Selain berbaring telentang, posisi berbaring miring juga bisa coba Mama lakukan. Posisi ini bahkan disebut-sebut lebih baik karena tidak menekan pembuluh darah utama di tubuh Mama, yang kadang-kadang dapat mengganggu aliran darah ke bayi.
Berbaring miring juga bisa menjadi pilihan yang baik jika Mama terlalu lelah untuk melakukan posisi jongkok atau duduk. Tetapi kadang-kadang, dalam posisi berbaring dokter atau bidan juga kesulitan dalam melakukan tindakan medis, Ma. Jadi sesuaikan dengan arahan dari dokter atau bidan juga, ya.
Demikian beberapa contoh posisi melahirkan yang baik dan benar dan bisa Mama coba. Beberapa posisi ini bisa disesuaikan dengan yang paling dirasakan nyaman dan juga tidak menyulitkan tenaga medis untuk membantu Mama.
Apakah keputihan banyak tanda mau melahirkan? | Ya, keputihan yang keluar dalam jumlah banyak dan kental menjelang akhir kehamilan (trimester 3) bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah dekat. Ini adalah tanda tubuh bersiap, seringkali berupa lendir tebal seperti jeli (bisa bening, putih, atau merah muda) yang menandakan leher rahim mulai menipis dan melebar. |
Bagaimana cara agar tidak terjadi robekan saat melahirkan? | Melahirkan tanpa robekan perineum dapat diupayakan dengan pijat perineum rutin (mulai usia kehamilan 34-35 minggu), kompres hangat saat bersalin, memilih posisi melahirkan tegak (jongkok/miring), serta mengejan secara perlahan dan teratur. Latihan fisik seperti yoga hamil dan senam kegel juga meningkatkan elastisitas otot. |
Apa yang terjadi pada bayi jika ibunya menderita diabetes? | Bayi dari ibu penderita diabetes seringkali lebih besar dari yang diperkirakan untuk usia kehamilan. Bayi dari ibu penderita diabetes mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah serius selama kehamilan dan saat lahir. Masalah selama kehamilan dapat mencakup peningkatan risiko cacat lahir dan kematian janin dalam kandungan. |