Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Mengatasi Bayi Menolak Menyusui, Mama Wajib Tahu!

Cara Mengatasi Bayi Menolak Menyusui, Mama Wajib Tahu!
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Mogok menyusu pada bayi adalah kondisi sementara yang biasanya disebabkan oleh ketidaknyamanan fisik atau perubahan lingkungan, bukan tanda bahwa bayi siap disapih.
  • Beberapa cara efektif mengatasinya meliputi pijatan lembut, variasi posisi menyusui, suasana tenang dengan musik, serta stimulasi menggunakan tetesan ASI agar bayi kembali tertarik menyusu.
  • Kontak kulit ke kulit dan kesabaran Mama menjadi kunci utama untuk menenangkan bayi, membangun kembali kedekatan emosional, serta membantu proses menyusui berjalan lancar dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Melihat bayi yang biasanya antusias menyusu tiba-tiba menolak payudara tentu membuat Mama merasa bingung dan cemas. Kondisi yang sering disebut sebagai breastfeeding strike atau mogok menyusu ini memang sering terjadi secara mendadak. Namun, Mama tidak perlu panik karena fenomena ini biasanya merupakan cara bayi berkomunikasi bahwa ia sedang merasa tidak nyaman.

Melansir dari Mayo Clinic, bayi yang mogok menyusu bukan berarti ia siap disapih. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari masalah kesehatan fisik seperti tumbuh gigi, hingga perubahan suasana atau aroma di sekitar bayi. Kuncinya adalah kesabaran Mama dalam mencari tahu akar permasalahan yang membuat si Kecil merasa terganggu.

Menghadapi situasi ini memang butuh ketenangan ekstra agar proses menyusui tidak menjadi beban bagi Mama maupun bayi. Berikut Popmama.com bagikan cara mengatasi bayi menolak menyusui. 

Table of Content

1. Memberikan pijatan lembut sebelum menyusui

1. Memberikan pijatan lembut sebelum menyusui

Memberikan pijatan lembut sebelum menyusui
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Salah satu cara efektif untuk menenangkan bayi adalah dengan melakukan pijatan lembut sebelum sesi menyusui dimulai. Pijatan ini membantu bayi merasa lebih rileks, melemaskan otot-otot yang tegang, serta menciptakan kenyamanan ekstra yang membuat suasana menyusui menjadi lebih tenang bagi si Kecil.

Mama bisa memijat area punggung, tangan, atau kaki bayi dengan lembut menggunakan gerakan yang perlahan. Pastikan ruangan dalam keadaan hangat dan tenang agar bayi benar-benar merasa nyaman selama proses pemijatan berlangsung.

Kondisi tubuh bayi yang rileks setelah dipijat akan membuatnya lebih mudah menerima payudara. Ketika ia merasa nyaman dan tidak lagi tegang, penolakan untuk menyusu biasanya akan berkurang secara bertahap.

2. Melakukan variasi posisi menyusui

Melakukan variasi posisi menyusui
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jika bayi terus menolak, jangan ragu untuk mencoba posisi menyusui yang berbeda dari biasanya. Terkadang, posisi tertentu membuat bayi merasa tidak nyaman, apalagi jika ia sedang mengalami cedera atau nyeri akibat vaksinasi di bagian tubuh tertentu.

Mama bisa mencoba posisi laid-back nursing atau posisi menyusui sambil berbaring yang mungkin memberikan kenyamanan lebih bagi bayi. Perubahan posisi ini bisa memberikan sudut pandang baru bagi si Kecil dan membantu melepaskan ketegangan otot yang mungkin ia rasakan.

Dengan bereksperimen pada berbagai posisi, Mama bisa menemukan gaya menyusui yang paling disukai bayi saat ini. Posisi yang tepat akan membuat bayi merasa lebih aman dan tidak tertekan saat proses menyusu dilakukan.

3. Menyusui dalam suasana tenang dengan alunan musik

Menyusui dalam suasana tenang dengan alunan musik
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Bayi yang mudah terdistraksi sering kali enggan menyusu karena ingin mengamati lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, Mama bisa menciptakan suasana menyusui yang tenang dengan memutar musik lembut atau menyanyikan lagu untuk menenangkan si Kecil.

Musik yang menenangkan dapat membantu bayi fokus kembali pada proses menyusui dan meredam suara bising dari luar ruangan. Suasana yang teduh ini akan membuat bayi merasa lebih damai dan siap untuk kembali beraktivitas menyusu dengan Mama.

Pastikan Mama juga tetap tenang saat menyusui agar bayi merasakan energi positif tersebut. Ketika bayi merasa tenang dan tidak terganggu, ia akan lebih mudah memusatkan perhatiannya untuk menyusu dengan lahap.

4. Merangsang bayi dengan tetesan ASI

Merangsang bayi dengan tetesan ASI
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Untuk memancing minat bayi, Mama bisa mencoba meneteskan sedikit ASI yang sudah dipompa ke sudut mulut bayi atau langsung ke puting. Tetesan ASI ini berfungsi sebagai pengingat bagi bayi akan rasa dan aroma ASI yang ia kenali.

Rasa ASI yang menyentuh mulut bayi dapat memicu refleks menghisap alaminya secara instan. Cara ini sangat efektif, terutama jika bayi sudah mulai terlihat tenang tetapi masih ragu untuk melekatkan mulutnya pada payudara Mama.

Lakukan langkah ini dengan perlahan agar bayi tidak kaget. Jika bayi mulai merespons, bantu ia untuk melekatkan mulutnya dengan benar pada payudara hingga ia bisa menyusu secara efektif dan nyaman kembali.

5. Mengayun bayi dengan kursi goyang

Mengayun bayi dengan kursi goyang
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Menggunakan kursi goyang saat menyusui bisa menjadi solusi jitu untuk menenangkan bayi yang sedang mogok. Gerakan mengayun yang lembut menirukan sensasi saat bayi masih berada di dalam kandungan, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman secara emosional.

Gerakan ritmis dari kursi goyang membantu bayi untuk lebih rileks dan tidak mudah rewel. Sambil mengayun, Mama bisa mengajak bayi bicara dengan suara yang lembut untuk memperkuat ikatan antara Mama dan si Kecil.

Ketika bayi merasa aman dan terlindungi oleh gerakan ayunan tersebut, ia akan lebih mudah untuk menerima payudara. Cara ini tidak hanya mengatasi penolakannya, tetapi juga membuat momen menyusui menjadi lebih rileks bagi Mama.

6. Menyusui saat bayi sedang mengantuk

Menyusui saat bayi sedang mengantuk
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Banyak bayi yang lebih bersedia menyusu saat mereka dalam kondisi mengantuk atau menjelang waktu tidur. Pada kondisi ini, bayi cenderung lebih pasif dan tidak mudah teralihkan oleh suara atau gerakan di sekitar ruangan.

Mama bisa memanfaatkan momen saat mata bayi mulai sayu untuk menawarkan payudara. Refleks menghisap pada bayi yang mengantuk biasanya lebih kuat dan mereka cenderung tidak terlalu pemilih mengenai posisi menyusui.

Gunakan waktu ini untuk memastikan asupan ASI bayi tercukupi dengan baik. Menyusui saat bayi mengantuk juga bisa menjadi cara untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak setelah perutnya terasa kenyang.

7. Melakukan kontak kulit ke kulit secara intens

Melakukan kontak kulit ke kulit secara intens
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact) adalah cara paling ampuh untuk membangun kembali kedekatan emosional saat bayi menolak menyusu. Melakukan kontak kulit membuat bayi merasa sangat aman, terlindungi, dan terhubung kembali dengan detak jantung serta aroma tubuh Mama.

Mama bisa mendekap bayi hanya dengan pakaian minimalis, sehingga kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit Mama. Momen ini sangat berharga karena dapat menurunkan kadar hormon stres pada bayi dan meningkatkan hormon oksitisin yang memperlancar ASI.

Sering-seringlah melakukan sesi kontak kulit ini, bahkan di luar jam menyusui. Semakin sering bayi merasakan kehangatan tubuh Mama, maka rasa percayanya akan tumbuh kembali dan ia akan lebih antusias untuk menyusu langsung dari payudara.

Mama, jangan berkecil hati saat bayi mogok menyusu, karena fase ini biasanya hanya sementara. Teruslah bersabar dan berikan kasih sayang penuh. Jika kondisi berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional. Mama adalah ibu yang hebat, dan usaha Mama sangat berharga untuk si Kecil! 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More