Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Terpapar Abu Vulkanik, Ini Tanda Ibu Hamil Perlu Segera ke Dokter

Terpapar Abu Vulkanik, Ini Tanda Ibu Hamil Perlu Segera ke Dokter
Pexels/Suhairy Tri Yadhi
Share Article

Erupsi gunung berapi tidak hanya meninggalkan material di sekitar lokasi, tetapi juga dapat membuat abu vulkanik menyebar ke lingkungan. Abu yang beterbangan tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Ibu hamil juga perlu memperhatikan kondisi tubuh ketika berada di lingkungan yang terpapar abu vulkanik. Sebab, paparan ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari gangguan pernapasan hingga iritasi pada mata dan kulit.

Namun, seberapa besar risikonya tidak hanya ditentukan dari ada atau tidaknya paparan. Jumlah dan lama paparan serta kondisi kesehatan ibu juga menjadi hal yang menentukan.

Terpapar abu vulkanik, ini tanda ibu hamil perlu segera ke dokter! Sebelum khawatir, kenali dulu kondisi apa saja yang perlu mendapat perhatian. Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama.

  1. Tanda Bahaya Ibu Hamil Perlu Segera ke Dokter

    Terpapar abu vulkanik, ini tanda ibu hamil perlu segera ke dokter
    Pexels/Suhairy Tri Yadhi

    Setelah terpapar abu vulkanik, Mama perlu memperhatikan kondisi tubuh, terutama jika muncul keluhan yang semakin berat. Beberapa tanda berikut perlu segera diperiksakan ke dokter:

    1. Sesak napas berat, terutama jika sampai membuat Mama sulit berbicara karena sesak.
    2. Nyeri dada yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.
    3. Pusing berat, pingsan, atau penurunan kesadaran.
    4. Demam.
    5. Perdarahan, kontraksi teratur, atau gerak janin berkurang.

    dr. Hendra Tandra, Sp.OG, menjelaskan bahwa kondisi ibu yang memburuk setelah paparan perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kehamilan secara tidak langsung.

    “Kalau napas ibu terganggu berat, dehidrasi, atau kondisinya memburuk itu yang bisa berdampak ke kehamilan secara tidak langsung,” tulis dr. Hendra dalam unggahan di Instagram pribadinya @hendratandra.spog.

  2. Keluhan yang Bisa Muncul setelah Terpapar Abu Vulkanik

    Terpapar abu vulkanik, ini tanda ibu hamil perlu segera ke dokter
    Magnific

    Selain tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan segera, paparan abu vulkanik juga dapat menimbulkan beberapa keluhan pada tubuh. Mama dapat memperhatikan beberapa kondisi berikut:

    Gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak, mengi, atau asma yang menjadi lebih berat.

    1. Iritasi mata, yang dapat ditandai dengan mata merah, perih, dan berair.
    2. Iritasi kulit, seperti rasa gatal dan kemerahan.
    3. Kontaminasi air dan makanan.

    dr. Hendra menyebut, terpapar abu vulkanik dalam waktu singkat tidak serta-merta berarti janin akan langsung mengalami bahaya.

    “Terpapar sebentar ≠ langsung bahaya untuk janin,” tulisnya.

    Menurut dr. Hendra, hal yang menentukan risiko adalah seberapa banyak dan berapa lama paparan terjadi, serta kondisi kesehatan ibu.

  3. Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil

    Terpapar abu vulkanik, ini tanda ibu hamil perlu segera ke dokter
    Magnific

    Selama masih ada paparan abu vulkanik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan Mama untuk mengurangi paparan dan menjaga kondisi tubuh, antara lain:

    1. Tetap berada di dalam rumah sebisanya. Tutup pintu dan jendela, serta gunakan air purifier bila ada.
    2. Gunakan masker N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah jika harus keluar rumah.
    3. Hindari aktivitas fisik berat di luar rumah.
    4. Jangan menyapu abu dalam kondisi kering karena partikelnya dapat kembali beterbangan.
    5. Bersihkan mata dan wajah menggunakan air bersih jika terkena abu, tanpa menggosoknya.
    6. Simpan makanan dalam kondisi tertutup dan cuci bahan makanan sebelum diolah.
    7. Lanjutkan obat rutin sesuai anjuran dokter.
    8. Cukupi cairan dan istirahat.

    Nah, itu tadi tanda ibu hamil yang perlu segera diperiksakan ke dokter setelah terpapar abu vulkanik. Mama bisa memperhatikan kondisi tubuh dan tanda bahaya pada kehamilan agar segera mendapat penanganan jika kondisi mulai memburuk.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More