Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Hormon yang Berpengaruh saat Menstruasi Terlambat, Apa Penyebabnya?

5 Hormon yang Berpengaruh saat Menstruasi Terlambat, Apa Penyebabnya?
Freepik/atlascompany
Intinya Sih
  • Keterlambatan menstruasi tidak selalu berarti kehamilan, melainkan bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang mengatur siklus haid dari otak, kelenjar pituitari, dan ovarium.
  • Lima hormon utama yang berperan adalah estrogen, progesteron, LH, FSH, dan prolaktin; masing-masing memengaruhi proses ovulasi serta peluruhan dinding rahim secara berbeda.
  • Faktor seperti stres, perubahan berat badan, gangguan tiroid, atau kondisi kesehatan reproduksi dapat mengacaukan keseimbangan hormon sehingga membuat menstruasi datang lebih lambat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menstruasi yang datang terlambat sering kali membuat perempuan merasa khawatir, terutama jika siklus haid biasanya cukup teratur.

Banyak orang langsung mengaitkannya dengan kehamilan, padahal ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi keterlambatan menstruasi.

Salah satu penyebab paling umum adalah perubahan atau ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Siklus menstruasi sendiri diatur oleh kerja sama beberapa hormon yang saling berinteraksi.

Hormon-hormon ini diproduksi oleh otak, kelenjar pituitari, serta ovarium untuk memastikan proses ovulasi dan peluruhan dinding rahim berjalan normal setiap bulan.

Ketika salah satu hormon mengalami gangguan, siklus menstruasi pun bisa berubah, termasuk menjadi lebih lambat dari biasanya. Lalu, hormon apa saja yang dapat memengaruhi keterlambatan menstruasi?

Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

Table of Content

1. Hormon Estrogen

1. Hormon Estrogen

ilustrasi hormon
Freepik/freepik

Estrogen merupakan salah satu hormon utama dalam sistem reproduksi perempuan. Hormon ini diproduksi oleh ovarium dan berperan dalam menebalkan lapisan dinding rahim (endometrium) sebagai persiapan jika terjadi kehamilan.

Selama siklus menstruasi, kadar estrogen akan meningkat secara bertahap hingga mendekati masa ovulasi. Ketika kadar estrogen tidak seimbang, siklus menstruasi bisa ikut terganggu.

Estrogen yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan ovulasi tidak terjadi sesuai jadwal. Akibatnya, lapisan rahim tidak luruh tepat waktu sehingga menstruasi bisa datang lebih lambat dari biasanya.

Perubahan kadar estrogen juga dapat dipengaruhi oleh stres, perubahan berat badan, olahraga berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu.

2. Hormon Progesteron

ilustrasi tanggal menstruasi
Pexels/Leeloo The First

Progesteron adalah hormon yang diproduksi setelah proses ovulasi terjadi. Hormon ini berfungsi menjaga dan mempertahankan lapisan dinding rahim agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi.

Jika tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron akan menurun dan memicu terjadinya menstruasi. Apabila produksi progesteron tidak stabil atau ovulasi tidak terjadi, kadar hormon ini juga tidak meningkat sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, termasuk terlambat datang. Beberapa faktor seperti stres, gangguan hormon, atau masalah pada ovarium dapat memengaruhi produksi progesteron dalam tubuh.

3. Luteinizing Hormone (LH)

Ilustrasi ketika menstruasi datang
Pexels/Sora Shimazaki

Luteinizing hormone (LH) adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak. Hormon ini memiliki peran penting dalam memicu ovulasi, yaitu pelepasan sel telur dari ovarium.

Biasanya, kadar LH akan meningkat secara signifikan menjelang masa ovulasi. Jika kadar LH tidak meningkat dengan normal, proses ovulasi bisa tertunda atau bahkan tidak terjadi.

Ketika ovulasi terlambat, siklus menstruasi pun ikut bergeser sehingga haid datang lebih lambat dari jadwal biasanya. Gangguan hormon LH sering dikaitkan dengan kondisi tertentu seperti stres kronis, gangguan tiroid, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).

4. Follicle Stimulating Hormone (FSH)

Freepik/freepik
Freepik/freepik

Follicle Stimulating Hormone (FSH) juga diproduksi oleh kelenjar pituitari dan memiliki fungsi untuk merangsang pertumbuhan folikel di ovarium.

Folikel ini nantinya akan berkembang menjadi sel telur yang matang dan siap dilepaskan saat ovulasi. Apabila kadar FSH terlalu rendah atau terlalu tinggi, proses pematangan sel telur bisa terganggu.

Hal ini membuat ovulasi tidak terjadi pada waktu yang seharusnya sehingga menstruasi menjadi terlambat. Ketidakseimbangan FSH dapat dipengaruhi oleh faktor usia, stres, gangguan hormon, atau kondisi kesehatan reproduksi tertentu.

5. Hormon Prolaktin

kalender siklus menstruasi
Pexels/Leeloo The First

Prolaktin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari dan dikenal berperan dalam merangsang produksi ASI setelah melahirkan.

Namun, hormon ini juga dapat memengaruhi siklus menstruasi jika kadarnya terlalu tinggi di dalam tubuh.

Kadar prolaktin yang meningkat dapat menekan hormon reproduksi lainnya seperti estrogen dan progesteron. Akibatnya, ovulasi bisa terganggu atau bahkan tidak terjadi, yang kemudian menyebabkan menstruasi menjadi terlambat.

Kondisi ini sering dialami oleh ibu menyusui, tetapi juga bisa terjadi pada perempuan yang mengalami gangguan pada kelenjar pituitari atau stres berlebih.

Demikian beberapa hormon yang berpengaruh saat menstruasi terlambat. Jika keterlambatan menstruasi terjadi sesekali, biasanya kondisi ini masih tergolong normal.

Namun, apabila siklus haid sering terlambat atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More