Ryana Dea Menyusui 2 Anak Sekaligus, Ketahui Manfaat dan Risikonya!

Kira-kira siapa yang harus didahulukan ya, Ma?

9 September 2019

Ryana Dea Menyusui 2 Anak Sekaligus, Ketahui Manfaat Risikonya
Instagram.com/ryana_dea

Tandem nursing diartikan sebagai kondisi menyusui dua bayi atau lebih di usia berbeda yang menyusu di waktu bersamaan. Tandem nursing juga bisa berarti tiap anak menyusu pada tiap payudara atau anak-anak bergiliran menyusu pada Mama.

Pada banyak kasus, anak yang lebih besar hanya menyusu beberapa kali dalam sehari.

Ia mungkin tidak perlu menyusu ketika berada di tempat umum dan mungkin sibuk  bermain ketika ada orang, jadi sering kali tandem nursing terjadi di area pribadi atau di rumah yang tenang.

Hal tersebut juga kini dirasakan oleh pemain FTV, Ryana Dea. Selain menyusui putri pertamanya, Qiandra Rynayra, istri dari Puadin Redi yang satu ini juga harus menyusui anak keduanya, Davian Rafaeyza Redi.

Dalam unggahannya di Instagram, terlihat jelas bagaimana sabarnya Ryana Dea menyusui dua anaknya sekaligus.

Ia juga menuliskan kalimat penyemangat untuk Mama-Mama di luar sana yang juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.

"Buibu yang menyusuin dua sekaligus kayak gini mana suaraaanyaaaaaaa. Awalnya emang aneh banget rasanya pas mimik’in Qiandra lagi after lahiran davi, karena sekarang giginya udah banyak, belum lagi iseng suka digigit warbiasa banget rasanya. Tapi karena memang sudah niat pas abis lahiran pengen kasih asi lagi buat Qiandra yaudah terima aja hehe tapi tetep bahagia pas bisa tatapan lagi denger dia ngoceh-ngoceh dan iseng nyolokin mata hidung segala macemnya aahh rindu sekali itu semua. Terus ngeliatain melukin dia berasa deh sudah gede banget Qiandra huhu nggak kerasa cepet banget waktu mau puas-puasin moment kaya gini. Qiandra kadang-kadang sudah suka nggak bisa dibilangin kalau dia lagi pengin banget mimik, walaupun lagi mimik’in adeknya dia tetap nangis, jejeritan malah kalau nggak dikasih. Dia nggak pernah sama sekali gangguin kalau adiknya mimik atau jahatin adiknya karena dia sayang sekali sama adiknya tapi dia terus berusaha gimana caranya agar dia dikasih sebelahnya, terus pas dikasih dia happy banget langsung ketawa-ketawa. Begini deh ujung-ujungnya mimik sekaligus dua gini. Kalau kamu gimana cerita menyusuinya?,"

Nah, masih berkaitan dengan tandem nursing yang juga dirasakan oleh Ryana Dea, berikut Popmama.com telah merangkum 3 informasi pentingnya.

1. Manfaat tandem nursing atau menyusui 2 anak sekaligus

1. Manfaat tandem nursing atau menyusui 2 anak sekaligus
Instagram.com/ryana_dea

Meski terlihat merepotkan, namun ternyata tandem nursing atau menyusui dua anak sekaligus menyimpan begitu banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh Mama maupun anak-anak.

Berikut diantaranya:

  • Tandem nursing dapat menurunkan kecemburuan dan membantu meningkatkan kedekatan saudara kandung. Ketika bayi lahir, batita bisa merasa sedikit diabaikan, terutama bila ia diberitahu tidak boleh lagi menyusu. Tandem nursing untuk batita membantu mengurangi rasa marah terhadap Mama dan adik kecilnya. Anak juga akan belajar berbagi di usia yang sangat muda.
  • Menyusui bayi menjadi cara Mama untuk menjalin kedekatan dengan kedua anak di waktu bersamaan, serta membuat mereka berdua menerima perhatian di waktu yang sama.
  • Anak yang lebih besar akan terus menerima manfaat dari ASI selama ia menyusu. Menyusu memberikan nutrisi, perlindungan kekebalan, perlindungan usus, dan memberi manfaat emosional.
  • Tandem nursing bisa meredakan bengkak pada payudara pada sebagian Mama.
  • Ada penurunan risiko kanker payudara sebelum menopause pada Mama yang menjalani tandem nursing.
  • Karena peningkatan tuntutan ASI, persediaan ASI Mama juga akan jauh lebih banyak, terutama sangat membantu bila newborn kesulitan melakukan pelekatan.

Editors' Picks

2. Risiko tandem nursing atau menyusui 2 anak sekaligus

2. Risiko tandem nursing atau menyusui 2 anak sekaligus
Instagram.com/ryana_dea

Setelah mengetahui manfaat-manfaatnya, ternyata ada juga risiko yang akan Mama rasakan saat melakukan tandem nursing atau menyusui dua anak sekaligus.

Berikut diantaranya:

  • Beberapa ibu menyusui kesulitan menurunkan berat badan ketika menjalani tandem nursing.
  • Mama akan berhadapan dengan orang yang berpandangan negatif tentang tandem nursing. Mereka mungkin mengatakan bayi tidak menerima ASI yang cukup ketika tandem nursing. Padahal ini tidak benar.
  • Beberapa ibu menyusui mengalami peningkatan gairah seks yang intens ketika menjalani tandem nursing, disebabkan oleh tingginya hormon tertentu.
  • Beberapa ibu menyusui merasa mual selama sesi menyusui bayi ketika hamil.

3. Siapa yang harus didahulukan menyusu?

3. Siapa harus didahulukan menyusu
Instagram.com/ryana_dea

Memperoleh produksi ASI yang baik berarti menyusui bayi sesuai dengan permintaannya.

Namun yang menjadi pertanyaan umum adalah, kapan harus menyusui bayi dan kapan giliran anak yang lebih besar? 

Apakah bayi harus menyusu lebih dulu? 

Apakah anak yang lebih besar akan menerima semua hindmilk? 

Bagaimana bisa yakin bayi mendapat ASI yang cukup?

Begini Ma, pada dasarnya, payudara Mama akan merespon dan memproduksi ASI yang dibutuhkan berdasarkan jumlah ASI yang dikeluarkan.

Bayi akan memberitahu Mama apakah ia mendapat ASI yang cukup dengan petunjuk seperti sering menyusu (setidaknya 8 sampai 12 kali dalam 24 jam), banyak pipis dan pup, serta berat badan stabil.

Newborn memang sering menyusu, hal ini normal dan menjadi cara tubuh menjaga produksi ASI. Selama beberapa hari pertama, bayi harus menyusu lebih dulu untuk memastikan mendapat bagian kolostrum.

Setelah beberapa hari, Mama mulai bisa mengatur siapa yang mendapat payudara terlebih dulu, Mama juga bisa menentukan payudara mana untuk si Kakak dan si Adik dalam satu jam, satu hari, atau seterusnya.

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk cemas tentang foremilk dan hindmilk yang tidak seimbang. Seiring dengan berjalannya waktu, ASI memberi apa yang dibutuhkan anak.

Nah, itulah ketiga informasi penting terkait tandem nursing atau menyusui 2 anak sekaligus yang juga dilakukan oleh Ryana Dea.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;