Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Studi: Kehamilan Ubah Fungsi Otak Perempuan Jadi Sempurna sebagai Ibu

Pixabay/CommanderClive
Pixabay/CommanderClive
Intinya sih...
  • Studi mengungkap perubahan otak selama kehamilan untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua yang baik bagi si Kecil nanti.
  • Penelitian menggunakan pencitraan canggih untuk melacak perubahan otak dari prakonsepsi hingga dua tahun pascapersalinan, menawarkan wawasan yang tak tertandingi.
  • Kehamilan membentuk kembali otak dengan pemangkasan materi abu-abu, peningkatan empati dan keterikatan, serta manajemen stres untuk memastikan kelangsungan hidup bayi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah Mama menjadi lebih pelupa atau mungkin merasa lebih lambat saat hamil? Hal ini umum dialami oleh ibu hamil dan sering disebut sebagai pregnancy brain atau otak kehamilan.

Namun apakah ini nyata, Ma? Apa penyebab terjadinya otak kehamilan? Nah, sebuah penelitian mengamati soal otak kehamilan ini. Ternyata, perubahan otak selama kehamilan itu tidak buruk. Berita baiknya, perubahan otak ini terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua yang baik bagi si Kecil nanti. Hebat, bukan?

Pada ulasan berikut ini, Popmama.com sudah merangkum informasi soal studi mengungkap mengapa kehamilan mengubah otak mama.

Penelitian tentang Bagaimana Kehamilan Mengubah Otak Mama

Pixabay/YourKlem
Pixabay/YourKlem

Untuk pertama kalinya, para peneliti memetakan bagaimana kehamilan mengubah otak dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penelitian mengungkap transformasi yang mendalam sekaligus menakjubkan. Studi inovatif ini, yang diterbitkan di Nature Neuroscience, memberikan pemahaman mendalam tentang perubahan neuroanatomi yang terjadi selama kehamilan dan setelahnya.

Perubahan ini, bagian dari proses yang disebut matresensi oleh para ilmuwan, jauh melampaui hormon. Perubahan ini bersifat neurologis—membentuk kembali area otak yang meningkatkan empati, kemampuan mengasuh, dan ketahanan. Jika Mama pernah merasa menjadi ibu benar-benar mengubah Mama, studi ini membuktikan bahwa Mama benar.

Mari kita telusuri bagaimana studi ini mengungkap cara-cara luar biasa kehamilan mengubah otak mama, membantu Mama tumbuh menjadi pengasuh yang dibutuhkan bayi.

Pexels/RDNE Stock project
Pexels/RDNE Stock project

Apa yang Ditemukan Peneliti tentang Perubahan Otak selama Kehamilan?

Penelitian ini menggunakan pencitraan canggih untuk melacak perubahan otak dari prakonsepsi hingga dua tahun pascapersalinan, menawarkan wawasan yang tak tertandingi. Studi ini mengungkap perubahan signifikan pada materi abu-abu dan putih—kunci bagi regulasi emosi, koneksi sosial, dan ikatan keibuan.

Berikut temuan utama studi ini:

  • Pemangkasan materi abu-abu: Area otak tertentu, seperti korteks prefrontal (pengambilan keputusan) dan amigdala (pemrosesan emosi), kehilangan volume dengan cara yang memperkuat koneksi yang terkait dengan empati dan pengasuhan, sehingga otak menjadi lebih efisien.
  • Perubahan materi putih: Peningkatan integritas materi putih selama kehamilan meningkatkan komunikasi antar area otak yang berbeda, mempersiapkannya untuk menafsirkan isyarat bayi.
  • Adaptasi emosional: Pergeseran saraf meningkatkan respons Mama terhadap tangisan, ekspresi wajah, dan isyarat nonverbal bayi, membangun fondasi bagi ikatan orangtua-anak yang kuat.
  • Peran hormonal: Lonjakan hormon kehamilan seperti estradiol dan progesteron memicu perubahan ini, mendorong remodeling struktural yang mendalam.

Studi inovatif ini menunjukkan bahwa fondasi neurologis untuk menjadi ibu dimulai jauh sebelum bayi lahir, membekali Mama untuk tuntutan menjadi orangtua.

Pexels/Pavel Danilyuk
Pexels/Pavel Danilyuk

Bagaimana Kehamilan Membentuk Kembali Otak Mama?

Kehamilan bagaikan proyek penataan ulang mental, membentuk kembali otak untuk mempersiapkan Mama menghadapi salah satu transformasi terbesar dalam hidup. Berikut yang terjadi di balik layar:

  • Pemangkasan untuk efisiensi: Otak merampingkan materi abu-abunya, mempertajam kemampuan Mama untuk memproses interaksi sosial dan menafsirkan isyarat emosional. Penyempurnaan ini bukanlah kerugian—melainkan keuntungan besar yang memperkuat naluri mengasuh.
  • Peningkatan empati dan keterikatan: Perubahan pada amigdala meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan bayi, membentuk fondasi bagi ikatan emosional yang mendalam.
  • Manajemen stres: Hormon seperti oksitosin dan perubahan struktural pada jaringan otak utama mengurangi kecemasan, membantu Mama tetap tangguh bahkan di malam-malam tanpa tidur.
Freepik
Freepik

Tujuan Evolusioner dari Perubahan Otak

Perubahan pada otak ibu selama kehamilan bukanlah suatu kebetulan—perubahan tersebut berakar kuat dalam evolusi, melayani satu tujuan penting: memastikan kelangsungan hidup bayi.

Inti dari perubahan ini adalah dorongan untuk membentuk ikatan emosional yang kuat dengan bayi. Area otak seperti lobus temporal medial, yang penting untuk memori dan emosi, beradaptasi untuk membantu Mama merespons isyarat bayi secara naluriah. Koneksi ini bukan hanya tentang cinta—ini tentang bertahan hidup. Seorang ibu yang memiliki ikatan batin yang kuat lebih peka terhadap sinyal bayinya, memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka.

Pergeseran saraf ini juga membantu Mama mengelola stres yang tak terhindarkan dalam mengasuh anak. Dengan memperkuat regulasi emosi dan ketahanan, otak mama membekali Mama untuk menghadapi malam-malam tanpa tidur, tuntutan yang terus-menerus, dan ketidakpastian peran sebagai orangtua.

Studi ini juga menemukan bahwa beberapa perubahan ini bertahan selama bertahun-tahun pascapersalinan, menunjukkan bahwa menjadi seorang ibu meninggalkan jejak yang abadi di otak mama.

Freepik
Freepik

Mengapa Penelitian tentang Otak Kehamilan Ini Penting?

Kehamilan bukan hanya tentang membesarkan bayi—melainkan transformasi holistik yang membentuk kembali pikiran dan emosi Mama. Mengenali proses ini, yang dikenal sebagai matresensi, membantu kita memahami bahwa menjadi seorang ibu adalah tahap perkembangan, bukan hanya fisik.

Dengan mengakui perubahan-perubahan ini, kita dapat membantu mengurangi stigma seputar kesehatan mental ibu. Naik turunnya emosi yang Mama rasakan? Itu bukan kelemahan—itu adalah bagian dari adaptasi alami otak mama untuk menjadi orangtua.

Dengan sumber daya, dukungan, dan kasih sayang yang tepat, kita dapat memberdayakan para ibu untuk menerima perubahan ini dan berkembang dalam peran baru mereka.

Menjadi ibu tidak hanya mengubah hidup Mama—tetapi juga mengubah Mama. Perubahan dalam otak Mama selama kehamilan merupakan bukti ketahanan dan kemampuan beradaptasi, mempersiapkan Mama untuk perjalanan membesarkan bayi yang cantik dan kompleks.

Memahami perubahan ini memberi kita kesempatan untuk menawarkan dukungan dan kasih sayang yang layak mereka dapatkan kepada para ibu. Penelitian inovatif ini mengungkap bagaimana kemampuan otak untuk berevolusi menjadikan peran ibu sebagai salah satu transisi paling luar biasa dalam hidup.

Itu informasi soal studi mengungkap mengapa kehamilan mengubah otak mama. Nah, jadi jangan khawatir jika Mama merasakan perubahan pada otak. Ini normal dan memang bermanfaat, kok!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Studi: Kehamilan Ubah Fungsi Otak Perempuan Jadi Sempurna sebagai Ibu

21 Jan 2026, 13:52 WIBPregnancy