Agar Mama dapat lebih mempersiapkan proses kelahiran si Kecil, maka penting bagi ibu hamil untuk membuat rencana persalinan jauh-jauh hari.
Pada dasarnya, rencana persalinan adalah daftar lengkap preferensi Mama selama persalinan, termasuk diberi obat penghilang rasa sakit, memilih antara operasi caesar atau kelahiran alami, menginduksi persalinan, dan lain sebagainya.
Membuat rencana persalinan merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, dengan membuat rencana persalinan, proses kelahiran bayi dapat lebih lancar dan dokter pun akan mengetahui preferensi Mama.
Nah, untuk mempermudah, berikut adalah beberapa hal yang perlu Mama tulis saat membuat rencana persalinan:
Sebutkan siapa yang Mama inginkan sebagai pendamping persalinan.
Apakah Mama ingin orang tersebut tetap menemani sepanjang waktu, atau ada prosedur tertentu dimana Mama ingin ia keluar dari ruang bersalin?
Apakah Mama ingin bicara ke pendamping secara pribadi tentang intervensi yang disarankan? Dan apakah Mama ingin pendamping tetap bersama bila bedah sesar dibutuhkan?
Sebutkan posisi mana yang ingin Mama gunakan selama persalinan dan kelahiran bayi.
Sebutkan juga seberapa banyak Mama ingin bergerak aktif. Apakah Mama ingin tetap di posisi tegak dan selama mungkin leluasa bergerak?
Atau mungkin Mama lebih suka di posisi tegak di tempat tidur dengan punggung ditopang bantal? Mama bisa spesifikasikan kalau ingin berbaring miring, berlutut, atau berjongkok.
Sebutkan jenis pereda sakit yang ingin Mama gunakan beserta urutannya, misalnya Mama menginginkan pethidine sebelum epidural.
Mama bisa sebutkan teknik pernafasan, relaksasi, air, dan pijat sebagai pereda sakit. Dan bila ada jenis pereda sakit yang ingin Mama hindari, pastikan untuk menuliskannya.
Bila persalinan menjadi lambat atau sangat lama, intervensi apa yang Mama ingin dokter gunakan untuk mempercepatnya?
Atau Mama ingin menunggu persalinan terjadi secara alami?
Bila rumah sakit atau bidan memiliki kolam, atau bila Mama membelinya untuk digunakan di rumah sebagai salah satu metode persalinan, maka tuliskan apakah Mama ingin menggunakan kolam tersebut sebagai pereda sakit, untuk melahirkan, ataukah tidak.
Rumah sakit atau klinik bersalin mungkin memiliki bola fitnes, matras, atau beanbag untuk digunakan selama persalinan.
Atau Mama merasa perlu membawanya dari rumah. Buat catatan perlengkapan yang ingin gunakan.
- Monitor detak jantung bayi
Dokter biasanya akan memonitor detak jantung bayi, sekitar tiap 15 menit, menggunakan alat yang dipegang tangan.
Tulis bila Mama ingin bidan melakukannya atau mungkin menginginkan monitoring magnetik yang dipasangkan pada pinggang.
Mama mungkin ingin memberitahukan keinginan Mama tentang penggunaan forceps atau ventouse pada akhir persalinan, bila Mama membutuhkan bantuan untuk melahirkan.
Atau ingin melihat apa yang dokter atau bidan rekomendasikan ketika waktunya tiba nanti.
- Tahap ketiga (mengeluarkan plasenta)
Bila melahirkan di rumah sakit, kemungkinan Mama akan ditawarkan injeksi untuk mempercepat kelahiran plasenta, yang disebut managed third stage.
Mama bisa memilih menggunakan injeksi atau lebih suka menjalani tahap ketiga secara alami tanpa obat.
Bila Mama memiliki keinginan kuat agar tali pusar dipotong oleh pendamping persalinan, sebutkanlah. Mama juga bisa tuliskan bila lebih memilih menunda pemotongan tali pusar.
Mama ingin bayi ditempatkan langsung di atas perut setelah lahir, atau ingin bayi dibersihkan lebih dulu sebelum diserahkan kepada Mama?
Perjelas tentang apakah Mama ingin menyusui atau menggunakan botol susu. Juga tuliskan bila Mama mengizinkan bayi minum susu formula, atau tidak membolehkannya.
Mama bisa tuliskan apa yang diinginkan bila bayi harus menjalani perawatan khusus.
Apakah Mama ingin sebisa mungkin bersama bayi dan dipindah ke rumah sakit lain bila dibutuhkan?
Nah, itulah beberapa fakta mengenai alasan mengapa bayi lebih sering lahir pada malam hari.
Terlepas dari itu semua, selama proses kelahiran kebanyakan perempuan memang merasa seperti kehilangan kontrol.
Namun, rencana persalinan dapat sangat membantu Mama untuk tetap fokus dan tetap tenang meski berada pada saat-saat yang tidak diharapkan.