6 Hormon yang Hanya Dimiliki oleh Ibu Hamil dan Fungsinya

Kenali jenis dan fungsi hormon yang muncul selama masa kehamilan

28 Oktober 2020

6 Hormon Ha Dimiliki oleh Ibu Hamil Fungsinya
Pexels/Mikoto.raw

Perubahan hormon adalah suatu proses yang tidak dapat dihindari selama masa kehamilan. Namun, alangkah baiknya Mama bisa mengenal dan mengantisipasi dampak kemunculan hormon-hormon selama kehamilan sedini mungkin.

Meski beberapa di antara hormon ini sudah dimiliki bahkan sebelum kehamilan, dalam kondisi hamil, hormon ini mengalami perubahan dan penambahan fungsi yang tidak ada sebelumnya pada tubuh mama. Kali ini, Popmama.com akan mengenalkan Mama pada enam hormon yang ada pada ibu hamil. Yuk simak informasinya!

1. HCG

1. HCG
Freepik/senivpetro

Familiar dengan morning sickness? Yuk kenalan dengan hormon pemicunya, HCG!

Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormon pada darah dan urine yang pertama kali dideteksi alat uji kehamilan. HCG merupakan hormon cikal bakal plasenta yang memberi sinyal pada tubuh peeempuan untuk menyiapkan ruang di rahim ketika janin mulai terbentuk dan menekan sistem kekebalan tubuh mama dan janin. Hormon ini juga mencegah proses pematangan sel telur di ovarium selama masa kehamilan.

HCG mulai muncul pada trimester pertama dengan jumlah yang berlipat ganda setiap dua hari selama 10 minggu awal kehamilan, dan memuncak pada 5-12 minggu pertama kehamilan.

Meski memicu rasa mual, hormon HCG juga meningkatkan sensitivitas indera penciuman ibu hamil dan berperan penting dalam menguatkan kehamilan muda. Selain itu, HCG juga merangsang dua hormon penting lainnya yang muncul selama masa kehamilan, yaitu progesteron dan estrogen.

2. Progesteron

2. Progesteron
freepik/valuavitaly

Pada awal kehamilan, progesteron diproduksi oleh corpus luteum atau kista pada ovarium. Setelah minggu ke 10, produksi hormon ini dilakukan oleh plasenta yang sudah mulai terbentuk dari HCG dengan kadar yang terus meningkat perlahan pada trimester pertama kehamilan.

Mama mungkin akan mengalami penurunan tekanan darah seiring meningkatnya kadar progesteron dalam tubuh. Oleh sebab itu sangat mungkin untuk mengalami pusing, mual, hingga mulas selama trimester pertama. Efek lain yang mungkin muncul juga adalah mood swing dan pertumbuhan rambut di area payudara serta perut bagian bawah.

Progesteron memiliki fungsi utama untuk menjaga plasenta agar berfungsi baik dengan cara merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang terhubung dengan rahim dan merangsang kelenjar endometrium untuk mengalirkan nutrisi pada embrio. Hormon ini juga membantu melemaskan otot rahim agar dapat membesar seiring dengan pertumbuhan janin.

Menjelang persalinan, progesteron akan merangsang pertumbuhan jaringan payudara dan perkembangan kelenjar ASI, menguatkan otot dinding rahim, dan melunakkan ligamen serta tulang rawan untuk kelancaran proses persalinan.

Editors' Picks

3. Estrogen

3. Estrogen
freepik/rawpixel.com

Hormon selanjutnya yang tidak kalah penting adalah estrogen. Serupa dengan progesteron, hormon yang meningkat drastis selama trimester pertama ini mulanya juga aktif diproduksi oleh corpus luteum sebelum akhirnya mulai diproduksi oleh plasenta.

Estrogen berfungsi membantu rahim untuk tumbuh dan mempertahankan lapisannya serta mendukung perkembangan organ dalam, kepadatan tulang, dan sistem tubuh janin.

Selain itu, hormon ini juga meningkatkan sirkulasi aliran darah yang penting untuk mengalirkan nutrisi pada janin. Peningkatan aliran darah ini biasanya menyebabkan nyeri pada payudara, pembengkakan selaput lendir pada saluran hidung, peningkatan nafsu makan, dan perubahan kondisi kulit di awal kehamilan mama.

4. Relaxin

4. Relaxin
Pexels/Pixabay

Seperti namanya, hormon relaxin berfungsi merilekskan pembuluh darah sehingga volume aliran darah menuju plasenta dan ginjal berangsur meningkat. Hormon ini yang membantu tubuh mama beradaptasi pada kebutuhan oksigen dan nutrisi janin yang terus meningkat.

Relaxin juga berfungsi untuk mencegah kontraksi dini antar otot rahim, membantu mempertahankan kehamilan dan menjaga dari risiko keguguran. Selain itu, hormon ini berperan penting untuk melonggarkan ligamen pada panggul dan melembutkan serta melebarkan leher rahim untuk memudahkan persalinan bayi kelak.

Selama masa kehamilan, kadar relaxin dalam tubuh mama meningkat 10 kali lipat dengan kondisi tertinggi pada trimester pertama namun terus ada sepanjang masa kehamilan.

5. Prolaktin

5. Prolaktin
Pexels/joãoPaulodeSouzaOliveira

Prolaktin adalah hormon utama yang dibutuhkan untuk memperbesar kelenjar susu dan mempersiapkannya untuk memproduksi ASI. Hormon yang memiliki efek menenangkan bagi Mama ini akan mengeluarkan kolostrum, yaitu cairan kaya gizi yang pertama kali dihasilkan kelenjar susu dalam proses menyusui.

Selain itu, prolaktin juga membantu mengembangkan paru-paru dan otak janin serta meningkatkan sistem imun tubuh mama. Sepanjang kehamilan, prolaktin pada tubuh mama akan meningkat drastis hingga 10-20 kali lipat pada trimester ketiga.

6. Oksitosin

6. Oksitosin
Pexels/Pixabay

Muncul dalam jumlah banyak menuju masa persalinan, hormon oksitosin berfungsi untuk merangsang peregangan pada leher rahim, memicu kontraksi pada rahim menjelang persalinan, dan menstimulasi puting susu mama untuk memproduksi ASI.

Selama proses melahirkan, Mama akan mengalami ledakan oksitosin besar yang mengalir dari otak. Hormon ini populer sebagai hormon cinta karena dapat memberi efek euforia ringan dan menguatkan ikatan batin mama dengan bayi pasca melahirkan.

Itu dia enam hormon yang hanya dimiliki ibu hamil. Semoga menambah wawasan mama, ya!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.