- Hidung beringus
- Sakit tenggorokan/batuk
- Sesak nafas
- Iritasi mata (gatal/memerah)
- Lecet atau goresan pada kornea
- Konjungtivitis
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini Dampak Abu Vulkanik bagi Ibu Hamil

- Erupsi Anak Krakatau sejak 4 September 2026 menyebarkan abu ke Banten, Lampung, sebagian Jakarta, sehingga ibu hamil perlu membatasi paparan.
- Partikel abu dapat memicu pilek, batuk, sesak napas, serta iritasi mata dan kulit; ibu hamil dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan lebih rentan.
- Gangguan pernapasan dapat mengurangi asupan oksigen dan menghambat pertumbuhan janin; gunakan masker-kacamata, tutup rumah, basahi debu, dan evakuasi bila kondisi tidak aman.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut masih berlanjut hingga Minggu (6/9/2026), disertai sebaran abu vulkanik yang mencapai sejumlah wilayah di Banten, Lampung, hingga sebagian Jakarta dan sekitarnya.
Kondisi ini tentu membuat banyak Mama merasa khawatir, terutama bagi yang sedang hamil. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit, sehingga penting bagi ibu hamil untuk lebih waspada dan membatasi paparan abu.
Lantas, apa saja dampak abu vulkanik bagi kesehatan ibu hamil dan bagaimana cara melindungi diri serta janin? Berikut Popmama.com rangkum informasinya dari berbagai sumber.
1.Dampak abu vulkanik bagi kesehatan

Pexels/Archie Binamira Abu vulkanik mengandung zat atau gas berbahaya. Apalagi, partikel abunya begitu kecil hingga nyaris tak terlihat.
Beberapa partikel berbahaya yang dibawa abu vulkanik antara lain, sulfat, asam hidroklorik, karbon dioksida, dan asam hidroflourat.
Hujan abu memang tidak bisa dielakkan. Mama hanya bisa berdiam diri di rumah agar tidak terpapar abu terlalu banyak.
Namun, Mama tetap perlu mengetahui seperti apa gejala yang dirasakan akibat menghirup abu.
2.Risiko terkena penyakit saluran pernafasan

Freepik Saluran pernafasan manusia berisiko paling tinggi terganggu akibat abu vulkanik. Aerosol di dalamnya bisa jadi beracun yang membuat iritasi paru-paru, mata, maupun kulit.
Pada ibu hamil, penyakit saluran pernafasan seperti bronkhitis mungkin saja terjadi. Jika tidak segera ditangani, bronkus mengecil perlahan.
Oksigen yang dihirup pun berkurang dan tubuh ibu hamil kekurangan asupan oksigen. Hal ini tentu bisa mengganggu pertumbuhan janin.
Sebagai catatan, ibu hamil dengan riwayat penyakit gangguan pernafasan seperti asma mempunyai kondisi lebih rentan jika menghirup abu vulkanik.
Mengingat hujan abu kadang tidak bisa diprediksi arah embusan anginnya, guna mencegah paparan lebih lanjut, langkah evakuasi ke tempat aman jauh lebih bijak.
3.Pertumbuhan janin tidak optimal

Freepik Meski demikian, paparan abu vulkanik dipandang tidak menimbulkan risiko cacat atau bayi lahir prematur. Asalkan, ibu hamil segera memperoleh penanganan begitu situasi tempat tinggalnya tidak kondusif.
Jika tidak segera dievakuasi, pertumbuhan janin dikhawatirkan terganggu. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, misalnya, bisa meningkat.
4.Lakukan langkah pencegahan penting

UCSF Departemen of Psychiatry- UC San Fransisco Ada alasan mengapa ibu hamil, bayi, anak-anak, dan lansia menjadi kelompok rentan dalam berbagai situasi bencana alam, termasuk gunung meletus.
Ibu hamil berada dalam kondisi berbeda lantaran sedang mengandung janin. Apa pun yang dialami ibu, bisa berpengaruh pada kondisi janin.
Maka, Mama dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut agar bisa mengurangi paparan abu vulkanik.
- Pakai masker dan kacamata saat harus bepergian keluar rumah
- Menutup pintu dan jendela rumah tinggal, termasuk ventilasi rapat-rapat
- Basahi permukaan yang berdebu agar tidak mudah tertiup angin, sehingga pergerakan dan perpindahan abu tidak meluas
- Hindari menarik nafas dalam-dalam, karena cara bernafas demikian bisa menyebabkan inhalasi partikel abu masuk lebih dalam juga ke paru-paru.
- Evakuasi ke tempat aman jika situasi rumah tinggal tidak kondusif
Demikian penjelasan dan pencegahan mengenai dampak abu vulkanik bagi kesehatan ibu hamil. Semoga Mama dan si Kecil dalam kandungan sehat selalu!



















