Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Makanan Penyebab Hormon Prolaktin Naik, Pengaruhi Produksi ASI
Freepik.com/ KamranAydinov
  • Hormon prolaktin berperan penting dalam produksi ASI, namun kadar tinggi di luar masa menyusui bisa memicu gangguan menstruasi, kesuburan, dan keseimbangan hormon reproduksi.
  • Makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta daging olahan dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan kadar prolaktin melalui perubahan sistem hormonal.
  • Konsumsi berlebihan produk kedelai dan alkohol juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon karena efeknya terhadap estrogen dan dopamin yang berhubungan dengan produksi prolaktin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hormon prolaktin memiliki peran penting dalam tubuh, terutama dalam mendukung produksi ASI pada ibu menyusui. Namun, tahukah Mama, jika hormon prolaktin bisa naik di luar masa menyusui?

Kadar prolaktin naik di luar masa menyusui bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan menstruasi, kesulitan hamil, hingga perubahan hormon reproduksi. Selain dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu, pola makan sehari-hari juga dapat berperan dalam menjaga keseimbangan hormon.

Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan kadar prolaktin meningkat secara tidak normal. Karena itu, penting bagi Mama untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi agar kadar hormon prolaktin tetap stabil dan kesehatan tubuh tetap terjaga.

Berikut, Popmama.com merangkum informasi mengenai makanan yang dapat menyebabkan hormon prolaktin naik. Yuk, disimak!

1. Makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Makanan seperti kue, pastry, donat, roti putih, serta berbagai dessert manis memang menggoda untuk dikonsumsi. Namun, jenis makanan ini mengandung gula sederhana yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat.

Ketika gula darah meningkat, tubuh akan memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu resistensi insulin dan gangguan metabolisme yang berhubungan dengan perubahan hormon dalam tubuh, termasuk prolaktin.

Melansir jurnal dari National Institutes of Health, gangguan metabolik seperti resistensi insulin dapat berkaitan dengan peningkatan kadar prolaktin pada beberapa kondisi endokrin.

2. Makanan tinggi lemak jenuh dan fast food

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Mama mungkin sesekali menikmati gorengan atau makanan cepat saji seperti burger dan ayam goreng tepung. Namun, makanan tinggi lemak jenuh dan kalori ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.

Dilansir dari Mayo Clinic, pola makan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. Ketika metabolisme tubuh terganggu, sistem hormon juga bisa ikut terpengaruh, termasuk hormon prolaktin yang diproduksi oleh kelenjar pituitari.

3. Mengonsumsi produk kedelai dalam jumlah berlebihan

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai memang kaya nutrisi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan fitoestrogen di dalamnya dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, perubahan hormon estrogen dapat memengaruhi produksi prolaktin karena kedua hormon ini saling berhubungan dalam sistem endokrin. Oleh karena itu, konsumsi kedelai sebaiknya tetap dalam jumlah yang sesuai ya, Ma.

4. Daging olahan dan makanan ultra-proses

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Makanan daging olahan seperti sosis, nugget, hingga makanan instan masuk dalam makanan ultra proses, yaitu makanan sudah melalui proses pematangan di tahap awal. Jenis makanan ini biasanya mengandung natrium tinggi, bahan pengawet, serta lemak tidak sehat.

Konsumsi makanan ultra proses secara berlebihan dapat memicu gangguan metabolisme dan peradangan dalam tubuh. Menurut penelitian yang dirangkum oleh National Institutes of Health, pola makan tinggi makanan olahan dapat memengaruhi regulasi hormon, termasuk hormon reproduksi seperti prolaktin.

5. Alkohol yang berlebih

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Selain makanan, beberapa jenis minuman juga dapat memengearuhi keseimbangan hormon yang dapat memicu kadar prolaktin naik. Konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat menurunkan kadar dopamin, yaitu zat kimia di otak yang berfungsi menghambat produksi prolaktin. Melansir dari jurnal yang dipublikasi melalui National Institutes of Healt, ketika dopamin menurun, kadar prolaktin bisa meningkat.

Itulah informasi mengenai makanan penyebab hormon prolaktin yang naik, tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan kesehatan secara umum namun juga dapat menyebabkan gangguan pada hormon. Untuk itu, mulalah menerapkan hidup sehat ya, Ma.

Editorial Team