7 Cara Menghilangkan Bekas Campak pada Ibu Hamil

Campak adalah penyakit menular akibat virus Morbillivirus yang juga bisa menyerang ibu hamil.
Bekas ruam campak pada ibu hamil dapat diatasi dengan menjaga kelembapan kulit.
Pemenuhan vitamin, menjaga kebersihan kulit dan konsultasi ke dokter menjadi langkah agar bekas campak memudar tanpa membahayakan kehamilan.
Campak atau measles merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Meski lebih sering menyerang anak-anak, orang dewasa termasuk ibu hamil juga berisiko terinfeksi, terutama jika belum pernah mendapatkan vaksin atau belum pernah mengalami campak sebelumnya. Pada umumnya, campak dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7–14 hari seiring tubuh melawan infeksi.
Setelah penyakit mereda, tidak sedikit ibu hamil yang masih mendapati bekas kehitaman campak yang sembuh cukup lama. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama karena perawatan kulit selama kehamilan perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Berikut Popmama.com rangkum cara menghilangkan bekas campak pada ibu hamil. Yuk simak, Ma!
Table of Content
1. Jaga kelembapan kulit

Salah satu cara membantu memudarkan bekas ruam campak pada ibu hamil adalah dengan menjaga kelembapan kulit. Kulit yang terlalu kering dapat membuat bekas campak terlihat lebih jelas, terasa kasar, bahkan memicu iritasi. Karena itu, menjaga kulit tetap lembap dapat membantu proses regenerasi kulit sehingga bekas ruam perlahan memudar.
Mama dapat menggunakan pelembap dengan tekstur ringan dan lembut, sebaiknya tanpa pewangi agar tidak memicu iritasi pada kulit yang sedang sensitif. Penting juga untuk memperhatikan kandungan dalam produk perawatan kulit yang digunakan selama kehamilan.
Beberapa bahan yang umumnya dinilai aman untuk ibu hamil antara lain glycolic acid, hyaluronic acid, niacinamide, vitamin C, dan vitamin E. Kandungan tersebut dapat membantu menjaga kelembapan kulit, memperbaiki tekstur kulit, serta mendukung proses penyamaran bekas ruam secara bertahap.
2. Lindungi kulit dari sinar matahari

Sinar ultraviolet (UV) dapat membuat bekas ruam menjadi lebih gelap atau memicu hiperpigmentasi sehingga noda pada kulit terlihat semakin jelas. Pada ibu hamil, kondisi ini bisa lebih mudah terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Karena itu, penggunaan tabir surya dengan perlindungan spektrum luas minimal SPF 30 dianjurkan untuk membantu melindungi kulit. Bagi ibu hamil, sunscreen mineral atau fisik sering menjadi pilihan yang lebih aman.
Sunscreen mineral umumnya mengandung zinc oxide dan titanium dioxide. Zinc oxide mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, sementara titanium dioxide juga memberikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari. Kedua bahan ini dianggap lebih aman untuk ibu hamil karena bekerja di permukaan kulit, sehingga risiko penyerapan bahan ke dalam tubuh menjadi lebih kecil.
3. Jangan mengaruk atau menggosok

Saat bekas ruam campak mulai mengering, sebagian ibu hamil mungkin melihat kulit tampak bersisik atau mengelupas tipis. Kondisi ini sebenarnya merupakan bagian dari proses pemulihan alami kulit.
Beberapa orang sering tergoda untuk mempercepat proses tersebut dengan cara mengaruk dan menggosok kulit, menggunakan scrub atau produk eksfoliasi. Padahal, cara tersebut justru tidak dianjurkan, terutama bagi ibu hamil.
Menggosok kulit yang masih sensitif dapat merusak lapisan pelindung kulit dan memicu iritasi. Jika hal ini terjadi, bekas ruam bisa menjadi lebih gelap, kemerahan, atau bahkan meninggalkan noda yang lebih lama hilang.
Selain itu, selama kehamilan kulit cenderung lebih sensitif karena perubahan hormon. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi jika terkena produk yang terlalu keras atau digosok secara berlebihan.
4. Penuhi asupan vitamin

Memenuhi kebutuhan vitamin harian juga dapat membantu proses pemulihan kulit setelah infeksi campak pada ibu hamil. Vitamin memang tidak bekerja secara langsung untuk menghilangkan bekas, tetapi dapat membantu mempercepat proses perbaikan jaringan kulit dari dalam tubuh.
Salah satu vitamin yang berperan penting adalah vitamin A. Nutrisi ini membantu proses regenerasi sel dan perbaikan jaringan kulit sehingga dapat mendukung pemulihan kulit setelah ruam campak mereda. Namun, pada ibu hamil konsumsi vitamin A tidak boleh berlebihan dan sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter, karena asupan yang terlalu tinggi dapat berisiko bagi perkembangan janin.
Vitamin A dapat diperoleh secara alami dari berbagai makanan seperti wortel, bayam, dan labu. Selain itu, vitamin E juga membantu proses perbaikan jaringan dan vitamin C berperan dalam membantu regenerasi kulit. Meski bermanfaat, ibu hamil tetap perlu mencukupi vitamin dalam jumlah yang seimbang dan tidak berlebihan.
5. Jaga kebersihan kulit

Menjaga kebersihan kulit dapat membantu proses pemulihan setelah terkena campak. Kulit yang bersih akan terhindar dari kotoran, keringat, dan bakteri yang bisa memicu iritasi atau membuat bekas semakin sulit memudar.
Ibu hamil sebaiknya mandi secara teratur menggunakan sabun yang lembut agar kulit tetap bersih dan sehat. Kebersihan kulit membantu proses regenerasi berjalan lebih baik sehingga bekas ruam dapat memudar secara bertahap.
6. Gunakan krim topikal yang aman

Ibu hamil juga dapat menggunakan krim topikal untuk membantu memudarkan bekas campak. Krim topikal merupakan produk yang dioleskan langsung pada kulit sehingga bekerja di permukaan kulit.
Namun, ibu hamil perlu berhati-hati saat memilih produk. Sebaiknya gunakan krim dengan kandungan yang aman dan tidak digunakan secara berlebihan. Selain itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.
7. Konsultasikan ke dokter

Jika bekas campak menimbulkan perubahan pada tekstur atau warna kulit, seperti munculnya bercak yang tidak normal atau tidak kunjung memudar dalam waktu yang sangat lama, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter.
Dokter dapat memeriksa kondisi kulit dan memberikan saran perawatan yang sesuai dengan kebutuhan serta aman digunakan selama masa kehamilan. Dengan begitu, penanganan yang diberikan dapat membantu mengatasi bekas campak tanpa membahayakan janin.
Nah, itu dia cara menghilangkan bekas campak pada ibu hamil. Apakah Mama punya cara lain yang bisa diterapkan? Yuk, sharing di kolom komentar!


















