Instagram.com/babygwenevine
Kasus di atas menjadi pengingat penting bagi Mama lainnya agar lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan payudara selama menyusui.
Supaya tidak mengalami masalah serupa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Gunakan pompa ASI dengan ukuran corong yang tepat. Corong yang terlalu kecil atau besar bisa menyebabkan gesekan berlebihan dan membuat puting cepat lecet.
Atur kekuatan hisapan pompa. Jangan menggunakan level hisapan tertinggi terlalu sering. Sesuaikan dengan kenyamanan Mama agar tidak menimbulkan trauma pada puting.
Berikan jeda pumping. Hindari pumping terlalu sering dalam waktu berdekatan. Biarkan payudara beristirahat untuk mengurangi risiko iritasi.
Gunakan pelembap alami. Oleskan krim khusus ibu menyusui dengan bahan alami pada area puting, untuk membantu menjaga kelembapan dan mempercepat penyembuhan luka kecil.
Segera hentikan pumping saat terasa sakit. Rasa sakit adalah sinyal tubuh. Jangan paksakan pumping saat puting terasa perih atau lecet.
Konsultasi dengan konselor laktasi. Jika Mama merasa kesulitan, jangan ragu meminta bantuan ahli untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi Mama dan si Kecil.
Kisah viral puting copot saat pumping ini mungkin terdengar ekstrem, tapi nyatanya menggambarkan realita beratnya perjuangan ibu menyusui.
Meski penuh tantangan, jangan biarkan semangat Mama pudar, ya. Ingatlah bahwa, menyusui bukan hanya soal menghasilkan ASI, tapi juga tentang kesehatan dan kenyamanan Mama sendiri.