Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ibu Hamil Ingin Makan Pedas? Ini Penyebabnya
Pexels/Mart Production

  • Ngidam pedas saat hamil dapat dipengaruhi fluktuasi hormon, kondisi tubuh seperti hidung tersumbat atau kepanasan, emosi tidak stabil, serta kebiasaan makan pedas.
  • Capsaicin pada makanan pedas dapat membantu melegakan hidung, memicu keringat untuk mengatur suhu tubuh, dan melepaskan endorfin, tetapi konsumsi perlu disertai hidrasi.
  • Makanan pedas umumnya aman bagi janin, namun berlebihan dapat memperburuk mual, muntah, GERD, diare, atau kram; ibu hamil dianjurkan menjaga porsi dan pola makan bergizi seimbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cita rasa pedas tentunya sudah begitu lekat dengan lidah orang Indonesia. Bagi orang yang menyukai pedas, rasanya tak lengkap jika makanan tidak ditambahkan sambal atau jenis makanan pedas lainnya.

Tak jarang, keinginan atau ngidam makan pedas juga melanda ibu hamil. Kondisi ngidam memang sudah umum terjadi pada ibu hamil. Tapi Mama tak perlu khawatir, karena ngidam bukanlah kondisi yang tidak normal, keinginan ibu hamil saat ngidam ini biasanya juga boleh untuk dituruti. 

Tapi, ternyata ngidam juga bisa menandakan kondisi kehamilan tertentu, lho. Melansir dari Parade, Jennifer Hernandez, ahli diet di Plant-Powered Kidneys mengatakan bahwa ngidam dapat menjadi pertanda kalau tubuh sedang menginginkan sesuatu yang dibutuhkan. 

Lalu, kenapa ibu hamil ingin makan pedas? Simak penjelasannya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Pengaruh hormon

Pexels/Cottonbro Studio

Perubahan hormon tentu akan terjadi pada tubuh mama selama masa kehamilan. Hormon yang sedang berubah-ubah ini juga dapat menyebabkan Mama untuk ngidam makanan pedas saat hamil, lho.  

“Ngidam makanan pedas saat hamil cukup umum dan mungkin berasal dari fluktuasi hormonal atau sekadar keinginan akan rasa yang lebih intens,” ujar Kelsey Costa, ahli gizi sekaligus pendiri Dietitian Insights.  

Meskipun ngidam adalah hal yang wajar, tetapi ibu hamil harus tetap waspada. Jika merasa ngidam saat masa kehamilan, Mama sebaiknya memperhatikan lagi jumlah dan jenis makanan pedas yang ingin dikonsumsi.

“Ngidam ini biasanya tidak berbahaya, namun penting bagi ibu hamil untuk memantau kuantitas dan jenis makanan pedas yang dikonsumsi untuk menghindari ketidaknyamanan pada pencernaan,” lanjut Kelsey Costa.

Faktanya, keinginan mengonsumsi makanan pedas tak hanya terjadi pada ibu hamil. Ngidam juga sering kali terjadi pada perempuan yang tidak hamil. Sama seperti kehamilan, hal ini mungkin disebabkan oleh tubuh yang sedang mengalami perubahan hormonal.  

Julia Zumpano, ahli diet di Cleveland Clinic Center for Human Nutrition pun juga mengatakan bahwa leptin dan serotonin merupakan hormon-hormon yang dapat memengaruhi keinginan ibu hamil untuk ngidam makanan pedas.


2. Tubuh sedang sakit

Pexels/Andrea Piacquadio

Tahukah Mama, tubuh yang sedang sakit ternyata juga bisa menimbulkan rasa ngidam makan pedas, lho. Misalnya ketika hidung tersumbat, mengonsumsi makanan pedas dapat membantu melegakan rasa tak nyaman yang dirasakan di hidung.

Capsaicin bertindak sebagai dekongestan alami dan dapat memperbaiki gejala yang berhubungan dengan rinitis non-alergi,” tutur Kelsey Costa. 

Mengonsumsi makanan pedas umumnya akan membuat hidung menjadi meler. Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas juga dapat mengurangi rasa sesak.  

Jadi, jika Mama sedang sakit dan ingin menyantap makanan pedas, tidak perlu terlalu khawatir lagi. Tapi perlu diingat juga, hindari konsumsi makanan pedas secara berlebihan, ya!


3. Merasa kepanasan

Pexels/Gustavo Fring

Walaupun terdengar aneh, ternyata ngidam makan pedas bagi ibu hamil juga dapat menjadi tanda kalau tubuh merasa kepanasan. Hal itu bisa terjadi karena konsumsi makanan pedas bisa membantu mendinginkan suhu tubuh.

Cabai memiliki kandungan capsaicin di dalamnya. Melansir dari Healthline, capsaicin merupakan senyawa yang memberikan rasa pedas pada makanan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan kalau capsaicin memiliki peranan penting dalam termoregulasi, yaitu sebuah proses yang membantu agar suhu tubuh tetap terjaga. 

Capsaicin yang dikonsumsi akan memberikan rasa hangat pada tubuh. Senyawa ini membuat tubuh bereaksi dengan mengeluarkan keringat, yang kemudian akan membantu tubuh terasa lebih sejuk. 

“Ya, makanan pedas dapat membuat ibu hamil ngidam bila merasa kepanasan. Capsaicin dalam makanan pedas telah terbukti dapat meregulasi suhu tubuh manusia,” kata Jennifer Hernandez.  

Namun perlu diingat, tetap jaga hidrasi tubuh jika Mama ingin mengonsumsi makanan pedas. Jangan lupa untuk minum banyak air putih setelah menyantap makanan yang pedas, ya.

4. Kondisi emosional yang tidak stabil

Pexels/Tima Miroshnichenko

Masa kehamilan merupakan hal yang tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Pasti ada saatnya ibu hamil akan merasa tertekan dan membuat kondisi emosional menjadi tidak stabil. Di saat seperti inilah Mama dapat merasakan ngidam makanan pedas.

“Makan secara emosional, terlebih ketika sedang merasa sedih atau cemas, sering kali dapat menyebabkan keinginan untuk ngidam makanan yang memberikan kelegaan emosi secara langsung dan jangka pendek,” tutur Julia Zumpano.  

Meski demikian, Mama tak perlu cemas. Mengonsumsi makanan pedas saat masa kehamilan ternyata juga dapat memperbaiki suasana hati. Kandungan capsaicin yang ada dalam makanan pedas dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin atau hormon yang dapat memicu perasaan bahagia dan senang pada seseorang.

Namun, jika kondisi emosional Mama terus memburuk selama masa kehamilan, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan pedas secara berkepanjangan, ya! Mama dapat mencoba kegiatan lain seperti berolahraga, melakukan relaksasi, atau berbagi cerita dengan Papa atau orang terdekat lainnya.

Bila kegiatan-kegiatan tersebut tetap tidak membantu, maka segera hubungi dokter atau psikolog agar tidak memengaruhi si Kecil di dalam kandungan.


5. Terbiasa mengonsumsi makanan pedas

Pexels/Kevin Yung

Wajar bila Mama gemar mengonsumsi makanan pedas. Berbagai sajian khas tanah air pun hampir selalu dilengkapi dengan sambal sebagai pelengkap dan penambah selera makan. 

“Tumbuh dengan budaya di mana makanan pedas merajalela makanan pedas dapat menyebabkan preferensi dan keinginan terhadap rasa tersebut,” jelas Trista Best, seorang ahli diet.  

Meski ngidam makan pedas saat masa kehamilan bukanlah suatu masalah yang perlu dikhawatirkan, Mama harus tetap menjaga pola makan yang baik, ya! Pasalnya, konsumsi terus menerus pada jenis makanan yang sama dapat membuat nutrisi selama masa kehamilan tidak terpenuhi secara optimal.

“Ketergantungan yang berlebihan pada satu jenis masakan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi atau ketidakseimbangan pola makan,” imbuh Trista Best.

Oleh karena itu, konsumsi berbagai jenis makanan bergizi lainnya juga tetap diperlukan agar kesehatan mama dan si Kecil tetap terjaga.  

Lalu, adakah efek samping dari mengonsumsi makanan pedas saat masa kehamilan dan dampaknya bagi janin?

Efek Mengonsusmi Makanan Pedas saat Hamil Muda dan Dampaknya pada Janin

Pexels/Arina Krasnikova

Ngidam makanan pedas saat masa kehamilan merupakan hal yang wajar saja terjadi. Pasalnya, makanan pedas juga dapat memberikan beberapa manfaat bagi ibu hamil.

Namun jangan lupa pastikan jumlah makanan pedas yang dikonsumsi masih dalam batas wajar. Sebab, mengonsumsi makanan pedas saat hamil muda ini dapat memberikan efek samping tertentu lho, Mama.  

Melansir dari laman Vinmec Healthcare System, tidak menutup kemungkinan ibu hamil yang mengidam makanan pedas saat trimester pertama dapat membuat gejala mual dan muntah semakin buruk.  

Seiring bertambahnya usia kehamilan, konsumsi makanan pedas juga perlu lebih diperhatikan, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat memperburuk atau meningkatkan risiko munculnya gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) pada sebagian ibu hamil. 

Tak hanya itu, konsumsi makanan pedas dalam jumlah besar juga dapat membuat Mama mengalami diare atau kram perut. Maka dari itu, jika merasakan efek samping tersebut, sebaiknya konsumsi makanan pedas dihentikan sejenak, ya.

Perlu Mama ketahui, ngidam makanan pedas saat hamil sebenarnya juga 100 persen aman bagi janin di dalam kandungan. Janin tidak akan terkena dampak bila ibu hamil terus mengonsumsinya.  

Meski mengidam makanan pedas saat hamil umumnya bukan masalah, Mama tetap harus berhati-hati. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan pedas tertentu mungkin memengaruhi dengan perubahan jumlah air ketuban, yang merupakan komponen penting bagi tumbuh kembang janin. Sayangnya, belum ditemukan penelitian yang menetapkan batas aman jumlah makanan pedas yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan.

Selain itu, ibu hamil yang gemar mengonsumsi makanan pedas juga dapat memberi pengaruh pada selera janin ketika sudah lahir. Tidak menutup kemugkinan kalau si Kecil akan cenderung menyukai makanan pedas juga. Tetapi jangan khawatir, itu bukanlah hal yang buruk.

Itu tadi penjelasan kenapa ibu hamil ingin pedas. Apakah Mama juga suka makan pedas saat hamil?

Topics

Editorial Team

Related Article