Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Posisi Melahirkan yang Baik dan Benar untuk Mempermudah Persalinan
Pixabay/parentingupstream
  • Artikel menjelaskan pentingnya memilih posisi melahirkan yang nyaman untuk membantu proses persalinan dan mengurangi rasa nyeri, dengan dukungan pasangan serta tenaga medis.
  • Terdapat tujuh posisi yang direkomendasikan, seperti berdiri, berbaring, jongkok, setengah duduk, berlutut, bertumpu pada tangan dan lutut, serta berbaring miring.
  • Setiap posisi memiliki kelebihan dan tantangan berbeda; Mama disarankan menyesuaikan pilihan dengan kenyamanan tubuh serta arahan dokter atau bidan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat proses persalinan akan dimulai dan Mama mulai merasakan kontraksi yang teratur, biasanya Mama akan mencoba mengalihkan rasa nyeri dengan mencari posisi yang nyaman.

Selain itu, jangan lupa untuk mengatur napas tetap teratur dan tetap aktif bergerak. Untuk mempermudah mencari posisi yang nyaman, jangan lupa minta bantuan dari Papa ataupun dari bidan, ya.

Tidak ada patokan khusus mana posisi yang paling tepat, yang terpenting gunakan posisi yang benar-benar membuat Mama merasa nyaman. 

Menguatkan posisi yang baik dan nyaman tidak hanya membantu mempermudah melahirkan normal, tetapi juga meminimalkan rasa nyeri yang Mama rasakan. Demikian dilansir Baby Centre.

Dikutip dari What to Expect, berikut Popmama.com rangkum tujuh posisi melahirkan yang bisa Mama coba gunakan untuk mempermudah persalinan:

1. Posisi berdiri tegak

pregnancybirthbaby.org.au

Posisi yang baik dan benar saat melahirkan adalah persalinan dengan posisi berdiri alias vertikal akan membuat Mama dibantu oleh gravitasi secara natural.

Dengan demikian, posisi ini memungkinkan panggul Mama lebih terbuka dan bayi lebih mudah bergerak turun ke jalan lahir.

Jika Mama ingin melakukan posisi berdiri saat melahirkan, awali dengan berjalan-jalan terlebih dahulu. Kemudian cobalah bersandar ke dinding dan minta sanggahan dari Papa supaya Mama tetap bisa berdiri tegak.

2. Posisi berbaring

americanpregnancy.org

Ini merupakan posisi paling umum yang digunakan untuk melahirkan secara normal. Mama melakukan posisi ini dengan cara berbaring telentang, kemudian kedua kaki dibuka dan menggantung di penopang kaki yang khusus digunakan untuk bersalin.

Meski posisi ini paling umum digunakan, tetapi seringkali Mama akan merasa nyeri di bagian punggung. Namun demikian, posisi berbaring juga akan lebih memudahkan bidan atau dokter untuk melakukan tindakan medis.

3. Posisi jongkok

motherrisingbirth.com

Hampir mirip seperti pada posisi berdiri, melahirkan dengan posisi jongkok atau squatting juga memanfaatkan gravitasi untuk membantu proses persalinan. Dalam posisi ini dimungkinkan panggul terbuka lebih lebar dan memberi bayi lebih banyak ruang untuk bergerak ke bawah.

Supaya posisi Mama tidak mudah bergerak saat jongkok, pastikan ada pendamping di belakang Mama untuk membantu menjadi sandaran Mama.

Tetapi dokter atau bidan biasanya akan lebih sulit memantau posisi bayi dan melakukan tindakan medis jika Mama menggunakan posisi jongkok saat persalinan.

4. Posisi setengah duduk

parents.com

Mama bisa memilih tempat yang nyaman untuk melahirkan dengan posisi semi duduk, misalnya di tempat tidur atau mungkin di atas birthing ball. Posisi ini juga bisa dilakukan dengan cara Mama berbaring setengah duduk dengan punggung bersandar lebih tegak dibandingkan berbaring biasa.

Posisi setengah duduk selain membantu persalinan, juga dapat meringankan rasa nyeri kontraksi dan memungkinkan gravitasi untuk membantu membawa bayi ke jalan lahir. Duduk juga membantu membuka panggul Mama dan biasanya lebih mudah dilakukan daripada posisi jongkok.

5. Posisi berlutut

Freepik/Rawpixel.com

Posisi ini dilakukan dengan cara mencondongkan tubuh ke depan, misalnya di atas tumpukan bantal di tempat tidur, di kursi atau di birthing ball. Posisi ini akan membantu mendorong bayi untuk bergerak maju dan mengurangi tekanan pada punggung. Sebagai alternatif, Papa bisa menopang bagian belakang tubuh Mama untuk juga membantu meringankan sebagian tekanan tersebut.

Hampir sama seperti posisi jongkok, posisi berlutut juga memanfaatkan gravitasi untuk mempermudah proses persalinan.

6. Posisi bertumpu pada tangan dan lutut

www.unsplash.com

Mama juga bisa menggunakan posisi mirip seperti hendak merangkak, yakni dengan posisi tangan dan lutut bertumpu di bawah. Jika Mama memiliki keluhan nyeri punggung, posisi ini akan sangat membantu Mama. Selain itu, posisi merangkak juga membantu membuka panggul dan memanfaatkan gravitasi untuk membantu bayi keluar ke jalan lahir.

7. Posisi berbaring miring

Freepik/Wavebreakmedia

Selain berbaring telentang, posisi berbaring miring juga bisa coba Mama lakukan. Posisi ini bahkan disebut-sebut lebih baik karena tidak menekan pembuluh darah utama di tubuh Mama, yang kadang-kadang dapat mengganggu aliran darah ke bayi.

Berbaring miring juga bisa menjadi pilihan yang baik jika Mama terlalu lelah untuk melakukan posisi jongkok atau duduk. Tetapi kadang-kadang, dalam posisi berbaring dokter atau bidan juga kesulitan dalam melakukan tindakan medis, Ma. Jadi sesuaikan dengan arahan dari dokter atau bidan juga, ya.

Demikian beberapa contoh posisi melahirkan  yang baik dan benar dan bisa Mama coba. Beberapa posisi ini bisa disesuaikan dengan yang paling dirasakan nyaman dan juga tidak menyulitkan tenaga medis untuk membantu Mama.

FAQ Seputar Posisi Melahirkan yang Baik dan Benar

Apakah keputihan banyak tanda mau melahirkan?

Ya, keputihan yang keluar dalam jumlah banyak dan kental menjelang akhir kehamilan (trimester 3) bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah dekat. Ini adalah tanda tubuh bersiap, seringkali berupa lendir tebal seperti jeli (bisa bening, putih, atau merah muda) yang menandakan leher rahim mulai menipis dan melebar.

Bagaimana cara agar tidak terjadi robekan saat melahirkan?

Melahirkan tanpa robekan perineum dapat diupayakan dengan pijat perineum rutin (mulai usia kehamilan 34-35 minggu), kompres hangat saat bersalin, memilih posisi melahirkan tegak (jongkok/miring), serta mengejan secara perlahan dan teratur. Latihan fisik seperti yoga hamil dan senam kegel juga meningkatkan elastisitas otot.

Apa yang terjadi pada bayi jika ibunya menderita diabetes?

Bayi dari ibu penderita diabetes seringkali lebih besar dari yang diperkirakan untuk usia kehamilan. Bayi dari ibu penderita diabetes mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah serius selama kehamilan dan saat lahir. Masalah selama kehamilan dapat mencakup peningkatan risiko cacat lahir dan kematian janin dalam kandungan.

Editorial Team

Related Article