Proses melahirkan adalah momen yang luar biasa sekaligus penuh perjuangan ya, Ma. Setelah perjuangan panjang mengejan dan si Kecil berhasil lahir ke dunia, perhatian kita biasanya langsung terfokus pada sang buah hati. Namun, tahukah Mama bahwa perjuangan tubuh seorang ibu sebenarnya belum benar-benar selesai tepat setelah bayi lahir?
Ada satu tugas penting yang harus diselesaikan oleh tubuh Mama secara alami, yaitu rahim yang wajib tetap berkontraksi dengan kuat. Banyak Mama baru yang mengira kontraksi hanya terjadi sebelum melahirkan untuk mendorong bayi keluar. Padahal, kontraksi pasca-persalinan justru memegang peranan hidup dan mati yang sangat krusial bagi keselamatan diri Mama sendiri.
Melansir melalui instagram pribadinya @amirfahad.spog, kondisi rahim yang gagal berkontraksi atau mendadak lemas pasca-persalinan dikenal dalam dunia medis dengan istilah atonia uteri. Ketika atonia uteri terjadi, rahim akan terasa lembek seperti balon yang kempes dan kehilangan kekuatannya untuk meremas. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena menjadi salah satu pemicu utama terjadinya perdarahan hebat pasca-salin yang bisa membahayakan nyawa.
Agar Mama lebih paham mengapa rahim harus tetap kontraksi setelah melahirkan, kali ini Popmama.com rangkum bahaya atonia uteri yang wajib diwaspadai khusus buat Mama!
