Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Vagina Terasa Kering setelah Melahirkan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Sekitar 43 persen perempuan mengalami kekeringan vagina hingga enam bulan setelah melahirkan, yang dapat memicu nyeri dan ketidaknyamanan saat berhubungan intim.
  • Penurunan tajam estrogen dan progesteron pascapersalinan mengurangi kelembapan serta elastisitas vagina; jaringan dapat menipis, peka, dan mudah teriritasi.
  • Menyusui, tiroiditis pascapersalinan, serta stres dan kecemasan dapat memperpanjang kekeringan; kondisi umumnya membaik selama pemulihan, dengan konsultasi dokter bila keluhan berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proses persalinan membawa banyak perubahan besar pada kondisi tubuh Mama, baik secara fisik maupun emosional. Setelah melahirkan, masa pemulihan mungkin menghadirkan rasa tidak nyaman yang tak terduga, termasuk dalam kehidupan seksual bersama Papa.

Melansir dari Healthline, rasa nyeri saat berhubungan intim hingga vagina yang terasa kering merupakan kondisi yang normal terjadi. Bahkan, studi mencatat sekitar 43 persen perempuan mengalami kekeringan pada area intim ini hingga enam bulan pascapersalinan.

Perubahan ini membuat momen intim kurang nyaman, namun Mama tak perlu cemas karena kondisi ini bisa diatasi. Berikut Popmama.com bagikan 5 penyebab vagina terasa kering setelah melahirkan!

1. Anjloknya kadar hormon estrogen dan progesteron

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selama kehamilan, hormon estrogen dan progesteron meningkat drastis untuk mendukung plasenta. Namun sesaat setelah bayi lahir, kadar kedua hormon tersebut langsung merosot tajam kembali ke tingkat sebelum hamil.

Estrogen berperan penting menjaga elastisitas serta kelembapan alami dinding vagina Mama. Saat kadarnya anjlok mendadak, jaringan vagina kehilangan pelumas alaminya sehingga terasa lebih kering.

Penurunan hormon ini bersifat sementara dan membaik seiring berjalannya pemulihan tubuh. Tubuh Mama hanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali keseimbangan sistem hormonnya.

2. Efek peradangan akibat tiroiditis pascapersalinan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penyebab lain yang membuat area intim kering adalah gangguan tiroiditis pascapersalinan. Kondisi ini merupakan peradangan pada kelenjar tiroid yang dialami sebagian perempuan setelah melahirkan.

Peradangan mengganggu produksi hormon tiroid sehingga kadarnya terlalu tinggi atau rendah di dalam tubuh. Ketidakseimbangan ini memicu gejala fisik seperti gemetar, lelah, hingga vagina mengering.

Jika ini pemicu utamanya, fungsi tiroid umumnya kembali stabil secara alami seiring pemulihan. Dokter dapat memberikan perawatan tepat sesuai tingkat keaktifan kelenjar tiroid Mama.

3. Jaringan dinding vagina yang menipis dan peka

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penurunan hormon reproduksi yang drastis berdampak langsung pada elastisitas jaringan kewanitaan Mama. Lapisan dinding vagina menjadi lebih tipis, kurang lentur, serta sangat rentan iritasi.

Kondisi jaringan yang menipis ini membuat area intim kehilangan kelembapan alami dan mudah perih. Gesekan saat berhubungan intim bahkan bisa memicu rasa terbakar hingga perdarahan ringan.

Mama tidak perlu khawatir berlebihan karena perubahan tekstur jaringan ini tidak permanen. Seiring pulihnya kadar estrogen, elastisitas dan kelembapan alami vagina akan kembali normal.

4. Pengaruh proses menyusui si Kecil secara langsung

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jika Mama memberikan ASI eksklusif kepada si Kecil, kadar estrogen tubuh akan tetap berada di tingkat rendah. Tubuh sengaja menekan produksi estrogen agar tidak menghambat kelancaran ASI.

Selama masa menyusui aktif, rendahnya estrogen membantu kelancaran ASI namun memperpanjang kekeringan vagina. Hal ini membuat pelumasan alami saat timbul gairah seksual menjadi lambat diproduksi.

Kondisi ini sangat wajar dialami setiap ibu yang sedang dalam masa menyusui. Kelembapan area kewanitaan akan kembali normal pasca frekuensi menyusui berkurang atau siklus haid kembali.

5. Rasa cemas dan stres selama masa pemulihan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selain faktor fisik, kondisi psikologis Mama setelah melahirkan memegang peranan penting terhadap pelumasan alami. Rasa cemas, lelah mengurus bayi, hingga stres dapat mengganggu aliran darah di area genital.

Saat tubuh stres, aliran darah menuju organ repruksi berkurang sehingga produksi cairan vagina terhambat. Hal ini membuat timbulnya gairah terasa lebih lambat dan area intim tetap terasa kering.

Komunikasi jujur bersama pasangan serta menambah waktu foreplay sangat membantu menciptakan rasa rileks. Tubuh yang santai akan mempermudah cairan pelumas alami keluar secara optimal.

Mengalami vagina kering pascapersalinan adalah hal yang sangat wajar, jadi jangan ragu untuk komunikasikan dengan Papa dan konsultasikan ke dokter jika rasa tidak nyaman terus berlanjut ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article