- pergelangan tangan
- tangan
- pinggul
Normalkah jika Badan Ibu Hamil Terasa Pegal saat Bangun Tidur?

- Badan pegal saat bangun tidur umum dialami ibu hamil karena perubahan hormon, postur tubuh, dan kualitas tidur yang menurun.
- Sebagian besar nyeri dan pegal selama kehamilan bersifat normal, namun perlu diwaspadai jika disertai nyeri hebat, mati rasa, atau gejala lain yang mengganggu aktivitas.
- Penanganan aman meliputi istirahat cukup, peregangan ringan, yoga, pijat, serta konsultasi dokter sebelum menggunakan obat pereda nyeri.
Kehamilan menyebabkan perubahan di hampir setiap bagian tubuh Mama. Pusat gravitasi mama bergeser, organ-organ bergerak untuk mengakomodasi janin yang sedang tumbuh, dan otot serta persendian mama menjadi tegang. Mama pun tidak jarang merasa pegal meski tidak melakukan pekerjaan berat.
Meskipun terasa tidak nyaman, sebagian besar nyeri, pegal dan sakit ini adalah bagian yang wajar dari kehamilan. Tetapi beberapa di antaranya dapat mengindikasikan masalah.
Namun jika badan ibu hamil terasa pegal setelah bangun tidur, apakah kondisi ini normal? Bila Mama mengalaminya, simak penjelasannya pada ulasan Popmama berikut ini.
Normalkah jika Badan Ibu Hamil Terasa Pegal saat Bangun Tidur?

Badan terasa pegal saat bangun tidur merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Saat hamil, tubuh mama bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan diri dengan banyak hal. Seperti perubahan hormon, penambahan berat badan, serta posisi tidur yang tidak sebebas sebelum hamil.
Saat hamil, hormon relaksin membuat otot dan sendi menjadi lebih longgar, Ma. Ditambah perubahan postur tubuh dan kualitas tidur yang menurun, semuanya bisa membuat badan ibu hamil terasa pegal dan kaku saat bangun.
Keluhan ini pada umumnya akan membaik dengan istirahat cukup, posisi tidur yang lebih nyaman, melakukan peregangan ringan, dan menjaga aktivitas tetap seimbang.
Tapi, bila pegal disertai beberapa gejala, Mama perlu waspada. Misalnya, pegal yang disertai dengan nyeri hebat, mati rasa, atau pegal kian memberat. Segera periksakan diri ke dokter, ya, Ma!
Nyeri dan Pegal yang Umum Dialami oleh Ibu Hamil

Sakit punggung umum terjadi selama kehamilan. Dalam sebuah studi tahun 2018 yang melibatkan 184 ibu hamil, 70% peserta melaporkan nyeri punggung bawah, dan 43,5% melaporkan nyeri punggung secara umum.
Area umum lainnya yang mengalami nyeri dan sakit meliputi:
Sebagian besar jenis nyeri ini mencapai puncaknya menjelang akhir kehamilan, pada trimester ketiga. Namun, nyeri perut dan panggul dapat berkembang cukup dini, pada trimester pertama dan kedua, karena otot dan ligamen bergerak dan meregang untuk mengakomodasi rahim yang membesar. Ini terkadang disebut nyeri ligamen bulat.
Nyeri sendi lainnya mungkin menyusul saat ligamen mama rileks untuk mendukung perubahan tubuh. Kram otot dan mati rasa atau kesemutan di berbagai area tubuh mama juga dapat berkembang.
Apa Penyebab Nyeri dan Pegal di Tubuh selama Kehamilan?

Hormon bukanlah satu-satunya hal yang berubah seiring perkembangan janin. Perubahan mekanis pada struktur otot dan ligamen dapat mengubah pusat gravitasi mama, dan penambahan berat badan mengubah jumlah tekanan yang Mama alami di berbagai area tubuh.
Bahkan sistem peredaran darah mama dapat mengalami tekanan selama kehamilan, yang menyebabkan masalah seperti nyeri jaringan lunak akibat retensi cairan.
Nyeri saraf juga umum terjadi, disebabkan oleh kompresi saraf akibat penambahan berat badan atau tekanan rahim. Saraf siatik sering terpengaruh pada akhir kehamilan dan terkadang bahkan setelah melahirkan.
Selain rasa sakit, linu panggul selama kehamilan dapat menyebabkan gejala seperti:
- kelemahan otot
- hilangnya kemampuan fungsional
- penambahan berat badan
- postur tubuh yang tidak tepat
Gejala-gejala ini merupakan akibat dari penambahan berat badan selama kehamilan dan posisi rahim serta janin yang sedang tumbuh. Perubahan ini memberi tekanan pada saraf siatik mama, sehingga membatasi kekuatan sinyal yang melewatinya.
Rasa sakit ini sering kali hilang setelah melahirkan tetapi dapat berlanjut hingga periode pasca persalinan.
Bagaimana Cara Mengatasi Pegal dan Nyeri Tubuh selama Kehamilan?

Mengobati nyeri dan sakit selama kehamilan bisa menjadi tantangan karena obat apa pun yang Mama minum dapat menimbulkan risiko bagi janin yang sedang berkembang. Bicaralah dengan dokter Mama sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan, termasuk obat pereda nyeri yang dijual bebas.
Dokter akan mempertimbangkan risiko dan manfaat individual saat merekomendasikan obat pereda nyeri. Obat-obatan yang digunakan selama kehamilan dikategorikan berdasarkan potensi efek negatifnya pada janin.
Jika Mama mengalami nyeri dan pegal selama kehamilan dan ingin menghindari obat-obatan, pilihan berikut dapat membantu:
- peregangan
- yoga
- pijat
- terapi panas
- akupunktur
- teknik pernapasan
- meditasi
Tidak setiap nyeri atau pegal — bahkan yang umum seperti sakit punggung — adalah hal yang biasa selama kehamilan. Terkadang, nyeri mungkin mulai berkembang seperti yang diharapkan tetapi berkembang hingga titik yang dapat mengindikasikan masalah. Contohnya termasuk masalah cakram tulang belakang dan bahkan komplikasi tekanan darah yang dapat menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan janin.
Hubungi dokter atau tenaga kesehatan lainnya jika Mama mengalami nyeri dan sakit yang membatasi kemampuan Mama untuk melakukan tugas sehari-hari atau jika nyeri Mma disertai dengan gejala-gejala berikut:
- sakit kepala tiba-tiba atau hebat yang tidak kunjung hilang
- pembengkakan parah di tangan atau kaki
- pusing
- pembengkakan wajah
- perubahan penglihatan
- sakit perut parah
- pendarahan vagina
- mual atau muntah
- demam
- kelelahan
- nyeri dada
- kesulitan bernapas
Ini bisa menjadi gejala masalah seperti preeklampsia, yang bisa berbahaya atau bahkan fatal bagi ibu hamil atau janin.
Jadi jika badan ibu hamil terasa pegal saat bangun tidur, itu normal, Ma. Namun bila disertai dengan gejala lain, Mama perlu waspada, ya!
Apakah Mama juga sering mengalami pegal?


















-8L1kPIKPGz2Oe0AJLc3boUP7ZBLtqw98.jpg)