuh. Tubuh mama pun bisa menghasilkan enzim antioksidan alami yang mampu membersihkan racun atau zat kimia berbahaya dalam tubuh.
5. Menstabilkan emosi

Terpenting adalah berpuasa dapat membantu menstabilkan emosi mama. Saat menyusui, terjadi perubahan hormon dalam tubuh mama yang menyebabkan Mama mudah marah atau mengalami mood swing. Dengan berpuasa, Mama melatih diri sendiri untuk menahan amarah demi mendapatkan pahala puasa.
Itulah sejumlah manfaat puasa bagi ibu menyusui. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, Mama tetap harus konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Demi kesehatan mama dan bayi, Mama sebaiknya hanya berpuasa jika telah diizinkan oleh dokter, ya.
FAQ Seputar Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui
| Apa yang terjadi jika ibu menyusui puasa? | Jika ibu menyusui berpuasa, produksi dan kualitas ASI umumnya tidak terpengaruh secara signifikan, namun ibu harus sangat memperhatikan hidrasi dan nutrisi saat sahur/buka puasa untuk menjaga kesehatan diri dan kecukupan nutrisi bayi; dehidrasi bisa menyebabkan ibu pusing, kering, dan bayi rewel, yang berarti puasa harus dibatalkan. Puasa lebih aman jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan karena sudah mendapat makanan pendamping (MPASI) selain ASI eksklusif, sementara bayi di bawah 6 bulan memerlukan ASI eksklusif. |
| Apa ciri-ciri ibu menyusui kurang kalsium? | Tanda ibu menyusui kekurangan kalsium meliputi kram otot, kesemutan, sakit gigi, kelelahan ekstrem, kuku rapuh, rambut rontok, nyeri punggung, serta bisa juga menyebabkan gangguan tidur dan perubahan suasana hati (mood swing). Gejala ini terjadi karena bayi mengambil kalsium dari tubuh ibu, sehingga ibu harus ekstra memenuhi kebutuhan kalsium harian, yaitu 1200 mg/hari. |
| Berapa bayar fidyah 30 hari ibu menyusui? | Untuk 30 hari puasa yang ditinggalkan ibu menyusui, fidyahnya adalah 45 kg beras (atau setara uang) jika menggunakan takaran 1,5 kg/hari, atau sekitar 22,5 kg beras dengan takaran 0,75 kg/hari, atau bisa juga berupa makanan pokok siap saji untuk 30 orang fakir miskin, dengan nilai uang per hari sekitar Rp60.000 - Rp65.000 (tergantung wilayah) sehingga totalnya Rp1.800.000 - Rp1.950.000. Pilihan pembayaran bisa berupa bahan makanan atau uang, tergantung kebijakan BAZNAS daerah atau kesepakatan ulama setempat, dengan rumus 30 hari x takaran per hari. |



-DyXrk0cE8TZCCSFteJtHZpBAd3bpzFZW.png)
-qavSHSUbn7Ya5YKypkjD4dM9V2WWsnEc.png)














