Menyusui sering kali dianggap sebagai saat-saat yang indah di mana ada ikatan kuat antara Ibu dan anak. Namun, kenyataan tidak selalu semenyenangkan itu, bukan, Ma? Banyak Ibu baru yang merasa cemas hingga berkeringat dingin setiap kali tiba saat untuk menyusui karena nyeri yang tidak tertahankan. Alih-alih merasakan ketenangan, memberikan ASI justru terasa seperti perjuangan fisik yang melelahkan.
Nah, Mama perlu menyadari bahwa rasa sakit yang intens saat menyusui bukanlah hal yang normal dan tidak seharusnya dibiarkan begitu saja. Berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO), diperkirakan antara 80% hingga 90% ibu menyusui mengalami nyeri pada puting di minggu-minggu pertama menyusui dan penyebab utamanya adalah teknik perlekatan (latch-on) yang salah. Jika si Kecil hanya mengisap di bagian puting tanpa menjangkau area areola, gesekan ini dapat menyebabkan luka dan membuat proses menyusui menjadi sangat tidak nyaman.
Dampak dari perlekatan yang tidak tepat ini tidak hanya dirasakan oleh Mama, tetapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Menurut penelitian dalam Journal of Human Lactation, rasa sakit akibat perlekatan yang buruk sering kali menjadi alasan utama seorang Ibu berhenti memberikan ASI eksklusif lebih awal dari yang direncanakan. Ketika perlekatan tidak optimal, bayi juga akan kesulitan mendapatkan hindmilk atau ASI yang kaya lemak, sehingga ia lebih rentan rewel karena merasa selalu lapar.
Jadi, sangat penting bagi Mama untuk segera mengenali tanda yang menunjukkan bahwa perlekatan si Kecil masih kurang tepat. Dengan mendeteksi lebih awal, Mama bisa segera memperbaiki posisi dan mencari bantuan dari profesional jika diperlukan. Jangan biarkan momen berharga ini terganggu hanya karena masalah teknis yang sebenarnya bisa diperbaiki dengan latihan.
Berikut Popmama.com telah merangkum 10 tanda perlekatan yang salah saat menyusui yang wajib Mama waspadai.
