Minggu ke-5
Letak Janin Usia 2 Bulan di Sebelah Mana? Ini Penjelasannya

- Letak janin usia 2 bulan masih di dalam rahim, belum menetap pada satu posisi
- Perubahan embrio signifikan, mulai berkembang saraf dan organ penting
- Mama mengalami gejala seperti morning sickness, kelelahan, payudara sensitif, perubahan suasana hati, dan nafsu makan menurun
Usia kehamilan 2 bulan berlangsung pada minggu ke-5 hingga minggu ke-8. Pada usia kehamilan ini, calon bayi masih berukuran sangat kecil sehingga disebut sebagai embrio.
Walaupun begitu, embrio pada usia kehamilan ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada setiap minggunya. Namun, di manakah letak janin atau embrio pada usia 2 bulan serta bagaimana kondisi Mama pada usia kehamilan ini?
Untuk mengetahuinya, Popmama.com telah merangkum penjelasan tentang letak janin usia 2 bulan di sebelah mana.
Table of Content
Letak Janin Usia 2 Bulan di Sebelah Mana?

Memasuki usia kehamilan 4-5 minggu, perubahan pada bentuk perut mama masih tergolong kecil. Namun, perubahan tersebut lebih mudah terlihat dibandingkan pada usia kehamilan bulan pertama.
Pada usia kehamilan dua bulan ini, kondisi embrio masih sangat kecil dan letaknya masih berada di dalam rahim, lebih tepatnya di dinding rahim.
Letak embrio pun belum menetap pada satu posisi tertentu saja karena embrio masih sangat aktif untuk berpindah-pindah pada ruang rahim yang masih luas.
Perubahan Janin pada Usia Kehamilan 2 Bulan

Embrio terus mengalami perkembangan seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama terhadap pembentukan saraf serta organ penting dalam tubuh.
Perubahan ini cukup terjadi secara signifikan pada usia kehamilan minggu ke-5 hingga minggu ke-8. Berikut merupakan ciri-ciri dari perubahan embrio pada bulan kedua kehamilan.
Ukuran embrio masih sangat kecil. Namun, sistem saraf mulai berkembang dan saling terhubung. Detak jantung juga mulai berdenyut sekitar 110 kali per menit.
Minggu ke-6
Ukuran embrio masih seukuran kacang tanah, yaitu mencapai panjang sekitar 1,6 cm dengan berat 1 gram.
Meski ukurannya masih sangat kecil, pembentukan sel darah serta sistem sirkulasi darah mulai terjadi pada minggu ini. Struktur awal pada beberapa bagian tubuh, seperti telinga, mata, dan mulut juga mulai terbentuk.
Minggu ke-7
Pada minggu ini, jenis kelamin serta bentuk tubuh dari calon bayi mulai dapat dikenali. Jaringan tulang mulai terbentuk untuk menggantikan tulang lunak serta ukuran kepala embrio semakin membesar dan terlihat sebanding dengan bagian tubuh lainnya.
Minggu ke-8
Organ-organ utama embrio mulai berkembang dan terlihat melalui mesin USG, seperti bentuk tangan, kaki, telinga, serta mata. Plasenta juga telah terlihat jelas untuk menyalurkan oksigen serta nutrisi melalui darah ke embrio.
Apakah Mama Dapat Merasakan Janin di Usia 2 Bulan?

Kondisi serta ukuran calon bayi pada usia kehamilan 2 bulan masih sangat kecil dan pergerakannya pun masih sangat minim sehingga Mama masih belum dapat merasakan pergerakan dari si Kecil.
Umumnya, Mama dapat merasakan pergerakan dari calon bayi pada usia kehamilan sekitar minggu ke-18 hingga minggu ke-24 jika Mama hamil pertama kali.
Apabila Mama sudah pernah hamil sebelumnya, pegerakan tersebut dapat dirasakan lebih awal, bahkan dapat dirasakan sejak bulan ke-4 kehamilan.
Kondisi Ibu Hamil pada Usia Kehamilan 2 Bulan

Pada usia kehamilan 2 bulan, tubuh mama masih beradaptasi dengan perkembangan calon bayi di dalam rahim.
Proses penyesuaian ini memicu munculnya berbagai gejala yang umum terjadi pada trimester pertama. Berbagai gejala umum tersebut adalah sebagai berikut.
Morning sickness
Rasa mual merupakan salah satu keluhan umum yang terjadi pada trimester pertama, termasuk saat memasuki bulan kedua kehamilan. Kondisi ini terjadi karena tubuh mama sedang beradaptasi terhadap hormon kehamilan.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut, Mama dapat mengonsumsi makanan ringan, seperti kerupuk hambar atau roti panggang, menghindari makanan berminyak, serta mencoba teh atau permen berbahan dasar jahe.
Kelelahan
Rasa lelah merupakan salah satu keluhan normal karena tubuh mama harus bekerja lebih ekstra dalam memenuhi kebutuhan nutrisi serta asupan bagi calon bayi. Oleh karena itu, Mama disarankan untuk mengurangi aktivitas berat serta menjaga pola makan teratur.
Payudara lebih sensitif dan membengkak
Seiring bertambahnya usia kehamilan, payudara mama akan membesar karena penyesuaian untuk menyusui sehingga terasa lebih sensitif dan terkadang terasa tidak nyaman.
Untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut, Mama dapat mencoba mengompres payudara dengan air dingin, menggunakan pakaian lebih longgar, atau tidur dengan posisi menyamping.
Perubahan suasana hati
Perubahan suasana hati serta pikiran yang tidak beraturan merupakan kondisi yang wajar terjadi pada trimester pertama karena tubuh mama sedang beradaptasi terhadap hormon kehamilan.
Walaupun begitu, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan agar tidak menjadi lebih parah. Mama dapat mengelola pikiran serta perasaan melalui aktivitas olahraga, meditasi, atau berbicara dengan pasangan, keluarga, atau kerabat dekat agar emosi tetap stabil.
Nafsu makan menurun
Nafsu makan yang menurun terjadi karena indra penciuman serta indra pengecap mama menjadi lebih sensitif dibandingkan biasanya.
Sebaiknya, Mama tidak memaksakan diri dalam mengonsumsi makanan tertentu jika terlalu menyengat. Kebutuhan akan nutrisi dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan lain yang lebih nyaman untuk Mama.
Walaupun begitu, gejala yang dialami oleh ibu hamil saat usia kehamilan 2 bulan tidak hanya terbatas pada gejala yang telah disebutkan saja, tetapi juga terdapat gejala lain berupa meningkatnya frekuensi buang air kecil, mengidam makanan, mulas atau sembelit, hingga sakit kepala.
Hal yang Perlu Mama Lakukan pada Usia Kehamilan 2 Bulan

Untuk menjaga kondisi kehamilan tetap optimal, Mama dapat menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, serta berolahraga secara rutin.
Melansir dari American Pregnancy Association, ibu hamil dengan masa kehamilan 2 bulan direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D3, DHA, hingga Omega-3D.
Mama juga sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi yang kaya akan protein, kalsium, zat besi, serat, dan asam folat untuk mendukung perkembangan janin. Selain itu, Mama juga sebaiknya menghindari makanan mentah serta hindari konsumsi yang mengandung kafein, alkohol, dan merkuri yang tinggi.
Mama juga dapat melakukan olahraga ringan, seperti berjalan santai, berenang, atau yoga untuk mendukung kebugaran tubuh. Hindari aktivitas fisik yang berat karena akan berdampak tidak baik bagi kondisi tubuh Mama selama kehamilan.
Jadi, sekarang Mama sudah tahu, kan, letak janin usia 2 bulan di sebelah mana? Lakukan pemeriksaan rutin dengan dokter, agar kehamilan tetap aman dan nyaman.


















