Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Waspadai Perubahan Kulit, Ini Cara Mengatasi Skin Tag saat Hamil

Waspadai Perubahan Kulit, Ini Cara Mengatasi Skin Tag saat Hamil
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Intinya Sih
  • Perubahan hormon kehamilan memicu munculnya skin tag pada beberapa area tubuh. Meski kondisi ini tidak berbahaya dan dapat berangsur hilang, kehadirannya terasa menggangu.

  • Beberapa perawatan rumahan seperti penggunaan vitamin E, kulit pisang, tea tree oil, dan cuka sari apel dipercaya membantu mengeringkan serta menghilangkan skin tag secara bertahap.

  • Tindakan medis, seperti kauterisasi, cryosurgery, elektrokauter, ligasi, hingga pembedahan kecil dapat menjadi pilihan lebih cepat hanya jika Mama telah berkonsultasi dengan dokter untuk hasil yang lebih aman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama kehamilan, tubuh mama mengalami berbagai perubahan akibat peningkatan hormon kehamilan. Salah satu perubahan yang cukup sering terjadi adalah munculnya skin tag, yaitu pertumbuhan kulit berlebih pada bagian leher, bawah ketiak, paha, hingga sekitar payudara.

Umumnya, skin tag muncul sejak kehamilan trimester kedua. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan akan memudar setelah persalinan. Namun, kehadirannya dapat terasa mengganggu, terutama saat bergesekan dengan pakaian hingga menimbulkan iritasi.

Untuk mengatasinya, Mama dapat melakukan perawatan rumahan hingga tindakan medis setelah persalinan atau sesuai anjuran dokter. Perawatan rumahan memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan prosedur medis.

Berikut Popmama.com membahas berbagai cara mengatasi skin tag saat hamil, baik melalui perawatan di rumah maupun tindakan medis. Yuk, Ma, simak selengkapnya.

Table of Content

1. Vitamin E

1. Vitamin E

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Vitamin E dikenal kaya akan antioksidan yang menjaga kesehatan kulit. Untuk mengatasi skin tag, Mama dapat mengoleskan minyak yang mengandung vitamin E pada area skin tag, kemudian menutupnya dengan plester kecil atau perban rapat setiap hari.

Cara ini bertujuan untuk memutus suplai oksigen ke jaringan skin tag sehingga benjolan tersebut mengering dan rontok dengan sendirinya dari waktu ke waktu tanpa menyebabkan iritasi.

2. Menggunakan kulit pisang

Pixabay/stevepb
Pixabay/stevepb

Bagian dalam kulit pisang dipercaya mengandung enzim alami serta antioksidan yang membantu mengeringkan skin tag.

Jika Mama tidak memiliki alergi terhadap pisang, Mama dapat menempelkan potongan kecil pada bagian dalam kulit pisang yang masih segar tepat pada area skin tag. Setelah itu, rekatkan dengan perban.

Mama dapat melakukan metode ini setiap malam sebelum tidur dan membersihkannya pada pagi hari. Proses ini membutuhkan waktu beberapa minggu hingga skin tag rontok.

3. Tea tree oil

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Tea tree oil memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu mengeringkan skin tag. Karena konsentrasinya yang sangat kuat, Mama harus mencampurkan 1-2 tetes tea tree oil dengan minyak pembawa, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa sebelum digunakan.

Cara pemakaiannya adalah Mama perlu mencuci area skin tag terlebih dahulu, kemudian teteskan beberapa larutan minyak pada kapas dan letakkan tepat pada area skin tag. Perban area tersebut semalaman dan ulangi hingga skin tag mengering dan rontok dengan sendirinya.

4. Cuka sari apel

Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI
Popmama.com/Dewi Triana Rahmawati/AI

Metode ini banyak direkomendasikan oleh sebagian orang dengan memanfaatkan hasil fermentasi apel yang telah dihancurkan dan dicampur dengan ragi serta gula.

Sebagian orang meyakini bahwa asam asetat dalam cuka sari apel dapat memecah jaringan pada sekitar skin tag hingga lama-kelamaan skin tag akan mengering dan terlepas.

Namun, sebaiknya Mama perlu mengencerkan cuka sari apel terlebih dahulu sebelum pemakaian untuk mengurangi risiko iritasi atau kemungkinan luka bakar pada kulit.

Cara mengaplikasikannya cukup sederhana, yaitu dengan merendam kapas dalam larutan cuka sari apel yang telah diencerkan, lalu letakkan pada area skin tag. Tutup menggunakan perban dan diamkan selama 15–30 menit, lalu bersihkan. Mama dapat mengulanginya setiap hari selama beberapa minggu.

Jika Mama merasakan perih yang sangat menyengat, kemerahan yang tidak kunjung hilang, hingga kulit terasa panas, segera hentikan pemakaian dan bilas dengan air mengalir.

5. Prosedur Bedah

Freepik
Freepik

Selain menggunakan metode perawatan rumahan, Mama juga dapat mempertimbangkan tindakan medis agar hasilnya lebih cepat dan efektif. Namun, Mama perlu pastikan bahwa prosedur ini dilakukan jika Mama telah berkonsultasi dengan dokter.

Beberapa prosedur yang biasanya dilakukan untuk mengangkat skin tag adalah sebagai berikut.

  • Kauterisasi, yaitu metode pengangkatan menggunakan panas untuk menghancurkan jaringan skin tag.

  • Cryosurgery, dengan menyemprotkan sejumlah kecil nitrogen cair untuk membekukan jaringan skin tag hingga terlepas.

  • Elektrokauter, yaitu dengan membakar skin tag menggunakan arus listrik khusus oleh dokter.

  • Ligasi, dengan mengikat pangkal skin tag menggunakan benang bedah untuk menghentikan aliran darahnya.

  • Pembedahan kecil, yaitu memotong skin tag pada bagian pangkalnya menggunakan alat bedah. Ukuran dan lokasi skin tag menentukan kebutuhan perban dan jahitan.

Setelah menjalani prosedur pembedahan, dokter biasanya akan menyarankan Mama untuk menjaga area luka agar tetap kering selama 48 jam dan membersihkannya secara lembut dengan sabun serta air mengalir. Proses pemulihan umumnya memakan waktu sekitar 7–10 hari.

Jika Mama melakukan perawatan rumahan, maka dapat mengoleskan salep antibiotik dan menutupnya dengan perban untuk mencegah infeksi.

Itulah berbagai cara mengatasi skin tag saat hamil. Alangkah baiknya, Mama dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menerapkan cara-cara ini, ya, Ma. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Mama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More