Bukan Morning Sickness! Kenali Gejala Hiperemesis Gravidarum

Apa itu hiperemesis gravidarum?

16 Desember 2018

Bukan Morning Sickness Kenali Gejala Hiperemesis Gravidarum
Pixabay/ Alexas_Photos

Hiperemesis Gravidarum (HG) adalah gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh ibu hamil. Sayangnya, gejala Hiperemesis Gravidarum ini sering disalahartikan sebagai morning sickness biasa. Padahal, gejalanya jauh lebih parah dan lebih intens ketimbang morning sickness.

HG biasanya menyerang ibu hamil pada minggu keempat hingga keenam di masa kehamilan. Namun gejala-gejalanya akan makin memburuk saat memasuki minggu ke-9 dan ke-13, ditandai dengan muntah yang parah hingga tidak bisa melakukan aktivitas lain karena tubuh lemas setelah muntah.

Nah, supaya Mama lebih waspada dan tidak menyalahartikannya sebagai morning sickness biasa, sebaiknya waspadai gejala-gejala dari Hipermesia Gravidarum berikut ini:

- Mual dan muntah yang parah,

- nafsu makan menurun,

- berat badan turun hingga 5% atau lebih dari berat badan sebelum hamil,

- lebih jarang buang air kecil,

- dehidrasi,

- sakit kepala,

- sering merasa linglung dan bingung,

- pingsan,

- timbul penyakit kuning,

- kelelahan yang teramat sangat,

- mengalami tekanan darah rendah,

- irama jantung yang menjadi lebih cepat,

- kulit menjadi kurang elastis,

- depresi dan gelisah,

- pikiran sulit untuk berkonsentrasi,

- Dysgeusia (perubahan pada indera perasa/lidah) yang membuat mama merasakan semua makanan menjadi tidak enak,

- menjadi lebih sensitif pada bau,

- mudah marah dan mengalami perubahan mood.

Itu tadi adalah beberapa gejala yang jika diperhatikan memang sangat berbeda dari morning sickness biasa.

Maka dari itu, Mama harus memperhatikan gejala-gejala lebih cermat karena risiko dari HG ini cukup berbahaya.

Jika mengalami gangguan HG, Mama akan mendapati berat badan yang turun, kesehatan ginjal terganggu, terjadi ketidakseimbangan mineral di dalam tubuh sehingga menyebabkan rasa pusing, lemas dan perubahan tekanan darah, otot melemah karena jarang bergerak, dan air liur terasa sangat banyak, sehingga menelannya pun bisa membuat mual.

Cara Mengantisipasi Gejala Hipermesis Gravidarum

Cara Mengantisipasi Gejala Hipermesis Gravidarum
russia-now.com

Beberapa risiko yang dijelaskan di atas bahkan bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan lainnya.

Oleh karena itu, jika gejala Hiperemesis Gravidarum ini mulai mama rasakan, Mama harus segera melakukan antisipasi dengan menjalani beberapa hal berikut ini.

Editors' Picks

1. Mengubah pola hidup

1. Mengubah pola hidup
babycenter.com

Jika Mama ingin makan, jangan sekali-sekali makan dengan porsi besar. Jumlah asupan yang terlalu banyak justru akan menyebabkan Mama mual dan muntah seketika, serta kehilangan selera makan.

Jadi, makanlah dengan porsi yang kecil namun sering. Hal yang sama berlaku untuk air putih.

Minumlah lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit. Bila masih berasa mual, cobalah untuk minum menggunakan sedotan.

Mama juga bisa melakukan pembiasaan pada suhu makanan. Jika makanan hangat membuat Mama mual, maka gantilah dengan makanan dingin.

Dokter mungkin akan memberi Mama suplemen nutrisi dan vitamin sebagai pengganti elektrolit. Jangan lupa untuk beristirahat dan juga menjaga pikiran dari stres.

2. Konsumsi jahe

2. Konsumsi jahe
doctoroz.com

Jahe diyakini bisa mengurangi gejala mual dan muntah.

Cobalah untuk mengkonsumsi dalam dosis kecil sebanyak 1 gram hingga 1,5 gram, Mama bisa mencampurkannya ke dalam minuman, atau dikonsumsi sebagai jamu jika ingin menutupi rasanya.

3. Perhatikan asupan vitamin B1

3. Perhatikan asupan vitamin B1
livelovefruit.com

Selain jahe, mengonsumsi vitamin B1 bisa membantu mengurangi rasa mual yang Mama alami.

Vitamin B1 bisa didapatkan dari buah-buahan seperti nanas, jeruk, semangka, dan anggur.

4. Ringankan dengan obat-obatan

4. Ringankan obat-obatan
medimetry.com

Dokter pasti juga akan memberi Mama obat untuk mengurangi frekuensi muntah agar Mama tidak kehilangan nutrisi terlalu banyak.

Nah, obat yang diberikan sesuai resep dokter tentunya akan aman untuk bayi.

Itulah tadi ulasan mengenai gejala Hiperemesis Gravidarum yang sebenarnya berbeda dari gejala biasa dari morning sickness.

Jika salah satu dari gejala di atas mulai Mama rasakan, jangan pernah sungkan memeriksakan diri ke dokter agar tahu terkait adanya kemungkinan mengalami Hiperemesis Gravidarum.

Baca juga: 

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.