Berikut tips memelihara persahabatan selama kehamilan:
Cobalah skrip sederhana: “Saya ingin terus bertemu dengan kamu, energi dan jadwal saya sedikit berubah. Jalan-jalan, pertemuan lebih awal, dan rencana santai paling cocok untuk saya saat ini.” Menyatakan kebutuhan Mama mencegah rasa kesal yang terpendam dan mengajak teman-teman untuk bertemu Mama di tempat Mama berada. Membingkainya sebagai sebuah fase menjaga pintu tetap terbuka untuk perubahan di masa depan saat bayi lahir.
Ganti makan malam larut dengan kopi di hari Sabtu, jalan-jalan di lingkungan sekitar, atau FaceTime sambil berdiri saat Mama menyiapkan makan siang. Ketika teman-teman menawarkan bar anggur atau acara malam yang panjang, Mama bisa mengatakan: “Saya ikut untuk minum mocktail dan bertemu pukul 6 sore.” Menawarkan satu atau dua alternatif yang memungkinkan membantu semua orang beralih tanpa rasa canggung.
Sentuhan singkat dan penuh perhatian menjaga persahabatan tetap hidup ketika hidup sedang sibuk. Pikirkan pesan suara, foto dari jalan-jalan prenatal, atau pesan teks “memikirkanmu” di hari besar teman. Ini bukan sekadar pengisi waktu. Ini adalah benang yang menghubungkan kesinambungan sampai kapasitas kembali pulih.
Banyak teman ingin mendukung Mama, mereka mungkin hanya tidak tahu caranya. Coba: “Bisakah kamu menemaniku saat tes glukosa?” atau “Jika kamu di toko, bisakah kamu mengambilkan air soda dan mentimun?” Membiarkan orang lain membantu mengubah kenalan menjadi sekutu dan teman dekat menjadi tempat berlindung yang nyaman.
Lebih mudah merasa diperhatikan ketika setidaknya beberapa teman sedang menghadapi hal serupa. Kelas persiapan persalinan, yoga prenatal, dan kelompok orang ua di lingkungan sekitar dapat menjadi lahan subur untuk menjalin persahabatan baru. Teman-teman lama Mama tetap penting, dan kehadiran teman-teman sebaya yang berada di fase kehamilan yang sama akan melengkapi dukungan Mama.
Tanyakan tentang dunia mereka. Rayakan promosi, perjalanan, dan pameran seni mereka. Bagikan kabar terbaru tentang perkembangan bayi tanpa menjadikan setiap percakapan sebagai daftar gejala atau perlengkapan. Mama dapat menetapkan batasan yang lembut jika saran yang tidak diminta muncul: “Saya menghargai perhatian kamu. Saya memiliki rencana dengan dokter saya yang saya rasa baik.”
Sebelum hari kelahiran bayi, kirim pesan kepada lingkaran terdekat Mama: siapa yang perlu diberi kabar, bagaimana Mama lebih suka berkomunikasi, waktu terbaik untuk berkunjung, dan bantuan seperti apa yang akan sangat membantu. Jika Mama khawatir tentang perubahan suasana hati, pertimbangkan untuk berbagi tanda-tanda bahaya yang perlu diperhatikan dan siapa yang harus dihubungi dengan teman yang Mama percayai.
Itu penjelasan tentang kenapa kehamilan bisa mengubah hubungan persahabatan. Apakah Mama juga mengalaminya?