Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Zuo Yue Zi, 30 Hari Berpiyama Pasca Melahirkan di China

Mengenal Zuo Yue Zi, 30 Hari Berpiyama Pasca Melahirkan di China
Magnific.com/freepik
Intinya Sih
  • Zuo Yue Zi adalah tradisi Tionghoa yang mewajibkan Ibu baru beristirahat total selama 30 hari

  • Selama masa ini, Ibu dilarang terkena air atau angin karena dipercaya dapat menyebabkan penyakit.

  • Diet khusus diterapkan dengan fokus pada makanan hangat seperti sup jahe dan kaldu ayam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bagi sebagian besar perempuan di dunia modern, masa setelah melahirkah adalah suatu momen untuk kembali aktif, setidaknya untuk menghirup udara segar di luar rumah. 

Namun, hal ini tidak berlaku bagi para Mama di China. Mereka memiliki tradisi kuno bernama Zuo Yue Zi, sebuah praktik pemulihan pasca melahirkan yang mengharuskan setiap Ibu tetap berada di dalam rumah selama 30 hari penuh. 

Tradisi yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu ini bukan sekadar istirahat biasa. Ini adalah sebuah aturan yang harus diikuti demi kesehatan jangka panjang sang Ibu. 

Berikut ini Popmama.com rangkum berita selengkapnya mengenai Zuo Yue Zi, 30 hari berpiyama pasca melahirkan di China.

1. Apa Itu Zuo Yue Zi tradisi pasca melahirkan di China

Tradisi Pemberian Nama Bayi di Dunia, Jadi Inspirasi Ibu Pasca Lahiran (4).jpg
Magnific.com/pvproductions

Masyarakat Tionghoa mengenal tradisi Zuo Yue Zi pasca melahirkan. Inti dari praktik ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu membiarkan para Ibu yang baru saja bersalin untuk "duduk" atau beristirahat total tanpa dibebani pekerjaan apa pun selama 30 hari. 

Bahkan, dalam versi yang lebih tradisional, sang Ibu disarankan untuk tetap berada di tempat tidur atau hanya mengenakan piyama sepanjang waktu.

Meskipun sudah ada sejak ribuan tahun lalu, kebiasaan ini masih sangat kental dijalankan sebagai cara terbaik untuk memulihkan energi setelah melahirkan. 

Tujuannya, untuk mengembalikan energi (Qi) yang hilang selama proses persalinan

Masyarakat China percaya bahwa tubuh Ibu setelah melahirkan berada dalam kondisi yang sangat rentan, sehingga membutuhkan perlindungan maksimal agar terhindar dari penyakit di masa tua.

2. Larangan mandi dan keramas setelah melahirkan

Mengena Zuo Yue Zi, 30 Hari Berpiyama Pasca Melahirkan di China.jpg
Magnific.com/freepik

Salah satu bagian paling menantang dari tradisi ini adalah larangan terkena air dan angin. Mengapa demikian?

Kepercayaan tradisional menganggap air dan angin dapat masuk ke dalam pori-pori kulit yang masih terbuka pasca melahirkan, yang nantinya bisa menyebabkan rematik atau nyeri sendi di kemudian hari. 

Meskipun di era modern ini aturan mulai melonggar, seperti boleh mandi dengan air hangat, namun masyarakat tetap mematuhi prinsip bahwa tubuh harus dijauhkan dari kondisi ‘dingin’ pasca melahirkan. 

3. Diet khusus, fokus pada makanan hangat

Mengena Zuo Yue Zi, 30 Hari Berpiyama Pasca Melahirkan di China (2).jpg
Magnific.com/jcomp

Selama 30 hari ini, urusan dapur pun diatur secara ketat. Mama yang menjalani Zuo Yue Zi dilarang makan buah atau sayuran mentah karena dianggap bersifat ‘dingin’.

Sebaliknya, mereka harus mengonsumsi makanan yang dianggap ‘panas’ atau ‘hangat’ secara energi, seperti:

  • Sup kaki babi dengan cuka hitam dan jahe.

  • Masakan yang menggunakan banyak minyak wijen.

  • Kaldu ayam yang dimasak dalam waktu lama.

Makanan ini dipercaya dapat membantu pengeluaran darah nifas, meningkatkan produksi ASI, dan memulihkan kekuatan rahim.

Dahulu, Zuo Yue Zi biasanya dipandu oleh ibu mertua di rumah. Namun, seiring dengan perubahan zaman di China, tradisi ini telah berubah menjadi industri bernilai miliaran dolar. 

Sekarang, banyak Mama dari kelas menengah ke atas yang memilih menghabiskan 30 hari mereka di pusat pemulihan pasca melahirkan yang mewah atau hotel khusus.

Di sana, mereka tidak hanya dipantau oleh perawat profesional untuk urusan bayi, tetapi juga mendapatkan perawatan kecantikan, konsultasi nutrisi, dan lingkungan yang steril, namun tetap dengan prinsip dasar Zuo Yue Zi yang dimodifikasi secara medis.

Kalau menurut Mama, mungkinkah tradisi seperti ini diterapkan di Indonesia? 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More