Erupsi gunung berapi tidak hanya meninggalkan material di sekitar lokasi, tetapi juga dapat membuat abu vulkanik menyebar ke lingkungan. Abu yang beterbangan tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
Ibu hamil juga perlu memperhatikan kondisi tubuh ketika berada di lingkungan yang terpapar abu vulkanik. Sebab, paparan ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari gangguan pernapasan hingga iritasi pada mata dan kulit.
Namun, seberapa besar risikonya tidak hanya ditentukan dari ada atau tidaknya paparan. Jumlah dan lama paparan serta kondisi kesehatan ibu juga menjadi hal yang menentukan.
Terpapar abu vulkanik, ini tanda ibu hamil perlu segera ke dokter! Sebelum khawatir, kenali dulu kondisi apa saja yang perlu mendapat perhatian. Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama.
