Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

9 Cara Mengurangi Paparan Abu Vulkanik untuk Ibu Hamil

9 Cara Mengurangi Paparan Abu Vulkanik untuk Ibu Hamil
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI
  • Abu erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan memengaruhi kualitas udara sejumlah wilayah Jabodetabek pada 6 September 2026, sehingga ibu hamil dianjurkan membatasi aktivitas luar ruangan.

  • Jika harus keluar, gunakan respirator N95 atau KN95, kacamata, pakaian tertutup, lalu segera bersihkan diri. Tutup celah rumah dan bersihkan abu dengan metode basah.

  • Jaga makanan, minuman, serta air tetap tertutup; siapkan perlengkapan darurat dan pantau sumber resmi. Segera ke fasilitas kesehatan bila muncul gangguan pernapasan, iritasi berat, atau ruam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belakangan ini, kabar mengenai penyebaran abu vulkanik menjadi perhatian dan perlu diwaspadai bersama. Pada Minggu pagi (6/9/2026), abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyebar hingga memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Kondisi tersebut patut menjadi perhatian, terutama bagi ibu hamil yang perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Mengurangi paparan abu vulkanik dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu menjaga kesehatan Mama sekaligus mendukung kondisi janin. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan Mama untuk meminimalkan paparan abu vulkanik dalam kegiatan sehari-hari.

Berikut Popmama.com telah rangkum beberapa tips mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil.

  1. 1. Kurangi aktivitas di luar rumah

    Tips mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, mengurangi jarak pandang, serta meningkatkan risiko saat berkendara. Jika tidak ada keperluan mendesak, Mama sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu.

    Tetap berada di dalam rumah dapat membantu mengurangi paparan abu yang terbawa udara, termasuk dengan menunda olahraga di luar ruangan hingga kondisi memungkinkan. Mama dapat kembali beraktivitas di luar setelah kualitas udara membaik dan situasi dinilai lebih aman.

  2. 2. Gunakan masker dan pakaian pelindung

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Jika perlu beraktivitas di luar rumah, Mama sebaiknya menggunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 yang dapat menyaring partikel halus dari abu vulkanik dengan lebih efektif dibandingkan masker kain. 

    Pastikan masker terpasang dengan rapat dan menutupi hidung serta mulut dengan baik.  Selain memakai masker, gunakan kacamata pelindung untuk membantu mencegah partikel abu masuk dan mengiritasi mata.

    Sebaiknya gunakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang untuk melindungi kulit dari paparan abu vulkanik. Jangan lupa memakai alas kaki tertutup saat harus beraktivitas di luar rumah.

  3. 3. Segera bersihkan diri setelah dari luar rumah

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Magnific/jcomp

    Partikel abu vulkanik dapat menempel pada pakaian, rambut, maupun kulit setelah Mama beraktivitas di luar rumah. 

    Oleh karena itu, segera bersihkan diri setelah kembali ke rumah dan sebaiknya ganti pakaian yang telah digunakan. Langkah ini membantu mengurangi kemungkinan abu vulkanik terbawa dan menyebar di dalam rumah.

  4. 4. Tutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Menutup pintu dan jendela dapat membantu mengurangi masuknya partikel abu vulkanik dari luar ke dalam rumah. 

    Mama juga dapat menutup ventilasi, lubang angin, dan celah lainnya menggunakan kertas, seperti koran, untuk membatasi masuknya abu. Selain itu, letakkan handuk lembap di bawah ambang pintu dan area lain yang menjadi celah masuknya udara dari luar. 

  5. 5. Bersihkan area rumah dengan cara yang tepat

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Magnific

    Hindari menyapu abu vulkanik dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel halus beterbangan dan berisiko terhirup. 

    Sebelum membersihkannya, semprotkan sedikit air pada permukaan yang tertutup abu agar partikel tidak mudah menyebar ke udara.

    Setelah abu menjadi lembap dan terkumpul, gunakan kain basah atau kain pel untuk mengangkat sisa debu. Cara ini dapat membantu mengurangi partikel abu vulkanik yang beterbangan saat proses pembersihan.

  6. 6. Jaga kebersihan makanan dan minuman

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Pastikan buah, sayuran, dan makanan yang akan dikonsumsi Mama telah dicuci hingga bersih untuk menghilangkan sisa abu yang mungkin menempel. 

    Simpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup agar tidak terpapar abu vulkanik dari udara. 

    Penampungan air bersih dan sumur juga sebaiknya ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam sumber air. Dengan begitu, makanan, minuman, dan air yang digunakan sehari-hari tetap terlindungi dari paparan abu vulkanik.

  7. 7. Tetap tenang dan pantau informasi dari sumber terpercaya

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Magnific/tirachardz

    Mama sebaiknya tetap tenang dan tidak terlalu sering terpapar berita mengenai kondisi erupsi. Batasi penggunaan media sosial jika informasi yang beredar justru membuat Mama merasa cemas atau khawatir.

    Pilih informasi dari sumber resmi dan tepercaya untuk mengetahui perkembangan kondisi terbaru. Dengan begitu, Mama dapat mengambil langkah yang tepat berdasarkan informasi yang akurat.

  8. 8. Siapkan kebutuhan darurat

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Magnific/8photo

    Mama yang tinggal di wilayah berpotensi terdampak abu vulkanik sebaiknya menyiapkan perlengkapan darurat sejak dini. 

    Beberapa kebutuhan yang sebaiknya disiapkan antara lain: 

    1. Masker dan kacamata pelindung.

    2. Air minum bersih yang cukup.

    3. Makanan yang tidak mudah rusak dan praktis dikonsumsi.

    4. Plastik untuk melindungi peralatan elektronik dari abu.

    5. Lampu darurat atau senter.

    6. Obat-obatan pribadi dan kotak P3K untuk kebutuhan pertolongan pertama.

    Persediaan ini dapat membantu Mama dan keluarga tetap aman di dalam rumah selama beberapa jam hingga beberapa hari apabila kondisi di luar belum memungkinkan untuk beraktivitas. 

  9. 9. Perhatikan kondisi kesehatan tubuh

    Cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil
    Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

    Mama perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar abu vulkanik, terutama jika mulai merasakan keluhan tertentu. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

    1. Sesak atau kesulitan bernapas.

    2. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.

    3. Batuk kering yang muncul secara tiba-tiba.

    4. Keluhan pernapasan yang semakin parah.

    5. Iritasi mata yang berat atau tidak kunjung membaik.

    6. Muncul ruam kemerahan pada kulit.

    Jika Mama mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

    Nah, itu dia beberapa cara mengurangi paparan abu vulkanik untuk ibu hamil. Jangan lupa tetap tenang, waspada, dan segera mencari bantuan medis jika mengalami keluhan kesehatan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More