Orgasme saat Hamil Muda, Apakah Bisa Membahayakan Janin?

Khawatir dengan kondisi janin saat berhubungan dengan suami? Simak informasi berikut ini ya, Ma!

20 September 2021

Orgasme saat Hamil Muda, Apakah Bisa Membahayakan Janin
Freepik/wayhomestudio

Saat hamil muda, Mama pasti akan sebisa mungkin menjaga dan melindungi janin dari bahaya dari dalam maupun luar kandungan. Mama tentu akan lebih protektif untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi pada janin. 

Tidak heran, jika kemudian Mama dan Papa kemudian khawatir jika janin mengalami sesuatu jika Mama berhubungan seks dan mengalami orgasme pada trimester pertama. Lantas. apakah orgasme saat hamil muda dapat membahayakan janin? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com telah merangkum informasi untuk Mama seputar orgasme saat hamil muda, dilansir dari Romper. Langsung saja dibaca yuk, Ma!

Bagaimana cara kerja orgasme?

Bagaimana cara kerja orgasme
Freepik/jcomp

Sebelum mengetahui efek orgasme saat hamil muda, mama perlu mengetahui dulu bagaimana cara kerja orgasme. Sebelum orgasme terjadi, ada peningkatan aliran darah ke area genital. Setelah itu, area genital dan seluruh tubuh akan seperti dihidupkan oleh rangsangan penuh sehingga kemungkinan besar akan terjadi orgasme. 

Saat orgasme, otot vagina dan rahim akan berkontraksi. Selain itu, otak akan melepaskan lebih banyak hormon oksitosin. Detak jantung dan otot akan tegang tepat sebelum orgasme. Kemudian otot akan rileks dan detak jantung akan kembali normal selama fase pasca orgasme.

Editors' Picks

Seperti apa orgasme pada kehamilan trimester pertama?

Seperti apa orgasme kehamilan trimester pertama
Freepik/gpointstudio

Berhubungan seks pada trimester pertama mungkin dapat menimbulkan beberapa kekhawatiran. Namun, Mama tidak perlu khawatir karena orgasme saat hamil trimester pertama tidak membahayakan janin. Orgasme di masa kehamilan justru bagus untuk emosional dan mental mama.

Tubuh ibu hamil sangat sensitif, misalnya payudara akan lebih mudah terangsang jika disentuh. Libido juga cenderung meningkat di masa kehamilan. Kondisi ini seiring dengan pelumasan meningkat di daerah genital. Oleh karena itu, ibu hamil dapat menghasilkan orgasme yang cenderung lebih cepat.

3. Apakah orgasme dapat menyebabkan keguguran?

3. Apakah orgasme dapat menyebabkan keguguran
Freepik/freepik

Dr Jeanne S. Sheffield, MD, seorang Direktur Divisi Pengobatan Maternal-Fetal di Johns Hopkins mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada data yang menunjukan bahwa orgasme dapat menyebabkan keguguran. Orgasme merupakan aktivitas yang aman di masa kehamilan dimulai dari embrio ditanamkan pada rahim hingga melahirkan nanti.

Namun, ada ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil menghindari berhubungan seks saat hamil, seperti perdarahan berat, vasa previa (pembuluh darah dari tali pusat janin yang melintas di mulut rahim), dan plasenta previa (ketika plasenta menutupi leher rahim).

Keguguran tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual

Keguguran tidak ada hubungan aktivitas seksual
Freepik/Racool_studio

Mama tidak perlu khawatir karena ternyata aktivitas seksual tidak ada hubungannya dengan keguguran. Keguguran terjadi karena adanya masalah pada perkembangan janin. 

Beberapa orang mungkin khawatir saat ada bercak darah setelah berhubungan seks saat hamil. Namun, pendarahan di awal kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa 20% - 40% wanita hamil akan mengalami perdarahan atau bercak selama trimester pertama mereka. 

Namun, jika perdarahan sudah berat dan berlebihan, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak terjadi masalah yang serius.

Kram setelah berhubungan seks

Kram setelah berhubungan seks
Pexels/Andrea Piacquadio

Selain bercak darah, adanya kram setelah berhubungan seks mungkin juga menjadi kekhawatiran bagi seorang ibu hamil. Tidak perlu khawatir, Ma! Kram juga umum terjadi karena orgasme dapat menyebabkan kontraksi ringan. Prostaglandin yang dilepaskan saat orgasme, dan prostaglandin yang ada dalam air mani dapat memicu kontraksi rahim. Kontraksi ini tidak ada hubungannya dengan keguguran pada kehamilan normal. 

Itulah informasi seputar orgasme saat hamil muda. Jika ada keluhan yang tidak normal seperti perdarahan hebat dan nyeri yang berlebihan, segera konsultasikan pada dokter ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.