6 Jenis Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil Muda

Meski sedang ngidam, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dilarang saat hamil muda

18 Juli 2020

6 Jenis Makanan Harus Dihindari saat Hamil Muda
The Baby Lover

Makanan yang bergizi sangat penting bagi ibu hamil, terutama di awal kehamilan. Pola makan yang baik dan sehat sangat diperlukan. Selain untuk Mama, juga untuk tumbuh kembang janin.

Di trimester pertama ini Mama biasanya mengalami ngidam. Nah, Mama perlu berhati-hati memilah makanan karena tidak semua jenis makanan dan minuman baik untuk ibu hamil, terutama saat hamil muda.

Ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil muda karena berisiko bagi kesehatan Mama dan janin.

Berikut Popmama.com merangkum enam jenis makanan yang harus dihindari saat hamil muda:

1. Ikan yang mengandung merkuri tinggi

1. Ikan mengandung merkuri tinggi
Freepik

Ikan memang mengandung protein dan asam lemak omega-3 esensial sehingga direkomendasikan dalam kehamilan. Tetapi Mama harus memilih ikan dengan kadar merkuri yang rendah.

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun. Tingkat paparan ikan pada merkuri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Ini paling sering ditemukan pada ikan yang hidup di air yang tercemar.

Merkuri dalam jumlah yang tinggi dapat menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal, Ma.

Jika ikan berasal dari laut yang tercemar, biasanya ikan laut yang besar dapat mengandung merkuri yang tinggi.

Ikan merkuri tinggi termasuk:

  • Hiu
  • Ikan todak (swordfish)
  • King mackarel
  • Tuna

2. Ikan mentah atau yang dimasak setengah matang

2. Ikan mentah atau dimasak setengah matang
Freepik

Konsumsi ikan mentah juga tidak diperbolehkan, terutama kerang, karena dapat menyebabkan beberapa infeksi. Antara lain dapat berupa virus, bakteri atau parasit, seperti norovirus, vibrio, salmonella, dan listeria.

Beberapa dari infeksi ini bukan hanya memengaruhi ibu hamil, misalnya dehidrasi dan lemas. Infeksi lain dapat ditularkan ke janin dengan konsekuensi serius atau bahkan fatal, Ma.

Ibu hamil sangat rentan terhadap infeksi listeria. Bahkan memiliki kemungkinan tertular 20 kali lebih besar. Bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau pengeringan.

Listeria dapat ditularkan kepada janin melalui plasenta, bahkan jika Mama tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Hal ini dapat menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Oleh karena itu, Mama disarankan untuk menghindari ikan mentah dan kerang saat hamil. Jadi tunda dulu konsumsi sushi ya, Ma.

Editors' Picks

3. Daging mentah atau yang dimasak setengah matang

3. Daging mentah atau dimasak setengah matang
Pixabay/Hans

Makan daging yang kurang matang atau mentah meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk toxoplasma, E. coli, listeria, dan salmonella.

Bakteri dapat mengancam kesehatan janin, kemungkinan menyebabkan lahir mati atau penyakit neurologis yang parah, termasuk cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Sementara sebagian besar bakteri ditemukan di permukaan potongan daging utuh, bakteri lain mungkin tertinggal di dalam serat otot.

Daging yang dipotong tidak boleh dikonsumsi mentah atau kurang matang, karena berisiko mengandung bakteri. Mama juga sebaiknya menghindari konsumsi daging olahan. Kecuali jika daging tersebut sudah dipanaskan sampai mengepul panas, Ma.

4. Telur mentah

4. Telur mentah
Freepik/Racool_studio

Telur mentah dapat terkontaminasi oleh salmonella. Gejala infeksi salmonella biasanya hanya dialami oleh Mama. Mama akan mengalami demam, mual, muntah, kram perut, dan diare.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

Makanan yang umumnya mengandung telur mentah meliputi:

  • Telur orak-arik
  • Saus hollandaise
  • Mayonaise
  • Salad dressing
  • Icing kue

Sebagian besar produk komersial yang mengandung telur mentah dibuat dari telur yang dipasteurisasi dan aman untuk dikonsumsi. Namun, pastikan Mama membaca label sebelum mengonsumsinya.

5. Hati atau organ hewan

5. Hati atau organ hewan
freepik.com/david85

Hati dan organ hewan lainnya merupakan sumber nutrisi yang baik. Biasanya mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin A, dan zinc. Semua ini baik untuk ibu hamil dan janin. Tapi kok ibu hamil muda tidak boleh mengonsumsinya, ya?

Alasannya karena terlalu banyak mengonsumsi vitamin A hewani tidak dianjurkan selama kehamilan. Ini dapat menyebabkan keracunan vitamin A, serta tingkat zinc yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati.

Jika Mama tetap ingin mengonsumsinya, batasi konsumsinya tidak lebih dari satu kali dalam seminggu, ya.

6. Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi

6. Susu keju tidak dipasteurisasi
freepik.com/freepik

Susu mentah dan keju yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung sejumlah bakteri berbahaya, termasuk listeria, salmonella, E. coli, dan campylobacter. Jika terinfeksi, dapat mengancam jiwa janin yang ada di kandungan.

Bakteri dapat secara alami terjadi atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengumpulan atau penyimpanan. Sehingga perlu dilakukan pasteurisasi. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk.

Nah, untuk meminimalkan risiko, ibu hamil disarankan hanya mengonsumsi susu serta keju yang dipasteurisasi. Pastikan untuk memeriksanya sebelum mengonsumsi ya, Ma.

Minuman yang Dilarang saat Hamil Muda

Minuman Dilarang saat Hamil Muda
Freepik/rawpixel.com

Bukan hanya jenis makanan di atas saja yang harus dihindari saat hamil muda. Mama juga sebaiknya menghindari minuman yang berkafein. Mama boleh saja mengonsumsi minuman ini, hanya saja dalam jumlah sedikit. Bagaimanapun kafein yang masuk ke dalam tubuh mama juga akan tersalurkan ke janin. Minuman ini termasuk kopi, teh, dan minuman bersoda.

Selain itu, kandungan kafein membuat Mama sulit untuk beristirahat, sehingga dapat memicu munculnya rasa cemas hingga stres. Lebih bahayanya lagi, ternyata kafein yang bisa ’menembus’ plasenta. Lewat plasenta, kafein akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin.

Nah, itu dia enam jenis makanan yang harus dihindari saat hamil muda, Ma. Yuk, untuk tumbuh kembang janin yang sehat, hindari semua itu selama beberapa bulan ke depan!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.