Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kurang Berat Badan Bisa Bikin Gagal Ovulasi? Ini Faktanya!

Kurang Berat Badan Bisa Bikin Gagal Ovulasi? Ini Faktanya!
Magnific/benzoix
Intinya Sih
  • Berat badan di bawah normal (BMI <18,5) dapat mengganggu produksi hormon leptin, menyebabkan gagal ovulasi, menstruasi tidak teratur, dan menurunkan peluang kehamilan.
  • Penyebab berat badan kurang bisa berasal dari faktor medis seperti hipertiroid atau diabetes, serta gaya hidup ekstrem dan gangguan makan yang memengaruhi fungsi reproduksi.
  • Menjaga keseimbangan nutrisi, kesehatan mental, serta menaikkan berat badan secara sehat dengan tambahan kalori bergizi dan olahraga ringan membantu memulihkan kesuburan dan mendukung kehamilan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjaga kesehatan tubuh saat sedang merencanakan kehamilan memang memerlukan perhatian ekstra ya, Ma. Selama ini, banyak orang berasumsi bahwa masalah kesuburan hanya mengintai mereka yang memiliki berat badan berlebih. Alhasil, memiliki tubuh yang sangat kurus sering kali dianggap aman-aman saja dan jauh dari masalah kesuburan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, lho.

Faktanya, memiliki tubuh yang terlalu kurus atau berat badan kurang juga bisa menjadi rintangan tersendiri dalam menjemput garis dua. Melansir data medis dari Tommy’s, seseorang dikategorikan memiliki berat badan kurang jika Indeks Massa Tubuh (BMI) berada di bawah angka 18,5. Pada kondisi ini, tubuh berisiko tinggi mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi penting, yang secara langsung dapat mengacaukan sistem reproduksi dan memicu terjadinya gagal ovulasi alias sel telur tidak matang. Jika ovulasi terganggu, otomatis menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti total, sehingga peluang untuk hamil pun akan menurun drastis.

Topik mengenai berat badan dan makanan memang menjadi hal yang cukup sensitif bagi sebagian orang. Namun, memahami kondisi fisik sendiri secara jujur adalah langkah awal yang sangat baik demi kesehatan Mama dan masa depan calon janin. Mengetahui fakta medis ini bukan untuk membuat Mama berkecil hati, melainkan untuk membantu Mama menyusun strategi promil yang lebih tepat bersama Papa.

Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai kurang berat badan bisa bikin gagal ovulasi beserta cara aman mengatasinya:

Table of Content

1. Hubungan hormon leptin dan gagal ovulasi

1. Hubungan hormon leptin dan gagal ovulasi

IMG_2509.png
palmers.com/cottonbro studio

Tubuh kita membutuhkan cadangan energi yang cukup dan seimbang untuk bisa mendukung proses kehamilan dengan optimal. Di dalam tubuh, lemak bukan sekadar jaringan biasa, melainkan tempat diproduksinya hormon penting bernama leptin. Hormon leptin inilah yang bertugas memberikan sinyal khusus kepada otak mengenai jumlah energi yang tersimpan di dalam tubuh mama.

Ketika berat badan Mama terlalu rendah atau di bawah batas normal, kadar lemak tubuh otomatis akan merosot drastis. Akibatnya, produksi hormon leptin menjadi sangat rendah, sehingga otak menangkap sinyal bahwa tubuh sedang dalam kondisi "kelaparan" atau tidak aman untuk hamil. Respon alami otak terhadap kondisi ini adalah menghentikan atau menghambat proses ovulasi (pelepasan sel telur) demi melindungi tubuh Mama.

Gagalnya proses ovulasi ini akan langsung berdampak pada siklus bulanan Mama, di mana menstruasi bisa menjadi sangat tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali (amenore). Tanpa adanya sel telur yang dilepaskan setiap bulannya, pembuahan tentu tidak akan bisa terjadi. Kabar baiknya, dengan berusaha menaikkan berat badan ke angka yang lebih ideal, tubuh Mama bisa kembali berovulasi secara normal dan peluang kehamilan pun akan meningkat kembali.

2. Kenali penyebab berat badan kurang dari sisi medis

IMG_2510.png
Magnific/freepik

Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang perempuan memiliki berat badan di bawah normal. Sebagian Mama mungkin memang secara alami memiliki metabolisme yang tinggi sehingga bertubuh kurus dan sulit menaikkan berat badan sejak muda. Namun, penurunan berat badan secara drastis juga bisa dipicu oleh kondisi medis tertentu seperti menderita penyakit hipertiroid, diabetes tipe 2, atau penyakit celiac.

Selain penyakit fisik, penggunaan obat-obatan tertentu yang sedang Mama konsumsi terkadang memiliki efek samping berupa penurunan berat badan yang tidak disadari. Pola hidup seperti olahraga yang berlebihan (overtraining) tanpa diimbangi dengan asupan makanan yang cukup juga bisa menjadi pemicu utamanya. Ketika tubuh dipaksa beraktivitas ekstrem namun kekurangan bahan bakar, energi untuk fungsi reproduksi akan langsung dikorbankan.

Jika Mama mengalami penurunan berat badan yang drastis tanpa adanya perubahan pola makan atau tanpa olahraga yang ketat, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Mengetahui akar penyebab medis secara pasti akan membantu Mama mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, tubuh Mama bisa segera pulih dan siap kembali menjalani program hamil dengan kondisi fisik yang jauh lebih prima.

3. Dampak kondisi mental terhadap berat badan dan promil

IMG_2511.png
Magnific/freepik

Kesehatan reproduksi tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik semata, melainkan juga sangat bergantung pada kesehatan mental Mama. Kondisi psikologis seperti stres berat, depresi mendalam, atau kecemasan yang tidak dikelola dengan baik sering kali berujung pada penurunan berat badan yang tidak sehat. Saat stres, sebagian orang akan kehilangan nafsu makan sama sekali, yang memicu tubuh kekurangan gizi penting untuk promil.

Selain stres emosional, masalah gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia juga menjadi salah satu penyebab utama berat badan kurang. Gangguan makan ini merupakan kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang memiliki hubungan yang tidak sehat dengan makanan, seperti takut makan karena cemas berlebihan terhadap bentuk tubuh. Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena merampas nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh rahim dan sel telur.

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik saat Mama sedang merencanakan kehamilan. Jika Mama merasa sedang berjuang menghadapi gangguan makan atau stres emosional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Dukungan penuh dari Papa, keluarga, atau teman terdekat juga memegang peranan yang sangat besar untuk membantu proses pemulihan mental Mama.

4. Risiko berat badan kurang saat kehamilan terjadi

IMG_2512.png
Magnific/freepik

Apabila kehamilan berhasil terjadi saat Mama masih dalam kondisi berat badan kurang, tantangannya belum selesai sampai di situ, Ma. Berat badan rendah yang tidak ditangani sejak masa promil dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi selama masa kehamilan nanti. Tubuh yang kekurangan cadangan makanan akan kesulitan membagi nutrisi secara adekuat untuk tubuh Mama dan janin.

Beberapa risiko komplikasi yang mengintai ibu hamil dengan berat badan kurang antara lain adalah terhambatnya pertumbuhan janin di dalam rahim (Intrauterine Growth Restriction). Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) yang rentan mengalami masalah kesehatan. Selain itu, risiko terjadinya persalinan prematur (melahirkan sebelum waktunya) hingga risiko keguguran spontan juga menjadi lebih tinggi.

Namun, Mama tidak perlu panik secara berlebihan ya. Jika saat ini Mama sudah hamil namun berat badan masih di bawah normal, tim medis dan dokter kandungan akan membantu memantau kenaikan berat badan Mama secara berkala. Dokter akan memberikan panduan diet khusus serta perawatan tambahan yang diperlukan agar Mama dan janin di dalam kandungan bisa tetap tumbuh dengan sehat dan selamat hingga hari persalinan.

5. Trik menambah kalori harian secara sehat dan aman

IMG_2513.png
Magnific/rawpixel.com

Bagi Mama yang ingin menaikkan berat badan demi memicu kembali proses ovulasi, kuncinya adalah melakukannya dengan cara yang sehat, bukan dengan asal mengonsumsi makanan berlemak jahat atau makanan cepat saji. Langkah awal yang aman adalah dengan mencoba menambah sekitar 300 sampai 500 kalori ekstra per hari dari sumber makanan yang padat gizi.

Daripada memaksa makan dalam porsi besar yang bisa memicu rasa mual, Mama bisa mengakalinya dengan makan dalam porsi kecil tetapi dengan frekuensi yang lebih sering. Selipkan juga jadwal untuk mengonsumsi camilan sehat di sela-sela waktu makan utama. Mama bisa menambahkan kalori ekstra yang kaya nutrisi ke dalam menu makanan sehari-hari, misalnya dengan memberikan taburan keju, kacang-kacangan, atau biji-bijian (chia seeds atau flaxseeds) di atas makanan Mama.

Jangan lupa untuk meningkatkan asupan protein berkualitas tinggi yang sangat baik untuk mematangkan sel telur, seperti dari kacang-kacangan, ikan, telur, atau daging sapi rendah lemak. Sebagai pelengkap, melakukan olahraga ringan seperti latihan kekuatan (strength training) atau yoga juga sangat disarankan. Olahraga jenis ini tidak hanya membantu membangun massa otot tubuh secara proporsional, tetapi juga ampuh untuk merangsang nafsu makan Mama secara alami.

Yuk, kita mulai lebih peduli dengan jarum timbangan dari sisi kesehatan, penuhi piring dengan makanan padat gizi, dan kurangi kebiasaan olahraga yang terlalu ekstrem. Tetap semangat, selalu berpikiran positif, dan mari kita persiapkan tubuh kita menjadi "rumah" yang paling hangat dan nyaman untuk calon buah hati. Semoga garis dua yang Mama dan Papa impikan bisa segera terwujud dalam waktu dekat ya, Ma!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More