Kehamilan membuat Mama perlu menjalani berbagai pemeriksaan untuk memastikan kondisi ibu hamil dan janin tetap sehat. Salah satunya adalah skrining hepatitis B, yang penting dilakukan meski tidak mengalami gejala apa pun.
Pasalnya, infeksi hepatitis B dapat terjadi tanpa disadari dan berisiko menular kepada bayi saat proses persalinan. Risiko pun mengintai bayi ketika ibu hamil yang hasil skrining hepatitis B positif tapi tidak terdeteksi karena tidak melakukan tes ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai menggenjot skrining hepatitis B secara agresif guna mencapai target eliminasi pada tahun 2030. Hal ini karena penderita hepatitis di Indonesia telah menembus 10 juta jiwa, namun angka skrining baru mencapai sekitar 10 persen dari target WHO sebesar 90 persen.
Lantas, kapan ibu hamil perlu melakukan skrining hepatitis B dan pemeriksaan apa yang dilakukan?
Berikut Popmama.com rangkum informasinya.
