- Makanan mentah atau setengah matang, seperti daging, telur, dan seafood yang belum dimasak hingga matang sempurna karena berisiko mengandung bakteri atau parasit yang dapat membahayakan kesehatan mama dan janin.
- Susu dan produk olahan yang tidak dipasteurisasi, karena berisiko mengandung bakteri penyebab infeksi yang dapat membahayakan ibu hamil dan janin.
- Ikan dengan kandungan merkuri tinggi, karena paparan merkuri dalam jumlah tinggi selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan sistem saraf janin.
- Makanan manis dan ultra-proses, sebab umumnya rendah zat gizi tetapi tinggi kalori, gula, garam, serta lemak tambahan.
- Makanan tinggi garam dan natrium, dapat meningkatkan tekanan darah dan berkontribusi terhadap risiko hipertensi selama kehamilan, termasuk preeklampsia.
- Minuman beralkohol, karena alkohol dapat melewati plasenta dan memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan janin sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan.
- Minuman berkafein, yang sebaiknya dibatasi hingga tidak lebih dari 200 mg per hari.
Kenapa Ibu Hamil Punya Banyak Pantangan Makanan? Ini Kata Dokter

- Pantangan makan saat hamil berfokus pada keamanan pangan dan kandungan tertentu, karena makanan mentah atau tidak matang berisiko membawa bakteri maupun parasit bagi ibu dan janin.
- Ibu hamil perlu menghindari produk tidak dipasteurisasi, ikan tinggi merkuri, alkohol, serta membatasi kafein maksimal 200 mg per hari; makanan ultra-proses dan tinggi natrium juga perlu dibatasi.
- Nanas, durian, dan makanan pedas tidak selalu terlarang bila porsinya wajar dan tidak menimbulkan keluhan; kehamilan justru memerlukan tambahan energi serta protein bertahap.
Saat hamil, Mama mungkin mulai lebih sering mendengar daftar makanan yang sebaiknya dihindari. Mulai dari makanan mentah, ikan tertentu, hingga minuman berkafein dan alkohol. Tak heran jika muncul pertanyaan, sebenarnya kenapa ibu hamil punya banyak pantangan makanan?
Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG., dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang sering membagikan informasi seputar kebidanan dan kandungan di akun Instagram pribadinya, @dokterkeven.
Dalam salah satu unggahannya, dr. Keven menjelaskan bahwa Mama tidak perlu menganggap kehamilan sebagai kondisi yang membuat semua jenis makanan menjadi terlarang.
Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai kenapa ibu hamil punya banyak pantangan makanan menurut penjelasan dokter.
Table of Content
1. Kenapa ibu hamil punya banyak pantangan makanan?

Magnific/yanalya Banyaknya aturan soal makanan selama kehamilan terkadang membuat Mama merasa pilihan makanan menjadi lebih terbatas. Padahal, bukan berarti ibu hamil harus menghindari hampir semua jenis makanan.
Menurut dr. Keven, pembatasan tersebut lebih berkaitan dengan keamanan pangan serta kandungan tertentu yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Beberapa makanan perlu dihindari karena berpotensi mengandung bakteri atau parasit, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi mentah atau belum matang sempurna.
Kehamilan membuat kebutuhan nutrisi Mama meningkat untuk mendukung kesehatan tubuh sekaligus pertumbuhan dan perkembangan janin. Oleh sebab itu, perhatian terhadap makanan bukan sekadar soal boleh atau tidak boleh, tetapi juga mengenai kualitas, jumlah, dan kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
2. Pantangan makanan bagi ibu hamil di trimester pertama

Magnific/azerbaijan.stockers Beberapa pantangan makanan bagi ibu hamil di trimester pertama, antara lain:
3. Nanas, durian, dan makanan pedas tidak selalu jadi pantangan

Magnific/jcomp Beberapa makanan kerap dianggap tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, padahal sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya. Dokter Keven menjelaskan bahwa nanas, durian, maupun makanan pedas masih dapat dikonsumsi selama jumlahnya wajar dan tidak menimbulkan keluhan pada tubuh mama.
Artinya, Mama tidak perlu langsung menghapus makanan tersebut dari menu hanya karena sedang hamil. Yang lebih penting adalah memperhatikan porsi, frekuensi, kebersihan, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Agar lebih aman, Mama dapat memperhatikan beberapa hal berikut saat mengonsumsi nanas dan durian:
- Batasi porsinya, sekitar 2–3 potong per kali makan
- Konsumsi secukupnya, idealnya tidak lebih dari 1–2 kali dalam seminggu
- Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga hidrasi dan mendukung pencernaan
- Hindari mengonsumsinya bersamaan dengan makanan atau minuman tinggi gula lainnya
- Mama yang memiliki diabetes gestasional, hipertensi, atau obesitas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengatur konsumsi nanas dan durian selama kehamilan.
4. Makanan yang aman dikonsumsi ibu hamil untuk penuhi nutrisi

Magnific/senivpetro Kementerian Kesehatan RI menyarankan penambahan kebutuhan energi sekitar 180 kalori pada trimester I, kemudian 300 kalori pada trimester II dan III. Kebutuhan protein juga meningkat secara bertahap, yakni tambahan sekitar 1 gram pada trimester I, 10 gram pada trimester II, dan 30 gram pada trimester III.
Beberapa pilihan makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat Mama selama kehamilan, antara lain:
- Sayuran dan buah-buahan.
- Telur, ikan, ayam, dan daging yang dimasak matang.
- Kacang-kacangan dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe.
- Susu dan produk olahan yang telah dipasteurisasi.
- Serealia dan biji-bijian utuh, seperti oatmeal dan nasi merah.
- Ikan rendah merkuri, seperti salmon, sarden, dan ikan kembung.
Yang tidak kalah penting, pastikan bahan makanan dicuci dengan bersih dan makanan dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri maupun parasit.
Nah, itu tadi alasan kenapa ibu hamil punya banyak pantangan makanan menurut penjelasan dokter. Semoga informasi ini dapat membantu Mama lebih bijak dalam memilih makanan selama hamil.






















