Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil

Mengalami sesak napas saat hal itu wajar terjadi

2 November 2018

Jangan Panik Ini Cara Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil
Freepik

Sebagian besar ibu hamil akan mengalami sesak pada pernapasannya. Biasanya sesak napas ini bisa terjadi pada trimester pertama atau trimester ketiga.

Sulitnya bernapas pasti akan membuat kondisi ibu hamil merasa kurang nyaman dan merasa seperti terancam. 

Namun tidak perlu khawatir bila sedang mengalami sesak napas, semakin panik biasanya seseorang akan bingung harus berbuat apa.

Kondisi sesak napas ini bisa kembali normal dan tidak membahayakan untuk janin di dalam kandungan asalkan tidak panik atau stres. 

Dilansir dari Mom Juntion, kali ini Popmama.com sudah merangkum beberapa cara untuk meredakan dan mencegah terjadinya sesak napas selama masa kehamilan berlangsung. Dibaca sampai habis ya, Ma!

1. Apakah sesak napas selama kehamilan itu normal?

1. Apakah sesak napas selama kehamilan itu normal
medical-center.lomalindahealth.org

Jika sesak napas bisa disebabkan oleh beberapa tekanan secara fisik seperti menaiki tangga atau melakukan pekerjaan yang melelahkan, maka hal ini dianggap normal. Perlu diingat kalau sesak napas saat hamil itu wajar terjadi. 

Mama tidak perlu khawatir karena banyak kasus sesak napas pada ibu hamil yang tidak membahayakan. Namun, bila tidak diatasi dengan serius sesak napas dapat mengakibatkan hal serius. 

Dalam trimester pertama, ibu hamil akan mengalami fase perubahan dan kebiasaan baru yang jarang dirasakan sebelumnya seperti:

  • Tulang rusuk menjadi lebih luas untuk meningkatkan kapasitas paru-paru.
  • Hormon progesteron juga bertanggung jawab terhadap penyebab sesak napas selama masa kehamilan. Ini dikarenakan tubuh menyerap lebih banyak oksigen ke dalam aliran darah, sehingga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru. Oleh karena itu, tubuh Mama selama masa kehamilan akan merasa kewalahan saat menghirup kadar karbon dioksida secara berlebihan. 
  • Lebih sering berusaha untuk mengambil napas lebih dalam karena merasa sesak napas. 
  • Di awal kehamilan, volume darah membengkak sekitar 50% sehingga kinerja jantung harus lebih bekerja keras dari sebelumnya. Ini dapat membuat lebih sering mengambil napas, walau sedang beristirahat. 

Selain itu, terkadang sesak napas bisa menunjukkan beberapa dugaan terhadap sebuah penyakit yang dirasakan oleh tubuh. Penyakit yang perlu diwaspadai dari sesak napas di masa-masa kehamilan seperti asma, anemia, komplikasi terhadap jantung atau paru-paru. 

Sebelum terlambat dan membahayakan janin di dalam kandungan, ada baiknya untuk memeriksakannya ke dokter. 

Baca juga: Awas, Ma! Ini Bahaya Memakai High Heels Saat Hamil

Editors' Picks

2. Langkah mudah meredakan sesak napas selama kehamilan

2. Langkah mudah meredakan sesak napas selama kehamilan
Unsplash/Alekon pictures

Sebagian ibu hamil masih belum mengetahui kalau sesak napas wajar dialami saat masa-masa kehamilan, terutama di awal dan akhir menjelang persalinan.

Bahkan hampir 75% perempuan yang belum pernah merasakan sesak napas sebelumnya akan merasa kesulitan bernapas selama masa kehamilan. 

Bila tiba-tiba ibu hamil mengalami sesak napas, ini cara tepat yang bisa Mama lakukan untuk meredakannya:

  • Berlatih postur tubuh yang baik. Untuk mengurangi sesak napas, ibu hamil perlu postur tubuh yang baik dan benar. Sambil duduk, angkat dada dan pundak, kemudian letakkan kembali pada posisi semula dengan rileks. Ini dapat memberi cukup ruang untuk paru-paru mengembang. Saat tidur, dorong tubuh ke bagian atas menggunakan beberapa bantal untuk memperluas ruang di rongga perut dan memberi kelegaan. Lalu saat berbaring, gunakan bantal ekstra untuk mengangkat kepala. 
  • Berusaha mengganti posisi agar mudah bernapas. Saat merasa mulai sesak napas akibat berada pada posisi yang sama untuk waktu lama, cobalah untuk mengganti posisi agar bisa bernapas dengan mudah. Bisa juga berdiri tegak karena dapat mengurangi tekanan pada diafragma.  
  • Cukup istirahat. Berusahalah untuk selalu mendengar sinyal-sinyal pada tubuh sendiri saat ingin beristirahat atau bersantai. Saat merasa napas sesak atau kehabisan napas, cobalah untuk bersantai. Berhenti sejenak dari segala pekerjaan yang ada, kemudia tarik napas dalam-dalam hingga mulai merasa membaik. Istirahat setidaknya sekitar 20 menit dan kemudian baru melanjutkan segala aktivitas yang ada. 
  • Mulai melatih pernapasan. Ibu hamil biasanya akan sulit bernapas menggunakan perut karena sedang mengalami perluasan rahim. Latihan pernapasan dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru serta lebih banyak menawarkan penapasan pada bagian dada.

Mulailah untuk melatih pernapasan yang ringan seperti menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya kembali. Saat berolahraga atau latihan pernapasan, janin di dalam kandungan bisa mendapatkan cukup oksigen. 

Melalui latihan aerobik pada awal kehamilan juga dapat meningkatkan pernapasan dan mengontrol denyut nadi.

3. Bagaimana cara mencegah sesak napas saat hamil?

3. Bagaimana cara mencegah sesak napas saat hamil
verywellfit.com

Mengalami sesak napas saat hamil tentu sangat mengganggu saat ingin menjalani segala aktivitas sehari-hari. Belum lagi jika sesak napas ini terjadi menjelang waktu tidur, ibu hamil perlu sekali mencari posisi tidur yang nyaman sehingga aktivitas bernapas bisa berjalan apa adanya. 

Sesak napas selama masa kehamilan bisa dicegah dengan beberapa cara seperti:

  • Usahakan untuk tidak dehidrasi. Sesak napas biasanya akan menjadi sebuah gejala umum dari dehidrasi. Untuk itu saat masa kehamilan ada baiknya untuk minum cukup air putih. Kurangi dan hindari kebiasaan minuman yang berwarna seperti kopi, teh, soda bahkan alkohol. Jika terbiasa meminum minuman seperti ini, berat badan akan meningkat dan dapat memperburuk sesak napas
  • Terapkan makan sehat. Ibu hamil harus bisa mengontrol berat badannya selama masa kehamilan. Pola makanan sehat ini harus mulai dipersiapkan sejak masa kehamilan, sehingga ibu hamil dapat mempertahankan berat badan ideal dan tingkat kebugarannya.
  • Mengurangi pekerjaan yang berat. Usahakan untuk tidak memaksakan diri untuk membawa benda-benda berat. Tetaplah untuk menjaga kondisi tubuh selama masa kehamilan dengan beristirahat sejenak dari pekerjaan berat. 
  • Menghindari stres. Sesak napas biasanya akan muncul saat sedang stres. Beban pikiran yang terlalu berat tentu dapat menghambat fungsi otak dalam memaksimalkan kinerja keluar masuknya udara. Hal inilah yang membuat ibu hamil bisa merasa kekurangan oksigen. Untuk itu, ada baiknya untuk selalu menghindari stres berlebihan dan tetap berusaha bahagia. 

Bila ibu hamil tidak bisa mengontrol pernapasannya selama kehamilan, tentu ini dapat berisiko untuk janin di dalam kandungan.

Untuk itu, perlu sekali mendapatkan bantuan dari dokter bila sudah mulai merasakan nyeri dada dengan denyut jantung yang berdetak hebat, terjadi semburat kebiruan pada bibir dan ujung jari, merasa lelah karena anemia hingga mengalami batuk-batuk disertai demam atau batuk berdarah. 

Tetap semangat menjalani masa kehamilan hingga memasuki hari persalinan ya, Ma!

Baca juga: 5 Tips Mencegah Mudah Pusing dan Lelah Saat Hamil

Baca juga: Penasaran Mengapa Napas Bayi Tak Teratur? Ini Jawabannya

Topic: