Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Sperma Keluar Lagi setelah Hubungan Badan Bisa Hamil?
freepik/jcomp
  • Keluarnya kembali cairan sperma setelah berhubungan adalah hal normal karena vagina tidak menyerap cairan, namun sperma sehat tetap bisa berenang menuju rahim untuk membuahi sel telur.
  • Memberi jeda sekitar 15–30 menit sebelum bangun membantu proses likuefaksi sperma agar sel sperma dapat bergerak optimal menuju sel telur tanpa terbuang akibat gravitasi.
  • Menyesuaikan posisi tubuh sesuai arah rahim, mengosongkan kandung kemih sebelum berhubungan, dan menjaga tubuh tetap hangat dapat meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi Mama yang sedang menjalani program hamil, setiap detail kecil setelah berhubungan intim pasti sangat diperhatikan. Salah satu yang sering memicu rasa khawatir adalah ketika melihat cairan sperma keluar kembali atau "tumpah" sesaat setelah Mama beranjak dari tempat tidur. Pertanyaan pun muncul, "Kalau tumpah begini, apakah sel sperma masih ada yang tersisa untuk membuahi sel telur?"

Tenang dulu ya, Ma. Ternyata fenomena ini adalah hal yang sangat wajar terjadi secara fisiologis. Menurut penjelasan dari dr. Erfenes Ho, Sp.OG, vagina kita memang tidak memiliki fungsi untuk menyerap cairan. Cairan sperma yang masuk akan mengumpul di dalam, namun sisa cairannya akan tetap keluar karena memang tidak diserap oleh dinding vagina. Jadi, Mama tidak perlu panik berlebihan jika hal ini terjadi.

Meskipun keluar lagi, bukan berarti seluruh sel sperma ikut terbuang, Ma. Sperma yang sehat akan segera berenang menuju rahim begitu ejakulasi terjadi. Namun, jika Mama sedang fokus untuk meningkatkan peluang kehamilan, ada beberapa strategi posisi dan waktu tunggu yang perlu diperhatikan agar mulut rahim terendam lebih maksimal dalam "genangan" sperma tersebut.

Melalui artikel Popmama.com kali ini, kita akan bahas tuntas tips agar promil tetap efektif meskipun ada cairan yang keluar lagi. Yuk, simak penjelasan detailnya di bawah ini!

1. Memahami waktu mencairnya sperma

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Cairan sperma tidak langsung encer begitu saja saat masuk ke dalam tubuh Mama. Menurut dr. Erfenes Ho, Sp.OG, sperma membutuhkan waktu minimal 15 hingga 30 menit hanya untuk mencair atau mengalami proses likuefaksi. Proses mencair ini sangat penting agar sel sperma yang tadinya kental bisa mulai bergerak aktif dan "berenang" menuju sel telur.

Oleh karena itu, jika Mama langsung berdiri tepat setelah berhubungan, kemungkinan besar cairan yang masih kental tersebut akan tumpah karena pengaruh gravitasi. Memberikan waktu jeda sebelum beraktivitas kembali sangat disarankan agar proses alami ini berjalan sempurna tanpa gangguan.

2. Strategi ganjal pantat untuk rahim antefleksi

freepik

Posisi rahim setiap perempuan bisa berbeda-beda, Ma. Jika Mama memiliki posisi rahim cenderung ke depan (antefleksi), disarankan untuk tetap dalam posisi telentang setelah berhubungan. Agar lebih maksimal, Mama bisa mengganjal bagian pantat menggunakan bantal yang cukup empuk.

Tujuannya adalah agar cairan sperma mengumpul di area bawah dan merendam mulut rahim (serviks) lebih lama. Semakin lama mulut rahim terendam dalam genangan sperma, maka peluang sel sperma untuk masuk ke dalam rahim akan semakin besar. Hal ini secara otomatis meningkatkan kemungkinan terjadinya pembuahan.

3. Posisi menungging untuk rahim retrofleksi

freepik/jcomp

Berbeda dengan posisi antefleksi, jika rahim Mama memiliki posisi cenderung ke belakang atau retrofleksi, maka posisi yang disarankan adalah menungging (knee-chest position). Dengan posisi ini, mulut rahim akan mengarah ke bawah sehingga tetap bisa terendam oleh cairan sperma yang ada.

Konsultasikan dengan dokter kandungan Mama untuk mengetahui posisi rahim Mama, ya. Dengan mengetahui arah rahim, Mama dan Papa bisa menyesuaikan posisi pasca-berhubungan yang paling efektif untuk mendukung kesuksesan program hamil yang sedang dijalani.

4. Kosongkan kandung kemih sebelumnya

freepik/jcomp

Salah satu kendala yang sering membuat Mama terburu-buru bangun setelah berhubungan adalah keinginan untuk buang air kecil. Padahal, kita disarankan untuk tetap diam sejenak selama kurang lebih 30 menit. Untuk menyiasati hal ini, cobalah untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum memulai hubungan intim dengan Papa.

Jika kandung kemih kosong, Mama akan merasa lebih nyaman saat harus berbaring diam dalam waktu yang agak lama. Rasa ingin ke toilet pun bisa tertunda sehingga proses pembuahan tidak terganggu oleh gerakan-gerakan tubuh yang tidak perlu.

5. Menjaga suhu tubuh agar tetap rileks

freepik

Menunggu 30 menit tanpa busana dan dalam posisi diam terkadang membuat Mama merasa pegal atau bahkan kedinginan. Kondisi tubuh yang stres atau kedinginan tentu kurang baik untuk kenyamanan selama promil. Mama bisa menggunakan bantuan minyak hangat seperti minyak telon untuk mengusap area tubuh agar tetap hangat.

Pilihlah minyak dengan aroma yang menenangkan agar Mama tetap rileks. Tubuh yang tenang dan suhu yang hangat akan membantu otot-otot di area panggul lebih santai, sehingga Mama tidak merasa terbebani meskipun harus menunggu dalam posisi tertentu demi sang calon buah hati.

Nah, sekarang Mama sudah tahu kan kalau sperma yang keluar lagi itu adalah hal yang normal? Kuncinya adalah memberikan waktu bagi sperma untuk bekerja dan menyesuaikan posisi agar mulut rahim terendam dengan baik.

Jangan patah semangat dalam menjalani promil ya, Ma! Tetaplah rileks, jaga pola makan, dan selalu komunikasikan segala kekhawatiran dengan pasangan atau dokter ahli. Semoga usaha Mama dan Papa segera membuahkan hasil yang manis. Semangat terus, Mama!

Editorial Team