Bolehkah Ibu Hamil Makan Cuanki? Ini yang Perlu Diperhatikan

- Ibu hamil boleh makan cuanki asal tidak berlebihan, cukup dua kali sebulan dan pastikan bahan serta kuahnya matang sempurna agar aman dari bakteri.
- Cuanki bermanfaat membantu hidrasi tubuh, meredakan mual saat trimester pertama, serta memberi tambahan energi dari karbohidrat dalam pangsit atau aci.
- Konsumsi berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan karena kadar garam, lemak, serta kepedasan tinggi; disarankan membuat cuanki sendiri agar lebih sehat.
Cuanki merupakan salah satu hidangan berkuah bening dengan cita rasa gurih, asin, dan sedikit asam segar. Umumnya cuanki terdiri dari bakso, tahu, siomai, dan pangsit.
Berbeda dengan sajian porsi bakso, cuanki lebih menonjolkan isian siomai dan tahu kering yang disajikan dalam kuah kaldu sapi atau kaldu ikan yang hangat.
Cuanki sangat cocok dikonsumsi saat cuaca dingin dengan sajian hangat untuk menghangatkan tubuh. Namun, bolehkah ibu hamil makan cuanki?
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya pada artikel berikut ini. Yuk, Ma, simak selengkapnya.
Table of Content
Bolehkah Ibu Hamil Boleh Makan Cuanki?

Jawabannya boleh, asalkan tidak secara berlebihan. Mama sebaiknya mengonsumsi cuanki dengan batasan porsi dalam sebulan, misalnya dua kali dalam sebulan.
Sebaiknya Mama mengonsumsi cuanki saat mengidam dan tidak menjadikannya sebagai menu makanan utama.
Hal itu karena cuanki memiliki kandungan MSG, garam, serta lemak cukup tinggi sehingga berbahaya pada ibu hamil jika dikonsumsi secara berlebihan.
Mama juga perlu memastikan konsumsi cuanki yang telah matang sempurna untuk membunuh bakteri atau kuman berbahaya dalam makanan sehingga kesehatan Mama dan si Kecil tetap terjaga.
Manfaat Konsumsi Cuanki bagi Ibu Hamil

Mengonsumsi cuanki dengan kuah kaldu hangat dan gurih membantu menambah asupan cairan tubuh serta menjaga hidrasi guna mencegah sembelit sekaligus mempertahankan volume air ketuban.
Cita rasa dari satu porsi cuanki meredakan keluhan mual atau morning sickness, terutama pada kehamilan trimester pertama. Rasa kuat dan hangat tersebut mudah diterima oleh lidah dibandingkan makanan yang terasa hambar, seperti nasi putih.
Tambahan bahan pada cuanki, seperti pangsit atau aci juga menjadi sumber energi dan karbohidrat sehingga Mama tidak merasa mudah lelah saat beraktivitas.
Risiko Makan Cuanki bagi Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Satu porsi cuanki mengandung kadar garam cukup tinggi karena kombinasi beberapa bahan, seperti bakso, tahu, dan siomai. Oleh karena itu, Mama sebaiknya melakukan batasan konsumsi agar tidak berlebihan karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Mama juga sebaiknya tidak mengonsumsi cuanki dengan tingkat kepedasan yang terlalu tinggi karena dapat memicu rangsangan saluran pencernaan yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa mual, muntah, dehidrasi, hingga diare.
Selain itu, Mama juga perlu menghindari cuanki yang belum matang sempurna karena berisiko terkontaminasi oleh bakteri berbahaya, seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kontaminasi bakteri tersebut berdampak serius bagi kehamilan karena berpotensi menyebabkan kelahiran prematur hingga kematian janin dalam kandungan.
Konsumsi Cuanki yang Lebih Sehat bagi Ibu Hamil

Jika Mama ingin mengonsumsi cuanki secara lebih aman dan sehat selama kehamilan, Mama dapat membuatnya sendiri di rumah. Dengan begitu, Mama dapat mengontrol penggunaan bahan atau bumbu pada porsi cuanki tersebut.
Jika kuah cuanki terlalu asin, Mama dapat mengurangi kuah tersebut agar cairan tubuh tetap seimbang serta tekanan darah tetap stabil.
Mama juga sebaiknya menambahkan beberapa sayuran dalam cuanki, seperti sawi, wortel, atau kol untuk meningkatkan kandungan serat dan vitamin.
Namun, jika Mama membeli cuanki dari seorang penjual, pastikan penjualnya menjaga kebersihan makanan serta lingkungan tempat berjualan. Selain itu, pastikan semua bahan dalam cuanki bersih dan dimasak hingga matang sempurna.
Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Menghindari Cuanki?

Meski cuanki boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dalam batas wajar, terdapat beberapa kondisi kesehatan sebelum Mama mengonsumsi cuanki.
Salah satu kondisi tersebut adalah jika Mama memiliki tekanan darah tinggi karena cuanki dapat memperburuk kondisi tersebut karena kandungan garam dan lemak yang tinggi.
Selain itu, jika Mama memiliki gangguan pencernaan, seperti maag, diare, atau perut kembung, sebaiknya Mama tidak mengonsumsi cuanki. Makanan yang terlalu berlemak atau pedas membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dan memperlambat proses pemulihan.
Itulah penjelasan dari ibu hamil makan cuanki. Semoga artikel ini membantu Mama dalam memahami konsumsi camilan yang sehat sesuai kondisi kehamilan, ya, Ma.


















